Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Tanah Jakarta Turun 10 Cm per Tahun, Seberapa Lama Ibu Kota Bisa Bertahan?

Tanah Jakarta Turun 10 Cm per Tahun, Seberapa Lama Ibu Kota Bisa Bertahan?

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Laju penurunan muka tanah di Jakarta mencapai lebih dari 10 sentimeter per tahun di sejumlah wilayah. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena berpotensi memperparah banjir, merusak infrastruktur, hingga mengancam keberlanjutan kota.

Pengamat tata kota Prof. Putu Rumawan Salain mengatakan, tren tersebut harus segera direspons dengan langkah mitigasi yang terencana dan berkelanjutan.

“Dengan penurunan tanah mencapai 10 sentimeter per tahun, ini cukup mengkhawatirkan. Jakarta wajib menyiapkan blueprint penanggulangan bencana, khususnya banjir,” ujar Putu, Rabu (11/2/2026).

Menurut dia, dari perspektif tata kota, penurunan tanah memicu terbentuknya efek cekungan atau bowl effect. Dalam kondisi ini, permukaan daratan lebih rendah dari sekitarnya sehingga air hujan sulit mengalir keluar secara alami.

Ketika hujan deras bertepatan dengan pasang laut, genangan berpotensi bertahan lebih lama. Kondisi tersebut diperparah dengan terbatasnya kapasitas drainase dan ketergantungan pada sistem pompa.

Putu menilai, Jakarta memerlukan master plan drainase yang canggih dan terintegrasi, termasuk pembangunan sodetan baru serta kolam retensi untuk menahan limpasan air sebelum dipompa keluar.

Selain banjir, dampak lain yang mengintai adalah kerusakan fisik infrastruktur. Penurunan tanah yang tidak merata dapat menyebabkan retakan pada jalan, lantai beton, hingga fondasi bangunan.

“Jika terjadi penurunan yang berbeda-beda di tiap titik, jalan dan bangunan bisa retak. Dalam jangka panjang, ini membahayakan keselamatan,” kata dia.

Salah satu faktor utama amblesnya tanah Jakarta adalah eksploitasi air tanah yang berlebihan. Penggunaan air tanah untuk kebutuhan industri, gedung tinggi, kawasan bisnis, dan permukiman padat dinilai mempercepat penurunan muka tanah.

Menurut Putu, ketergantungan tersebut menunjukkan belum optimalnya penyediaan air bersih berbasis air permukaan oleh pemerintah. Karena itu, ia mendorong pembatasan penggunaan air tanah serta optimalisasi pengolahan air sungai dan danau sebagai sumber air baku.

Wilayah pesisir utara Jakarta menjadi kawasan paling rentan. Selain risiko banjir rob, kawasan ini juga terancam intrusi air laut yang dapat merusak lapisan akuifer air tawar.

Dalam 20 tahun ke depan, para ahli memprediksi risiko banjir meningkat dan kerusakan infrastruktur meluas apabila tren penurunan tanah tidak ditekan.

“Yang paling dikhawatirkan adalah tenggelamnya pesisir pantai Jakarta,” ujar Putu.

Meski demikian, ia menegaskan Jakarta masih bisa bertahan jika strategi mitigasi dijalankan secara konsisten dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indef Nilai Reformasi WTO Penting untuk Perdagangan Multilateral yang Adil

    Indef Nilai Reformasi WTO Penting untuk Perdagangan Multilateral yang Adil

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai keputusan negara-negara anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) terkait reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sangat penting untuk menciptakan sistem perdagangan multilateral yang lebih adil dan berkeadilan. “Menurut saya, WTO masih belum fair. Seharusnya WTO tidak hanya melihat dari kepentingan […]

  • IHSG Menguat ke Posisi 8.300, Terjaga Sentimen BI Rate Ditahan

    IHSG Menguat ke Posisi 8.300, Terjaga Sentimen BI Rate Ditahan

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 26,14 poin atau 0,32 persen ke posisi 8.300,22 pada sesi pertama, Jumat (20/2/2026). IHSG hari ini menghijau di rentang 8.300 – 8.317. Daya tarik pasar saham tetap terjaga didorong kebijakan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 4,75%. “IHSG hari ini, diprediksi […]

  • Bank Masih Dulang Cuan dari Bisnis Bancassurance

    Bank Masih Dulang Cuan dari Bisnis Bancassurance

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pendapatan premi asuransi jiwa dari kanal bancassurance turun pada kuartal III-2025. Namun begitu, sejumlah bank masih menikmati pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) dari bisnis ini. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi dari kanal bancassurance turun 4,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III-2025 menjadi Rp 55,28 triliun. Meski begitu, bancassurance masih […]

  • Investasi Properti Asia Pasifik Tembus Rp517 Triliun, Indonesia Andalkan Sektor Manufaktur

    Investasi Properti Asia Pasifik Tembus Rp517 Triliun, Indonesia Andalkan Sektor Manufaktur

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Aktivitas investasi properti di kawasan Asia Pasifik menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan Jones Lang LaSalle (JLL), nilai investasi properti komersial atau commercial real estate (CRE) di kawasan tersebut tumbuh 15% secara tahunan (YoY) pada kuartal II/2025, mencapai US$31,2 miliar atau sekitar Rp517,68 triliun. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Asia Pasifik […]

  • Mentan Amran Sulaiman Genjot Hilirisasi Kelapa, Target Devisa Rp1.200 Triliun

    Mentan Amran Sulaiman Genjot Hilirisasi Kelapa, Target Devisa Rp1.200 Triliun

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya mempercepat program hilirisasi komoditas hortikultura, termasuk kelapa dalam. Ia menargetkan, ke depan tidak ada lagi ekspor kelapa dalam bentuk utuh atau gelondongan, melainkan sudah dalam bentuk produk olahan bernilai tinggi. Dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (9/10/2025), Amran menjelaskan bahwa hilirisasi kelapa dapat […]

  • Lalai Tangani Krisis Iklim, Warga Jepang Gugat Pemerintah Pusat

    Lalai Tangani Krisis Iklim, Warga Jepang Gugat Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ratusan warga Jepang secara kolektif mengajukan gugatan terhadap pemerintah pusat pada Kamis (18/12/2025), menuntut ganti rugi atas kelalaian inkonstitusional dalam menangani perubahan iklim. Gugatan ini menjadi kasus pertama di Jepang yang secara langsung menuntut ganti rugi dari negara atas kegagalan kebijakan iklim. Gugatan penting ini mengkritik keras perjuangan Jepang yang dianggap tidak memadai, […]

expand_less