Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Trump Klaim AS Tenggelamkan 9 Kapal Perang Iran, Konflik Timur Tengah Kian Membara

Trump Klaim AS Tenggelamkan 9 Kapal Perang Iran, Konflik Timur Tengah Kian Membara

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Presiden Donald Trump mengklaim pasukan Amerika Serikat telah menghancurkan dan menenggelamkan sembilan kapal perang milik Iran di tengah perang yang terus berkobar di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Minggu (1/3/2026).

“Saya baru saja diberitahu, kita sudah menghancurkan dan menenggelamkan 9 kapal Angkatan Laut Iran, beberapa di antaranya relatif besar dan penting,” tulis Trump.

Ia juga menegaskan operasi militer AS akan terus berlanjut dan kapal-kapal Iran lainnya akan menjadi target berikutnya.

“Mereka akan segera mengapung di dasar laut juga!” imbuhnya.

Dalam pernyataan terpisah, Trump juga mengungkapkan bahwa pasukan AS berhasil menghancurkan Markas Besar Angkatan Laut Iran dalam serangan berbeda.

Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer gabungan AS dan Israel yang diluncurkan pada Sabtu (28/2/2026). Serangan udara tersebut menggempur berbagai wilayah strategis di Iran.

Imbas serangan itu dilaporkan sangat besar. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, disebut tewas dalam serangan tersebut. Sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya, termasuk menteri pertahanan dan Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), juga dilaporkan menjadi korban.

Tak tinggal diam, Iran langsung melancarkan serangan balasan terhadap aset-aset AS dan Israel. IRGC dikabarkan melanjutkan operasi militernya sehari setelah pengumuman resmi kematian Khamenei.

Eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran kini tak hanya berdampak pada stabilitas politik kawasan, tetapi juga mengguncang pasar global.

Ketegangan di Timur Tengah memicu lonjakan kekhawatiran terhadap keamanan jalur energi dunia, khususnya di sekitar Selat Hormuz. Investor global mulai bereaksi dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan harga minyak dan ketidakstabilan ekonomi.

Pasar saham di sejumlah negara dilaporkan bergerak volatil, sementara harga komoditas energi menunjukkan tren kenaikan sejak konflik memanas.

Jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga ke ekonomi global secara luas. Perkembangan situasi militer dan respons lanjutan dari kedua pihak kini menjadi perhatian utama komunitas internasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agrinas Bangun 1.357 Kopdes Merah Putih, 30.500 Unit Dalam Proses, Target 80 Ribu Rampung 2026

    Agrinas Bangun 1.357 Kopdes Merah Putih, 30.500 Unit Dalam Proses, Target 80 Ribu Rampung 2026

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) telah membangun 1.357 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sementara itu, sekitar 30.500 unit lainnya saat ini masih dalam proses pembangunan. Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan untuk memperkuat ekosistem distribusi pangan dan sarana produksi di tingkat desa. “Hari ini kita sudah […]

  • Diakui Dunia, Kampung Mrican Yogyakarta Raih Penghargaan Tertinggi Ammodo

    Diakui Dunia, Kampung Mrican Yogyakarta Raih Penghargaan Tertinggi Ammodo

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Arsitektur yang bertanggung jawab secara sosial dan ekologis kini mendapat sorotan global. Dalam edisi kedua Ammodo Architecture Award 2025 yang diumumkan di Amsterdam Kamis (13/11/2025), sebuah proyek dari Indonesia, Kampung Mrican Phase 1, berhasil meraih penghargaan tertinggi, yaitu Social Architecture Award, mengalahkan ratusan karya dari 60 lebih negara. Penghargaan ini menegaskan praktik arsitektur […]

  • Drainase Tersumbat Picu Genangan di Simpang Mayang, Tim Gabungan Bersama-sama Bersihkan Saluran Air

    Drainase Tersumbat Picu Genangan di Simpang Mayang, Tim Gabungan Bersama-sama Bersihkan Saluran Air

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Genangan air yang menghambat lalu lintas di Simpang Mayang saat hujan dengan curah tinggi di Kota Jambi pada Jumat (12/12/2025) turut dipicu adanya penyumbatan drainase. Aliran air di drainase yang berada di RT 23, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Telanaipura, Simpang Mayang tersebut tersumbat sehingga melimpah ke jalan raya dan nyaris masuk ke […]

  • Emas Antam Terjun Bebas, Cek Harga Terbaru Disini

    Emas Antam Terjun Bebas, Cek Harga Terbaru Disini

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam anjlok hari ini. Dari semula Rp3.027.000, kini menjadi Rp2.844.000 per gram. Dikutip dari laman Logam Mulia, Selasa (3/2/2026), harga emas Antam anjlok Rp183.000. Sepanjang 2026, harga emas Antam masih melonjak 14%. Sebab, pada 1 Januari lalu, harga emas Antam tercatat hanya sebesar Rp 2.488.000 per gram. Sementara harga beli kembali […]

  • BPS Catat Kemiskinan RI 8,07 Persen, Bank Dunia Hitung 68,3 Persen, Kok Bisa?

    BPS Catat Kemiskinan RI 8,07 Persen, Bank Dunia Hitung 68,3 Persen, Kok Bisa?

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Angka kemiskinan Indonesia terlihat jomplang ketika menggunakan standar yang berbeda. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta orang. Sementara Bank Dunia mencatat 68,3 persen penduduk Indonesia pada 2024 berada di bawah garis kemiskinan untuk negara berpendapatan menengah atas atau upper-middle-income countries (UMIC). […]

  • Terpuruk! Rupiah Bergerak di Zona Merah Akibat Konflik di Timur Tengah

    Terpuruk! Rupiah Bergerak di Zona Merah Akibat Konflik di Timur Tengah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tampaknya belum membaik. Pada perdagangan pagi ini rupiah kembali tertekan dari dolar Amerika Serikat (AS) akibat sentimen konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi serta kekhawatiran penutupan Selat Hormuz membuat rupiah bergerak di zona merah. Berdasarkan data pasar, Jumat (6/3/2026), rupiah melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi […]

expand_less