Kamis, 20 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Tak Terima PBI BPJS Kesehatan

Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Tak Terima PBI BPJS Kesehatan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan fakta mencengangkan terkait data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Dalam rapat bersama DPR RI, Senin (9/2/2026), pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menyebut sebanyak 54 juta warga miskin di Indonesia belum menerima bantuan iuran BPJS Kesehatan, meski masuk kategori masyarakat tidak mampu.

Temuan tersebut diperoleh setelah Kementerian Sosial melakukan pemutakhiran data menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2025. Hasilnya menunjukkan ketimpangan serius dalam penyaluran bantuan, mulai dari kesalahan inklusi hingga eksklusi yang dinilai sudah masif.

Berdasarkan data Kemensos 2026, tercatat 54,13 juta warga miskin yang berada pada desil 1 hingga 5 belum terdaftar sebagai penerima PBI BPJS. Sebaliknya, sebanyak 15,12 juta warga yang tergolong mampu (desil 6–10) justru masih menikmati bantuan iuran kesehatan dari pemerintah.

Selain itu, pemerintah telah menonaktifkan 13,5 juta peserta PBI BPJS Kesehatan sepanjang 2025–2026 karena dinilai tidak tepat sasaran. Banyak dari peserta tersebut diketahui memiliki aset berupa rumah dan kendaraan bermotor, namun masih tercatat sebagai penerima bantuan negara.

“Yang lebih mampu justru terlindungi, sementara yang rentan harus menunggu. Ini data hasil pemutakhiran yang kami peroleh sepanjang 2025,” ujar Gus Ipul di Gedung Parlemen, Jakarta.

Menurutnya, langkah pembersihan data ini perlu dilakukan agar anggaran negara benar-benar menyasar masyarakat yang berhak. Ia menegaskan, akurasi data menjadi kunci utama dalam memperbaiki tata kelola program jaminan sosial, khususnya di sektor kesehatan.

Menanggapi polemik penonaktifan jutaan peserta PBI yang berdampak pada layanan rumah sakit, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan adanya masa transisi. DPR dan pemerintah sepakat layanan kesehatan bagi peserta yang dinonaktifkan tetap dijamin sementara waktu.

“Dalam tiga bulan ke depan, seluruh layanan kesehatan tetap berjalan dan iuran PBI tetap dibayarkan oleh pemerintah,” tegas Dasco.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memberi ruang bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan verifikasi ulang data, sekaligus memastikan tidak ada warga miskin yang kehilangan akses layanan kesehatan akibat pembaruan data PBI BPJS Kesehatan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Jatuh Hingga Rp 124 per Kilogram

    Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Jatuh Hingga Rp 124 per Kilogram

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren penurunan harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi masih berlanjut. Bahkan penurunan harga untuk periode kali ini jauh lebih dalam. Bila pada periode sebelumnya harga tandan buah segar umur tanam 10-20 tahun hanya turun Rp 39,71/Kg TBS, kali ini mencapai Rp 124,51/Kg TBS. Harga baru ini berlaku untuk 7-13 November 2025. Penetapan harga […]

  • Ditjen Pajak Soroti Crazy Rich, Banyak Kejanggalan Ditemukan di Laporan SPT

    Ditjen Pajak Soroti Crazy Rich, Banyak Kejanggalan Ditemukan di Laporan SPT

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mulai memperketat pengawasan terhadap para wajib pajak berpenghasilan tinggi atau high wealth individual (HWI), setelah menemukan banyak ketidaksesuaian dalam laporan Surat Pemberitahuan (SPT). Langkah pengetatan ini dilakukan DJP untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan, khususnya di segmen wajib pajak kaya yang selama ini memiliki kemampuan ekonomi besar, namun kontribusi […]

  • NM Izhar Bafadhol Juara Padang Open National Chess Tournament 2025, Anna Mepti Febria Raih Peringkat Tiga

    NM Izhar Bafadhol Juara Padang Open National Chess Tournament 2025, Anna Mepti Febria Raih Peringkat Tiga

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Pecatur andalan Provinsi Jambi, NM Izhar Bafadhol, menorehkan prestasi membanggakan dengan keluar sebagai juara pertama kategori Open pada Padang Open National Chess Tournament 2025. Turnamen bergengsi ini digelar di Lubuk Minturun, Kota Padang, pada 19–21 Desember 2025, dan diikuti puluhan pecatur terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Pada ajang tersebut, Izhar tampil impresif […]

  • Prabowo Minta Maaf ke Pengungsi Aceh: Listrik Belum Pulih, Pemerintah Janji Percepat Bantuan

    Prabowo Minta Maaf ke Pengungsi Aceh: Listrik Belum Pulih, Pemerintah Janji Percepat Bantuan

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto meninjau posko pengungsian korban banjir bandang di sekitar Jembatan Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (12/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada warga karena belum semua bantuan dapat tersalurkan secara merata. Prabowo hadir didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Kepala […]

  • Harga Perak Antam Cetak Rekor Lagi Jadi Rp72.900 per Gram

    Harga Perak Antam Cetak Rekor Lagi Jadi Rp72.900 per Gram

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni PT Antam kembali mencatatkan level tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) hari ini, Kamis (29/1/2026). Mengutip laman Logammulia.com, harga perak batangan Antam dibanderol di level Rp72.900 per gram. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp2.200 dari Rp69.450 per gram pada Rabu 28 Januari 2026. Untuk harga dasar perak Antam […]

  • 36 Penerima Beasiswa LPDP Diperiksa, Terancam Sanksi Pengembalian Dana

    36 Penerima Beasiswa LPDP Diperiksa, Terancam Sanksi Pengembalian Dana

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 36 penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menjalani proses pemeriksaan lanjutan karena belum memenuhi kewajiban pengabdian di Indonesia. Salah satu di antaranya menjadi sorotan publik setelah kasusnya viral di media sosial. Direktur Utama LPDP, Sudarto, mengatakan proses klarifikasi dilakukan secara menyeluruh dan berbasis data. Pemeriksaan dilakukan dengan menelusuri data perlintasan, […]

expand_less