Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Bangkit ke Level Rp16.788 per Dolar AS

Rupiah Bangkit ke Level Rp16.788 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Sel, 30 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Selasa (30/12/2025) pagi ini. Rupiah bangkit menuju level Rp 16.781 per dolar AS.

Rupiah menguat 0,04 persen atau 7 poin dibandingkan Harga penutupan kemarin, Senin (29/12) yang berada di level Rp 16,788 per dolar AS. Penguatan ini seiring tekanan dolar jelang rilis risalah The Fed. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun 0,01% ke level 98,02.

Adapun mata uang di Asia dibuka bervariasi. Yen Jepang melemah 0,08% bersama peso Filipina sebesar 0,03%. Adapun, baht Thailand dan ringgit Malaysia mencatat penguatan masing-masing sebesar 0,18% dan 0,23%.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa indeks dolar AS dalam tiga hari ke depan kemungkinan besar akan berada pada support 97,57 dan resistance pada 93,39.

“Indeks dolar kemungkinan melemah di akhir tahun, kemungkinan support-nya 97,57, kemudian resistance pada 98,39,” ujar Ibrahim.

Sementara itu, Ibrahim memperkirakan bahwa rupiah akan ditutup melemah pada level Rp16.850 per dolar AS pada akhir tahun, Rabu (31/12/2025).

Melansir Trading Economics, sentimen rupiah masih rapuh seiring sikap dovish Bank Indonesia (BI) yang terus membebani pergerakan mata uang domestik. Kondisi ini terjadi meski Dewan Gubernur BI mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% untuk ketiga kalinya berturut-turut pada pertengahan Desember, setelah memangkas total 150 basis poin sepanjang tahun lalu.

Pejabat BI mengisyaratkan pelonggaran kebijakan lanjutan masih berpeluang dilakukan guna menopang pertumbuhan ekonomi, terutama setelah terjadinya bencana besar di Sumatera. Di sisi lain, sikap kehati-hatian pelaku pasar meningkat menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting pada pekan ini, termasuk inflasi Desember dan neraca perdagangan November.

Trading Economics mencatat sepanjang 2025 rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di Asia, dengan pelemahan sekitar 4,3%. Dari sisi kebijakan, BI juga akan menghentikan penggunaan Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) dan menggantinya dengan Indonesian Overnight Index Average (IndONIA) mulai 1 Januari 2026 guna meningkatkan transparansi pasar uang serta menyelaraskan praktik domestik dengan standar global.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Era Prabowo, Dana Riset Kemendiktisaintek Melonjak 218 Persen

    Era Prabowo, Dana Riset Kemendiktisaintek Melonjak 218 Persen

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengungkapkan bahwa dana riset mengalami kenaikan signifikan hingga 218 persen pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Stella, lonjakan anggaran tersebut terjadi hanya dalam kurun waktu satu tahun dan menjadi bukti kuat komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor riset dan inovasi nasional. “Di bawah […]

  • Gubernur Malut dan Aceh Minta Solusi atas Pemotongan Dana Transfer ke Daerah

    Gubernur Malut dan Aceh Minta Solusi atas Pemotongan Dana Transfer ke Daerah

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf berharap pertemuan antara pemerintah daerah dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dapat menghasilkan solusi konkret pascapemotongan Transfer ke Daerah (TKD) agar pembangunan infrastruktur di daerah tetap berjalan optimal. Pertemuan yang digelar di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (7/10/2025) itu dihadiri puluhan […]

  • Ekonomi China Melambat Tajam pada Oktober 2025, Investasi dan Industri Tertekan Krisis Properti

    Ekonomi China Melambat Tajam pada Oktober 2025, Investasi dan Industri Tertekan Krisis Properti

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perekonomian China kembali menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan pada Oktober 2025. Serangkaian data terbaru yang dirilis Biro Statistik Nasional China (NBS) menegaskan bahwa pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu masih rapuh, terutama akibat krisis properti berkepanjangan, lemahnya permintaan domestik, hingga tekanan eksternal dari melemahnya ekonomi global. Kondisi ini menambah kekhawatiran investor dan pelaku pasar […]

  • Purbaya Tolak Permintaan Bos Danantara: Pembebasan Pajak BUMN

    Purbaya Tolak Permintaan Bos Danantara: Pembebasan Pajak BUMN

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menolak permintaan CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, untuk membebaskan kewajiban pajak sejumlah BUMN yang belum dipenuhi sejak 2023. Purbaya mengungkapkan bahwa perusahaan yang dimaksud justru mencatatkan keuntungan dan sebagian sahamnya dimiliki investor asing. “Ya, enggak bisa itu kan sudah terjadi […]

  • Harga Minyak Dunia Anjlok 1,5 Persen, Dipicu Kekhawatiran Kelebihan Pasokan Global

    Harga Minyak Dunia Anjlok 1,5 Persen, Dipicu Kekhawatiran Kelebihan Pasokan Global

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (5/11), turun lebih dari 1 persen dan mencapai posisi terendah dalam dua minggu terakhir. Pelemahan ini terjadi akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan minyak global, meskipun permintaan bahan bakar di Amerika Serikat masih menunjukkan tren positif. Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup […]

  • Saham Bank Mandiri Ramai Diserbu Asing

    Saham Bank Mandiri Ramai Diserbu Asing

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Saham bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ramai diserbu asing dengan mencatatkan net foreign buy, pada sesi pertama perdagangan, Kamis (18/12/2025). Menurut data Stockbit, saham Bank Mandiri terpantau bergerak menguat sebesar 2,49% pada sesi I perdagangan hari ini. Data IDX mengungkap, tercatat sudah sebanyak 82,6 juta saham Bank Mandiri ditransaksikan, […]

expand_less