Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Hashim Ungkap Empat Perusahaan Keberatan Izinnya Dicabut Terkait Banjir Sumatra

Hashim Ungkap Empat Perusahaan Keberatan Izinnya Dicabut Terkait Banjir Sumatra

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM -Hashim Djojohadikusumo sebut ada 4 dari 28 perusahaan yang izinnya dicabut pemerintah mengajukan keberatan kepada Presiden Prabowo Subianto. Keberatan itu disampaikan lantaran perusahaan menilai pencabutan izin tidak tepat sasaran.

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan keempat perusahaan tersebut menilai aktivitas usaha mereka tidak berada di wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, maupun Sumatra Barat.

“Saya sudah dengar, dari 28 perusahaan itu ada kurang lebih empat yang keberatan karena mereka jauh dari Sumatra Utara, jauh dari Sumatra Barat, dan sama sekali tidak ada di Aceh,” kata Hashim dalam ESG Sustainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurut Hashim, para pemilik perusahaan itu meminta agar Presiden Prabowo meninjau ulang keputusan pencabutan izin usaha, karena merasa tidak terlibat dalam kerusakan lingkungan yang memicu bencana banjir.

Hashim menegaskan, Presiden Prabowo secara konsisten menyampaikan tidak ingin terjadi kesalahan putusan hukum (miscarriage of justice). Oleh karena itu, perusahaan yang merasa dirugikan dipersilakan mengajukan keberatan secara resmi.

“Presiden sudah katakan beberapa kali, termasuk ke saya, beliau tidak mau lagi miscarriage of justice. Jadi kalau memang ada keberatan, silakan diajukan. Itu langkah yang tepat,” ujar Hashim.

Meski demikian, Hashim menekankan bahwa pemerintah memiliki bukti kuat atas pencabutan izin terhadap 28 perusahaan tersebut. Bukti itu antara lain berupa temuan kayu-kayu gelondongan yang hanyut terbawa banjir dan diduga berasal dari aktivitas pembalakan liar berskala besar.

“Kayu gelondongan itu bukan akibat kejadian alami. Itu hasil penebangan besar-besaran, bukan penebangan rakyat. Terlihat jelas menggunakan alat berat seperti ekskavator dan bulldozer,” ucapnya.

Pemerintah sebelumnya mencabut izin pemanfaatan hutan (PBPH) milik 28 perusahaan yang dinilai terbukti melakukan pelanggaran dan berkontribusi terhadap banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Keputusan tersebut diambil Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 19 Januari 2026, sebagaimana disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dari total perusahaan itu, 22 bergerak di sektor kehutanan, sementara enam lainnya berasal dari sektor tambang, perkebunan, dan energi.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Profit Taking Tekan KOSPI, Saham Samsung dan SK Hynix Kompak Turun

    Aksi Profit Taking Tekan KOSPI, Saham Samsung dan SK Hynix Kompak Turun

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa saham Korea Selatan ditutup melemah pada perdagangan Rabu (22/4/2026), seiring aksi ambil untung investor setelah reli kuat yang dipimpin saham sektor semikonduktor. Mengacu data Reuters, indeks acuan KOSPI turun 19,55 poin atau 0,31% ke level 6.368,92. Padahal sehari sebelumnya, indeks ini sempat mencetak rekor tertinggi. Analis Kiwoom Securities, Han Ji-young, menilai pergerakan […]

  • Produsen ATR 42-500 Ikut Bantu Investigasi Kecelakaan Pesawat Sewaan KKP

    Produsen ATR 42-500 Ikut Bantu Investigasi Kecelakaan Pesawat Sewaan KKP

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Produsen pesawat ATR menyatakan akan ikut membantu proses investigasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraun, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dalam pernyataan resminya, ATR menyampaikan duka cita kepada seluruh pihak yang terdampak serta menegaskan keterlibatan penuh dalam mendukung proses penyelidikan yang dipimpin otoritas […]

  • Saat Ibu Bekerja, Anak Perempuan Punya Peluang Sekolah Lebih Tinggi

    Saat Ibu Bekerja, Anak Perempuan Punya Peluang Sekolah Lebih Tinggi

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kesempatan perempuan untuk bekerja tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi anak perempuan untuk mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Hal tersebut tergambar dari kisah Ai Rahmawati (39), warga Desa Pasirsalam, Kecamatan Mangunreja, yang berhasil menyekolahkan anak perempuannya hingga ke jenjang lebih tinggi. Di lingkungannya, kondisi tersebut […]

  • KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut dan Stafsus Gus Alex Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024

    KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut dan Stafsus Gus Alex Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dan mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji Kementerian Agama tahun 2023-2024. “Confirm, KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yang pertama YCQ selaku eks Menag, […]

  • Dana BTT Rp4,9 Miliar untuk Depo Sampah Dipertanyakan, Apa Saja Syarat Penggunaannya Menurut Aturan?

    Dana BTT Rp4,9 Miliar untuk Depo Sampah Dipertanyakan, Apa Saja Syarat Penggunaannya Menurut Aturan?

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana Pemerintah Kota Jambi menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp4,9 miliar untuk pembangunan depo sampah dan mendukung sistem Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Polemik tidak hanya menyangkut efektivitas kebijakan pengelolaan sampah, tetapi juga menyasar aspek legalitas penggunaan anggaran. Sejumlah kalangan mempertanyakan apakah pembangunan depo sampah […]

  • Insentif Stunting Daerah Turun Drastis Usai Dipangkas Menkeu Purbaya

    Insentif Stunting Daerah Turun Drastis Usai Dipangkas Menkeu Purbaya

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memangkas alokasi dana insentif fiskal untuk daerah berprestasi dalam penurunan stunting. Jika pada tahun 2024 anggaran yang disiapkan mencapai Rp 775 miliar, pada tahun 2025 turun drastis menjadi hanya Rp 300 miliar. Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 330 Tahun 2025, yang diteken Purbaya pada […]

expand_less