Aksi Profit Taking Tekan KOSPI, Saham Samsung dan SK Hynix Kompak Turun
- account_circle say say
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Bursa Korea Selatan Melemah, Indeks KOSPI Turun 0,31% Tertekan Aksi Ambil Untung Saham Chip
JAMBISNIS.COM – Bursa saham Korea Selatan ditutup melemah pada perdagangan Rabu (22/4/2026), seiring aksi ambil untung investor setelah reli kuat yang dipimpin saham sektor semikonduktor. Mengacu data Reuters, indeks acuan KOSPI turun 19,55 poin atau 0,31% ke level 6.368,92. Padahal sehari sebelumnya, indeks ini sempat mencetak rekor tertinggi.
Analis Kiwoom Securities, Han Ji-young, menilai pergerakan pasar saat ini menunjukkan pola rotasi sektor di tengah aksi ambil untung jangka pendek.
“Pasar bergerak dalam fase rotasi untuk meredam tekanan setelah reli yang berkelanjutan,” ujarnya.
Saham-saham semikonduktor yang sebelumnya menjadi motor penguatan justru terkoreksi. Saham Samsung Electronics turun 0,91%, sementara SK Hynix melemah 0,86% setelah mencetak rekor pada sesi sebelumnya.
Pelaku pasar juga mencermati rencana rilis laporan keuangan kuartal I dari SK Hynix dalam pekan ini, yang dinilai dapat memengaruhi arah pergerakan saham sektor chip.
Di sektor lain, saham LG Energy Solution justru menguat 1,05%. Sementara saham otomotif seperti Hyundai Motor dan Kia Corporation masing-masing turun 2,38% dan 1,13%.
Adapun saham POSCO Holdings melemah 1,42%, sedangkan Samsung Biologics naik tipis 0,06%.
Secara keseluruhan, dari 906 saham yang diperdagangkan, sebanyak 289 saham menguat dan 578 saham melemah, mencerminkan tekanan jual yang masih dominan di pasar.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai 457,2 miliar won atau sekitar US$38,69 juta, yang turut menekan pergerakan indeks.
Di pasar valuta asing, won Korea Selatan menguat tipis 0,10% terhadap dolar AS ke level 1.478,2. Sementara di pasar obligasi, yield obligasi pemerintah tenor tiga tahun naik menjadi 3,363% dan tenor 10 tahun ke level 3,693%.
Selain itu, data ekonomi terbaru menunjukkan harga produsen di Korea Selatan mengalami kenaikan tertinggi dalam lebih dari tiga tahun pada Maret 2026. Kenaikan ini didorong lonjakan harga minyak global di tengah ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar