Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Ekonomi China Melambat Tajam pada Oktober 2025, Investasi dan Industri Tertekan Krisis Properti

Ekonomi China Melambat Tajam pada Oktober 2025, Investasi dan Industri Tertekan Krisis Properti

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perekonomian China kembali menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan pada Oktober 2025. Serangkaian data terbaru yang dirilis Biro Statistik Nasional China (NBS) menegaskan bahwa pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu masih rapuh, terutama akibat krisis properti berkepanjangan, lemahnya permintaan domestik, hingga tekanan eksternal dari melemahnya ekonomi global.

Kondisi ini menambah kekhawatiran investor dan pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan China tahun ini, apalagi pemerintah Beijing masih berjuang mengendalikan dampak dari sektor properti yang selama bertahun-tahun menjadi mesin penggerak utama ekonomi nasional.

NBS melaporkan investasi aset tetap yang mencakup investasi di bidang manufaktur, infrastruktur, dan properti turun 1,7% dalam periode Januari–Oktober 2025. Penurunan ini jauh lebih tajam dibanding kontraksi 0,5% pada periode Januari–September.

Hasil tersebut juga lebih buruk dari perkiraan pasar yang memprediksi kontraksi hanya 0,8%. Angka negatif ini menandai kontraksi pertama sejak masa pandemi Covid-19 pada 2020, memperlihatkan tekanan luar biasa pada aktivitas pembangunan dan penanaman modal di China.

Sektor properti tetap menjadi titik paling lemah. Dengan banyaknya proyek macet, pengembang yang gagal memenuhi kewajiban, dan permintaan pembelian rumah yang terus menurun, kontribusi sektor ini terus menyusut. Kondisi ini mempengaruhi investasi pemerintah daerah dan memperlambat pengembangan infrastruktur baru.

Produksi industri China pada Oktober 2025 hanya naik 4,9% secara tahunan, melambat drastis dari 6,5% pada September. Data ini juga meleset dari ekspektasi analis yang memperkirakan pertumbuhan 5,5%.

Pelemahan ini salah satunya dipicu oleh libur nasional panjang di awal bulan, yang membuat banyak pabrik memperlambat atau menghentikan operasional untuk sementara. Akan tetapi, analis menilai pelemahan ini bukan hanya karena faktor musiman, melainkan juga akibat menurunnya pesanan baru dari dalam dan luar negeri.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur juga turun ke level terendah dalam enam bulan terakhir. Pelemahan pesanan ekspor disebut sebagai salah satu penyebab, menyusul melambatnya pertumbuhan di Amerika Serikat dan Eropa.

Kinerja konsumsi masyarakat China belum menunjukkan pemulihan yang kuat. Penjualan ritel tumbuh 2,9% pada Oktober secara tahunan, hanya sedikit di atas ekspektasi 2,8%, namun tetap lebih rendah dibanding pertumbuhan 3% pada September.

Menurut analis, konsumsi rumah tangga China masih tertahan oleh rendahnya kepercayaan konsumen, kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi jangka panjang, dan dampak krisis properti yang menggerus kekayaan (wealth effect) keluarga kelas menengah China.

Beberapa sektor konsumsi seperti barang mewah, elektronik, dan perjalanan domestik menunjukkan perlambatan, sementara sektor makanan dan kebutuhan dasar masih relatif stabil.

Di tengah kelemahan ekonomi, tingkat pengangguran perkotaan China justru turun dari 5,2% menjadi 5,1%. Namun penurunan ini lebih disebabkan oleh faktor musiman dan meningkatnya jumlah pekerja sementara selama musim liburan.

Ekonom memperingatkan bahwa pasar tenaga kerja tetap rentan, terutama bagi usia muda yang sejak tahun lalu mengalami tingkat pengangguran tertinggi dalam sejarah modern China.

Sektor properti merupakan faktor utama yang membebani ekonomi China sejak tiga tahun terakhir. Harga rumah di berbagai kota besar terus terkoreksi, penjualan unit baru melambat, dan beberapa raksasa pengembang masih bergelut dengan masalah utang.

Kondisi ini membuat rumah tangga China enggan berbelanja dan menahan diri dari pembelian barang non-esensial. Selain itu, pemerintah daerah yang biasanya mengandalkan penjualan lahan untuk pendapatan juga mengalami tekanan fiskal yang semakin berat.

Berbagai stimulus telah digulirkan Beijing, termasuk relaksasi kredit pemilikan rumah dan dukungan kepada pengembang yang sedang membangun proyek, namun dampaknya belum terlihat signifikan.

Ekonomi China diperkirakan akan menghadapi sejumlah hambatan hingga akhir 2025. Permintaan global masih melemah, krisis properti belum menunjukkan pemulihan berarti, dan konsumsi domestik masih rapuh.

Meski pemerintah berjanji akan menambah stimulus fiskal dan moneter, para analis menilai bahwa pemulihan ekonomi China akan berjalan lambat dan bertahap.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tol IKN Dibuka Gratis Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Jadwal dan Ketentuannya

    Tol IKN Dibuka Gratis Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Jadwal dan Ketentuannya

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar baik bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pemerintah membuka sementara jalan tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan tarif gratis selama periode tertentu guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN) Kalimantan Timur menyampaikan bahwa dua akses jalan bebas hambatan menuju kawasan […]

  • RI dan Australia Perkuat Kerja Sama Keselamatan Transportasi 2026–2027

    RI dan Australia Perkuat Kerja Sama Keselamatan Transportasi 2026–2027

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia dan Australia kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di sektor keselamatan transportasi melalui forum bilateral yang digelar pada awal Mei 2026. Forum bertajuk Indonesia-Australia Transport Safety Forum itu berlangsung di Canberra dan Sydney pada 4–8 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama Indonesian Transport Safety Assistance Package (ITSAP) […]

  • Menkeu Purbaya Targetkan Revisi PMK Kredit Kopdes Merah Putih Rampung Pekan Depan

    Menkeu Purbaya Targetkan Revisi PMK Kredit Kopdes Merah Putih Rampung Pekan Depan

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 terkait skema kredit untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) akan diselesaikan paling lambat pekan depan. Revisi aturan tersebut menjadi kunci agar pencairan pembiayaan dan pembangunan fasilitas Kopdes dapat dipercepat. “Harusnya sudah selesai dari kemarin. Saya nggak tahu kenapa […]

  • Freeport Indonesia Kucurkan Investasi USD 1 Miliar per Tahun untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

    Freeport Indonesia Kucurkan Investasi USD 1 Miliar per Tahun untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya menjadi motor investasi nasional dengan menggelontorkan investasi sekitar USD 1 miliar per tahun, di luar belanja domestik perusahaan yang mencapai OPEX dan CAPEX sebesar USD 4–5 miliar atau hampir Rp 80 triliun. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan Freeport terus memainkan peran strategis dalam menopang investasi nasional, […]

  • Harga Emas di Pegadaian Merosot! UBS dan Galeri24 Kompak Turun

    Harga Emas di Pegadaian Merosot! UBS dan Galeri24 Kompak Turun

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian hari ini terkoreksi setelah sempat bergerak stagnan sepanjang akhir pekan kemarin. Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Senin (6/4/2026), harga emas UBS dan Galeri24 yang diperjualbelikan di Pegadaian turun dengan nilai bervariasi. Emas UBS merosot Rp 17.000 menjadi Rp 2.868.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri24 juga […]

  • Update Harga Sembako Jambi Hari Ini: Cabai Naik, Bawang Merah Turun

    Update Harga Sembako Jambi Hari Ini: Cabai Naik, Bawang Merah Turun

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan harga sembako di Pasar Angso Duo pada 6 April 2026 menunjukkan kenaikan signifikan pada sejumlah komoditas cabai, sementara sebagian besar bahan pokok lainnya terpantau stabil. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai rawit merah mengalami kenaikan tertinggi, mencapai Rp60.000 per kilogram atau naik 16,67 persen. Selain itu, cabai merah […]

expand_less