Jumat, 11 Sep 2026
light_mode
Beranda » Properti » Aksi Profit Taking Tekan KOSPI, Saham Samsung dan SK Hynix Kompak Turun

Aksi Profit Taking Tekan KOSPI, Saham Samsung dan SK Hynix Kompak Turun

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bursa saham Korea Selatan ditutup melemah pada perdagangan Rabu (22/4/2026), seiring aksi ambil untung investor setelah reli kuat yang dipimpin saham sektor semikonduktor. Mengacu data Reuters, indeks acuan KOSPI turun 19,55 poin atau 0,31% ke level 6.368,92. Padahal sehari sebelumnya, indeks ini sempat mencetak rekor tertinggi.

Analis Kiwoom Securities, Han Ji-young, menilai pergerakan pasar saat ini menunjukkan pola rotasi sektor di tengah aksi ambil untung jangka pendek.

“Pasar bergerak dalam fase rotasi untuk meredam tekanan setelah reli yang berkelanjutan,” ujarnya.

Saham-saham semikonduktor yang sebelumnya menjadi motor penguatan justru terkoreksi. Saham Samsung Electronics turun 0,91%, sementara SK Hynix melemah 0,86% setelah mencetak rekor pada sesi sebelumnya.

Pelaku pasar juga mencermati rencana rilis laporan keuangan kuartal I dari SK Hynix dalam pekan ini, yang dinilai dapat memengaruhi arah pergerakan saham sektor chip.

Di sektor lain, saham LG Energy Solution justru menguat 1,05%. Sementara saham otomotif seperti Hyundai Motor dan Kia Corporation masing-masing turun 2,38% dan 1,13%.

Adapun saham POSCO Holdings melemah 1,42%, sedangkan Samsung Biologics naik tipis 0,06%.

Secara keseluruhan, dari 906 saham yang diperdagangkan, sebanyak 289 saham menguat dan 578 saham melemah, mencerminkan tekanan jual yang masih dominan di pasar.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai 457,2 miliar won atau sekitar US$38,69 juta, yang turut menekan pergerakan indeks.

Di pasar valuta asing, won Korea Selatan menguat tipis 0,10% terhadap dolar AS ke level 1.478,2. Sementara di pasar obligasi, yield obligasi pemerintah tenor tiga tahun naik menjadi 3,363% dan tenor 10 tahun ke level 3,693%.

Selain itu, data ekonomi terbaru menunjukkan harga produsen di Korea Selatan mengalami kenaikan tertinggi dalam lebih dari tiga tahun pada Maret 2026. Kenaikan ini didorong lonjakan harga minyak global di tengah ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Supiani Pecatur Terbaik Tanjab Barat Tutup Usia

    Supiani Pecatur Terbaik Tanjab Barat Tutup Usia

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Jambi. Salah satu pecatur terbaik yang dimiliki Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Supiani, menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (22/6/2026).

  • BRI Cs Sudah Salurkan 84% ke Sektor Riil dari Dana Rp200 Triliun

    BRI Cs Sudah Salurkan 84% ke Sektor Riil dari Dana Rp200 Triliun

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah telah menyalurkan dana ke sektor riil sebesar Rp167,6 triliun per 22 Oktober 2025. Dengan kata lain realisasi penyaluran dana ini sudah 84% dari pagu penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp200 triliun. “Perbankan sudah menggunakan Rp167,6 triliun atau 84% dari yang dana pemerintah yang ditempatkan,” ucap Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian […]

  • PLN Gandeng Brasil Kembangkan PLTA, Dorong Transisi Energi Indonesia

    PLN Gandeng Brasil Kembangkan PLTA, Dorong Transisi Energi Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PLN (Persero) resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan investasi asal Brasil J&F S.A. untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Kolaborasi […]

  • Rupiah  Menguat Rp16.968 per Dolar AS Karena Faktor Ini

    Rupiah Menguat Rp16.968 per Dolar AS Karena Faktor Ini

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Selasa (17/3/2026). Kini rupiah di level Rp16.968 per dolar Amerika Serikat (AS) usai menguat 29 poin atau 0,17 persen dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.997 per dolar AS. Penguatan ini membawa harapan baru bagi mata uang Garuda setelah sebelumnya hampir menyentuh level psikologis Rp17.000 akibat sentimen negatif […]

  • Mitsubishi Fuso Jadi Mobil Komersial Terlaris 2025, Kuasai Hampir 40 Persen Pasar Indonesia

    Mitsubishi Fuso Jadi Mobil Komersial Terlaris 2025, Kuasai Hampir 40 Persen Pasar Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mitsubishi Fuso kembali menegaskan dominasinya di pasar kendaraan niaga nasional. Sepanjang 2025, Mitsubishi Fuso tercatat sebagai merek mobil komersial terlaris di Indonesia dengan penjualan ritel mencapai 25.613 unit. Capaian tersebut membuat Fuso menguasai 39,9 persen pangsa pasar kendaraan komersial Tanah Air, meningkat 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pangsa pasar hampir 40 persen ini […]

  • Formasi CPNS 2026 Diumumkan, BKN Terapkan Skema Zero Growth Tanpa Tambah ASN Baru

    Formasi CPNS 2026 Diumumkan, BKN Terapkan Skema Zero Growth Tanpa Tambah ASN Baru

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa penerimaan CPNS 2026 akan menggunakan skema baru dengan prinsip zero growth. Artinya, tidak ada penambahan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) secara nasional. Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, rekrutmen tahun depan hanya untuk menggantikan pegawai yang pensiun, meninggal dunia, atau mengundurkan diri, bukan untuk menambah […]

expand_less