Sabtu, 25 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » PIS Kurangi Emisi Karbon 116 Ribu Ton Sepanjang 2025

PIS Kurangi Emisi Karbon 116 Ribu Ton Sepanjang 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT Pertamina International Shipping (PIS) mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pengurangan emisi karbon sepanjang 2025. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini berhasil menekan emisi hingga 116.761 ton setara karbon dioksida (CO2e) melalui berbagai inisiatif pelayaran berkelanjutan.

Kontribusi penurunan emisi terbesar berasal dari armada tanker unggulan PIS, di antaranya Pertamina Prime sebesar 37.596 ton CO2e, Pertamina Pride 24.969 ton CO2e, serta Pertamina Halmahera yang mencapai 15.407 ton CO2e.

Dari sisi operasional, optimalisasi kecepatan kapal (speed optimization) menjadi faktor dominan dalam pengurangan emisi. Strategi ini menyumbang sekitar 78.500 ton CO2e atau setara 67 persen dari total penurunan emisi sepanjang tahun lalu.

Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan, pengaturan kecepatan kapal yang presisi terbukti mampu menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan tanpa mengganggu keandalan distribusi energi nasional.

“PIS berkomitmen menjaga keseimbangan energi melalui transformasi industri maritim menuju pelayaran hijau yang lebih berkelanjutan,” ujar Vega di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Selain fokus pada efisiensi energi dan modernisasi teknologi kapal, PIS juga aktif menjalankan program pelestarian lingkungan laut. Melalui inisiatif blue carbon restoration, PIS telah melakukan penanaman 38.000 pohon mangrove, 3.200 lamun, serta 2.635 fragmen terumbu karang sebagai bagian dari pemulihan ekosistem pesisir Indonesia.

Tak hanya itu, PIS juga terlibat dalam upaya perlindungan biota laut dengan menandai dan memantau hiu paus di perairan Kepulauan Derawan. Hingga kini, PIS telah menandai 7 ekor hiu paus dan memantau 207 ekor dalam dua tahun terakhir.

Di sisi sosial, PIS terus memperkuat budaya kerja yang aman dan inklusif melalui komunitas PERTIWI (Perempuan Pertamina Tangguh Inspiratif Wibawa Integritas), yang ditargetkan meningkatkan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan hingga 30 persen pada 2034.

PIS juga mengembangkan talenta maritim melalui berbagai program kepemimpinan seperti Next Wave, Navigator, dan AcademySEA, guna mencetak pemimpin masa depan industri pelayaran nasional yang berdaya saing global.

Melalui rangkaian program lingkungan, sosial, dan tata kelola tersebut, PIS menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta memperkuat ketahanan energi nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respons Kemnaker soal Gugatan UMP Jakarta 2026 ke PTUN: Penetapan Upah Jadi Hak Prerogatif Gubernur

    Respons Kemnaker soal Gugatan UMP Jakarta 2026 ke PTUN: Penetapan Upah Jadi Hak Prerogatif Gubernur

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merespons rencana serikat buruh yang akan menggugat penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Gugatan tersebut dipicu ketidakpuasan buruh atas besaran UMP Jakarta 2026 yang ditetapkan sebesar Rp5,73 juta per bulan. Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah […]

  • Mastercard Strive Dorong Pertumbuhan UMKM Garut lewat Kolaborasi dengan Mitra Lokal

    Mastercard Strive Dorong Pertumbuhan UMKM Garut lewat Kolaborasi dengan Mitra Lokal

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Program Mastercard Strive dari Mastercard Center for Inclusive Growth terus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra lokal, program ini membantu pelaku UMKM di Kabupaten Garut, Jawa Barat, agar bisa naik kelas dan berdaya saing di era digital. Program ini dijalankan bersama Mercy […]

  • Harga Batubara Acuan (HBA) Naik ke US$ 103,43 per Ton pada April 2026

    Harga Batubara Acuan (HBA) Naik ke US$ 103,43 per Ton pada April 2026

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menaikkan Harga Batubara Acuan (HBA) pada periode kedua April 2026. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 145.K/MB.01/MEM.B/2026 yang ditetapkan pada 15 April 2026, seluruh kategori batubara dari berbagai tingkat kalori tercatat mengalami kenaikan harga. Untuk batubara kalori tinggi dengan nilai 6.322 kcal/kg GAR, HBA ditetapkan sebesar […]

  • Harga Sembako di Pasar Kasang Stabil, Harga Cabai Melonjak Tajam

    Harga Sembako di Pasar Kasang Stabil, Harga Cabai Melonjak Tajam

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, pada Jumat (21/11/2025) tercatat masih stabil. Namun, beberapa komoditas strategis, terutama kelompok cabai dan ayam broiler, mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Data tersebut diperoleh dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai rawit hijau yang melonjak 33,33 persen menjadi […]

  • BPK Temukan Pemborosan Rp 9,9 Triliun di PT Pupuk Indonesia Akibat Pabrik Tua

    BPK Temukan Pemborosan Rp 9,9 Triliun di PT Pupuk Indonesia Akibat Pabrik Tua

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pemeriksa Keuangan mengungkap adanya pemborosan biaya produksi pupuk mencapai Rp 9,9 triliun yang terjadi di tubuh PT Pupuk Indonesia. Temuan tersebut berkaitan dengan operasional pabrik tua yang dinilai tidak efisien. Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II 2025, BPK menyoroti tingginya konsumsi energi pada pabrik amonia milik perusahaan. Rata-rata konsumsi gas tercatat […]

  • Impor Ilegal Hantam Industri Tekstil Lokal

    Impor Ilegal Hantam Industri Tekstil Lokal

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Banjirnya produk tekstil impor ilegal kembali jadi sorotan. Ikatan Pengusaha Kecil dan Menengah (IPKB) menilai maraknya barang masuk tanpa izin resmi telah menekan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) tekstil yang kini makin kesulitan bertahan di pasar domestik. Ikatan Pengusaha Kecil dan Menengah (IPKB) mendesak pemerintah untuk segera memberikan dukungan nyata kepada industri […]

expand_less