Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Kuota Impor Daging Sapi 2026 Dipangkas Drastis, Importir Teriak Terancam PHK & Gejolak Pasokan

Kuota Impor Daging Sapi 2026 Dipangkas Drastis, Importir Teriak Terancam PHK & Gejolak Pasokan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kebijakan pemangkasan kuota impor daging sapi 2026 menuai protes keras dari pelaku usaha. Para importir daging sapi yang tergabung dalam sejumlah asosiasi mendatangi Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempertanyakan keputusan pemerintah yang memangkas kuota secara drastis tanpa sosialisasi sebelumnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha dan Distributor Daging Indonesia (APDDI), Teguh Boediyana, menyebut kuota impor daging sapi reguler yang hanya 30.000 ton untuk lebih dari 100 perusahaan importir sebagai kebijakan yang tidak rasional. Angka tersebut hanya sekitar 16% dari kuota impor 2025 yang mencapai 180.000 ton.

Menurut Teguh, minimnya kuota impor daging sapi berpotensi besar mengganggu kelangsungan usaha importir yang telah menyusun rencana bisnis dengan asumsi volume serupa tahun lalu. Ia memperingatkan, kondisi ini dapat memicu gejolak pasokan daging sapi hingga berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Tanpa kuota yang memadai, konsekuensinya sangat berat bagi pengusaha. Risiko gejolak pasokan hingga PHK sangat mungkin terjadi,” ujar Teguh, Senin (12/1/2026).

Pemerintah sendiri menetapkan total kuota impor daging 2026 sebesar 297.000 ton. Namun, hampir seluruh kuota tersebut dialokasikan kepada BUMN, yakni PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Rinciannya meliputi 100.000 ton daging kerbau asal India, 75.000 ton daging sapi dari Brasil, serta 75.000 ton daging sapi dari negara lain.

Dominasi BUMN dalam pengadaan daging impor ini dinilai menggeser peran swasta. Teguh menegaskan, swasta seharusnya tetap dilibatkan, kecuali untuk penugasan khusus seperti stabilisasi harga atau kondisi darurat.

Ia juga meragukan efektivitas kebijakan tersebut dalam menjaga harga daging di pasar. Pasalnya, penugasan impor daging kerbau India sebelumnya dinilai belum mampu mengendalikan harga secara optimal.

Polemik kebijakan impor daging sapi 2026 ini dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada dunia usaha, tetapi juga berpotensi memicu ketidakstabilan pasokan dan harga daging sapi di dalam negeri jika tidak segera dievaluasi.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Membuka Usaha di Jambi?

    Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Membuka Usaha di Jambi?

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menentukan modal usaha menjadi salah satu keputusan awal yang menentukan keberlangsungan bisnis. Bagi calon pengusaha di Jambi, kebutuhan modal tidak hanya mencakup biaya menyewa tempat atau membeli peralatan, tetapi juga modal kerja hingga cadangan kas. Data BPS melalui publikasi Profil Industri Mikro dan Kecil Provinsi Jambi 2024 menunjukkan bahwa karakteristik industri mikro dan […]

  • OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia

    OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan nasional, khususnya bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang merupakan salah satu segmen prioritas dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025, melalui peluncuran Buku Saku Literasi Keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia bertema “PMI Cerdas Finansial, Menuju Indonesia Maju”. Peluncuran buku ini merupakan wujud […]

  • Pasar Asia Tergelincir Meski Wall Street Menguat, Saham Amazon dan Nvidia Jadi Pendorong Utama

    Pasar Asia Tergelincir Meski Wall Street Menguat, Saham Amazon dan Nvidia Jadi Pendorong Utama

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar saham di kawasan Asia dan Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Selasa (4/11/2025), meskipun bursa Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mencatat reli kuat yang dipimpin oleh saham-saham teknologi besar seperti Amazon dan Nvidia. Dikutip dari CNBC, reli di Wall Street didorong oleh lonjakan saham Amazon sebesar 4 persen setelah perusahaan menandatangani kesepakatan […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah

    Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa penguatan fondasi ekonomi nasional menjadi strategi utama pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. Menurut Purbaya, stabilitas nilai tukar akan lebih mudah dijaga apabila kondisi fundamental ekonomi tetap kuat. Dengan demikian, gejolak eksternal tidak akan memberikan tekanan yang terlalu besar terhadap rupiah. […]

  • Rupiah Menguat Jadi Rp16.667 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Jadi Rp16.667 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan pagi ini, Selasa (25/11/2025). Rupiah dibuka menguat 32 poin atau 0,19 persen menjadi Rp16.667 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.699 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah […]

  • Jelang High Season, Dafam Property (DFAM) Siapkan Strategi Bundling hingga Dynamic Pricing untuk Dongkrak Okupansi Hotel

    Jelang High Season, Dafam Property (DFAM) Siapkan Strategi Bundling hingga Dynamic Pricing untuk Dongkrak Okupansi Hotel

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjelang musim libur akhir tahun yang menjadi momentum emas bagi industri perhotelan, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) tak tinggal diam di tengah tekanan bisnis sepanjang 2025. Perseroan menyiapkan strategi agresif mulai dari paket bundling hingga penerapan dynamic pricing untuk menggenjot okupansi hotel di periode high season Natal dan Tahun Baru. Sekretaris Perusahaan […]

expand_less