Kamis, 11 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Kembali Perkasa: Menguat 36 Poin

Rupiah Kembali Perkasa: Menguat 36 Poin

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026). Rupiah bergerak menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.732 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.768 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi kepastian arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) akan longgar.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat di kisaran Rp16.710- Rp16.770 dipengaruhi oleh global melemahnya index dollar menjelang rapat The Fed besok waktu AS. Walaupun diperkirakan The Fed tidak mengubah bunga acuan, namun arah kebijakan The Fed ke depan dipastikan akan longgar,” ungkapnya dikutip dari Antara, Rabu (28/1/2026).

Mengutip Anadolu, Federal Reserve diprediksi akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5-3,75 persen para pertemuan pertama di tahun 2026.

Sebelumnya, FOMC telah memangkas suku bunga Fed sebesar total 75 basis points (bps) pada bulan September, Oktober, dan Desember 2025. Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya tekanan politik dan perselisihan hukum yang sedang berlangsung dengan melibatkan bank sentral.

Presiden AS Donald Trump berulang kali meminta The Fed untuk memangkas suku bunga. Karena itu, pemerintahan AS tengah menyelidiki dugaan tindakan kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell yang merupakan bagian dari upaya Trump untuk menekan kepala bank sentral tersebut agar menurunkan suku bunga.

Sentimen lain terhadap rupiah ialah ketidakjelasan kebijakan tarif dari Trump terhadap sejumlah negara. Mulai dari rencana penerapan tarif 100 persen terhadap ekspor Kanada oleh AS hingga ancaman kenaikan tarif resiprokal dan bea masuk otomotif terhadap Korea Selatan menjadi 25 persen dari sebelumnya 15 persen.

“Ketidakpastian menimbulkan aksi lepas dolar oleh pelaku pasar,” ujar Rully.

Melihat faktor domestik, dukungan kuat BI terhadap stabilitas rupiah memberikan ruang pelonggaran moneter melalui penurunan bunga acuan menjadi akan sangat terbatas.

Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis bahwa nilai tukar rupiah akan menguat secara fundamental didukung oleh inflasi yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang membaik, imbal hasil investasi yang menarik, serta komitmen BI untuk menstabilkan rupiah.

Menurutnya, faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar rupiah saat ini adalah faktor jangka pendek, salah satunya inflasi ekonomi yang terjadi karena kenaikan harga pangan atau volatile food. Hal tersebut terjadi karena adanya cuaca ekstrem serta bencana alam yang berdampak terhadap distribusi komoditas pangan.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, tingkat inflasi, serta pertumbuhan ekonomi nasional, Bank Indonesia telah menurunkan BI-Rate sebanyak 5 kali sejak September 2024 menjadi 4,75 persen, sekaligus tetap membuka peluang adanya penurunan suku bunga lebih lanjut.

Perry mengatakan, pihaknya juga terus melakukan intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) luar negeri, termasuk di Asia, Eropa, dan Amerika. Selain itu, BI pun melakukan intervensi di pasar tunai, spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri.

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,76%.

Selanjutnya, dolar Taiwan melesat 0,49% dan won Korea Selatan menanjak 0,36%. Diikuti, peso Filipina yang terkerek 0,35%.

Kemudian yuan China terlihat menguat tipis 0,08% terhadap the greenback di pagi ini.Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,52%.

Berikutnya ada baht Thailand terkoreksi 0,06% dan dolar Singapura yang turun 0,03%. Disusul, dolar Hongkong yang melemah tipis 0,006%.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan dari Malaysia dan China Masuk ke Aceh, Gubernur Mualem: Mereka Datang untuk Tolong

    Bantuan dari Malaysia dan China Masuk ke Aceh, Gubernur Mualem: Mereka Datang untuk Tolong

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyebut bantuan kemanusiaan dari Malaysia dan China mulai masuk ke Aceh pascabanjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah dalam sepekan terakhir. Menurut Mualem, bantuan dari luar negeri sah-sah saja dilakukan karena saat ini kebutuhan masyarakat penyintas bencana masih sangat mendesak, terutama obat-obatan dan layanan kesehatan. Mualem mencontohkan […]

  • Kadin: Industri Manufaktur Jadi Kunci Tumbuhnya Ekonomi 8 Persen

    Kadin: Industri Manufaktur Jadi Kunci Tumbuhnya Ekonomi 8 Persen

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bahwa industri pengolahan nonmigas (IPNM) atau manufaktur menjadi tulang punggung utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana dicanangkan pemerintah. “Tentu untuk tumbuh delapan persen salah satu faktornya adalah tumbuhnya industri. Tanpa industri tumbuh, ya jangan pernah berharap ekonomi bisa tumbuh 8 persen,” […]

  • Lama Tak Terdengar Soal Meikarta, Menteri PKP Minta ada Unit Subsidi di Meikarta

    Lama Tak Terdengar Soal Meikarta, Menteri PKP Minta ada Unit Subsidi di Meikarta

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Proyek Meikarta yang sempat menyita perhatian khalayak beberapa tahun lalu ternyata tak telantar begirtu saja. Bahkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sudah meninjau proyek di Cikarang ini dan menyebut bukan proyek mangkrak. “Ada 400 hektar yang infrastrukturnya juga sudah selesai dan saya lihat itu bukan proyek yang mangkrak ya,” ujarnya […]

  • OJK: Ketahanan Perbankan Indonesia Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global

    OJK: Ketahanan Perbankan Indonesia Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan I-2026 menunjukkan kinerja perbankan akan tetap solid dengan risiko yang terjaga. Survei dilakukan pada Januari 2026 dengan melibatkan 93 bank responden, yang porsi total asetnya mencapai sebesar 94,17 persen dari total aset bank umum berdasarkan periode […]

  • Harga Sembako di Jambi Stabil, Cabai dan Bawang Masih Fluktuatif

    Harga Sembako di Jambi Stabil, Cabai dan Bawang Masih Fluktuatif

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi terpantau stabil menjelang akhir Oktober 2025. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 26 Oktober 2025, sebagian besar harga bahan pokok di tiga pasar utama — Pasar Rakyat Talang Banjar, Pasar Angso Duo, dan Pasar Rakyat Kasang  […]

  • Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Program Nasional, Dipimpin Airlangga dan Zulhas

    Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Program Nasional, Dipimpin Airlangga dan Zulhas

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan program strategis nasional. Satgas ini dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai Ketua I, dan Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai Ketua II. Satgas ini memiliki tiga kelompok kerja (Pokja) yang bertugas mengawasi, mempercepat, dan menyelesaikan hambatan implementasi program pemerintah di […]

expand_less