Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Bank Indonesia Yakin Rupiah Tetap Stabil, Didukung Fundamental Ekonomi

Bank Indonesia Yakin Rupiah Tetap Stabil, Didukung Fundamental Ekonomi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah akan tetap stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke depan. Keyakinan ini ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang solid, inflasi yang terkendali, serta stabilitas sistem keuangan yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa rupiah berpotensi bergerak stabil dengan kecenderungan menguat, seiring dukungan imbal hasil aset domestik yang menarik dan prospek pertumbuhan ekonomi yang membaik pada awal 2026.

“Ke depan, nilai tukar diperkirakan akan stabil dengan kecenderungan menguat, didukung inflasi yang rendah, imbal hasil menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” ujar Perry dalam konferensi pers KSSK, Selasa (27/1/2026).

BI mencatat ketahanan eksternal Indonesia masih berada pada level yang kuat, tercermin dari cadangan devisa yang tinggi dan berada di atas standar kecukupan internasional. Meski rupiah sempat mengalami tekanan akibat dinamika arus modal global, bank sentral menilai kondisi tersebut masih terkendali dan sejalan dengan perkembangan pasar global.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan stabilisasi, antara lain melalui intervensi di pasar valas, optimalisasi transaksi Non-Delivery Forward (NDF), serta penguatan operasi moneter yang pro-pasar.

Selain itu, BI juga mengintensifkan transaksi spot dan swap dalam mata uang mitra dagang utama seperti yuan China dan yen Jepang, guna mendukung penguatan local currency transaction.

Di sisi domestik, inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi inti yang rendah dan ekspektasi harga yang stabil. BI juga melanjutkan kebijakan makroprudensial longgar untuk mendorong penyaluran kredit dan mendukung pemulihan sektor riil.

Analis menilai pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen global, terutama arah kebijakan moneter AS dan kondisi pasar keuangan internasional. Melemahnya dolar AS serta membaiknya selera risiko global memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.

Di dalam negeri, pasar juga mencermati konsistensi kebijakan dan kredibilitas otoritas moneter. Kepercayaan terhadap BI dalam menjaga stabilitas dinilai menjadi faktor utama yang menopang pergerakan rupiah, terlepas dari dinamika internal dan sentimen jangka pendek.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepgub Baru Permudah Warga DKI Miliki Rumah, BPHTB Bisa Dipangkas hingga 75 Persen

    Kepgub Baru Permudah Warga DKI Miliki Rumah, BPHTB Bisa Dipangkas hingga 75 Persen

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam upaya membantu masyarakat memiliki rumah pertama dan meringankan beban pajak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 840 Tahun 2025. Aturan ini memberikan pengurangan dan pembebasan pokok Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi warga yang memenuhi syarat tertentu. Kebijakan ini menjadi langkah lanjutan Pemprov DKI Jakarta […]

  • Buka Puasa Bersama Ormas, Wali Kota Jambi Maulana Perkuat Sinergi Bangun Kota Jambi Bahagia

    Buka Puasa Bersama Ormas, Wali Kota Jambi Maulana Perkuat Sinergi Bangun Kota Jambi Bahagia

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wali Kota Jambi Maulana memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk mempererat silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan buka puasa bersama organisasi masyarakat (ormas) yang digelar di Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini dihadiri pimpinan pondok pesantren, organisasi keagamaan, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan yang selama ini […]

  • Rupiah Perkasa Pagi Ini, Sentuh Level Segini

    Rupiah Perkasa Pagi Ini, Sentuh Level Segini

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (31/3/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.987 per dolar AS. Berdasarkan data dari Antara, rupiah naik 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.987 per dolar AS dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.002 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata uang kawasan Asia […]

  • Jangan Asal Pasang! Ternyata Keramik Perlu Direndam Sebelum Dipasang

    Jangan Asal Pasang! Ternyata Keramik Perlu Direndam Sebelum Dipasang

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lantai keramik yang terlihat rapi dan kokoh ternyata menyimpan proses pemasangan yang tidak bisa dilakukan sembarangan. Banyak pemilik rumah baru menyadari adanya masalah setelah keramik mulai berbunyi kopong, terangkat, hingga retak, padahal usia bangunan masih tergolong baru. Salah satu hal yang kerap menjadi pertanyaan saat proses pemasangan adalah apakah keramik perlu direndam air […]

  • Rupiah Melemah Jadi Rp16.620 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Jadi Rp16.620 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) rontok pada Kamis (23/10/2025). Pelemahan itu tertekan oleh meningkatnya sentimen risk-off di pasar global. Mengutip Antara, rupiah melemah sebesar 35 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.620 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.585 per dolar AS. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede di Jakarta, Kamis, mengatakan […]

  • Ombudsman Temukan Maladministrasi, Piutang BLBI Masih Rp 211,98 Triliun

    Ombudsman Temukan Maladministrasi, Piutang BLBI Masih Rp 211,98 Triliun

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyoroti kinerja Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), menyusul masih besarnya piutang negara yang belum tertagih. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2024, piutang negara bukan pajak yang didominasi BLBI tercatat mencapai Rp 211,98 triliun. Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra […]

expand_less