Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Melemah 1 Poin, Kini Rupiah Rp16.695 per Dolar AS

Melemah 1 Poin, Kini Rupiah Rp16.695 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini. Rupiah melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.695 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.694 per dolar AS.

Pelemahan ini dipicu sentimen negatif dari data ekonomi Amerika Serikat serta meningkatnya ketidakpastian global. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,05% ke level 98,42.
Pergerakan mata uang di Asia sendiri bervariasi. Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,12%.

Selanjutnya, baht Thailand dan yen Jepang yang sama-sama terkoreksi 0,06%. Diikuti ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang sama-sama tertekan 0,05%.

Berikutnya ada dolar Hongkong yang melemah tipis 0,001% terhadap the greenback. Sementara itu, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,21%.

Kemudian won Korea Selatan naik 0,01% dan yuan China yang menguat tipis 0,009% di pagi ini.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah diproyeksi kembali melemah seiring reaksi pasar terhadap rilis data ekonomi AS, terkait data penggajian non-pertanian dan tingkat pengangguran menunjukkan angka yang tinggi.

Menurut Ibrahim, tingkat pengangguran AS mencapai level tertinggi dalam empat tahun, memicu kekhawatiran terhadap perekonomian. Tanda-tanda pendinginan ekonomi AS juga semakin diperkuat oleh data indeks manajer pembelian (PMI) yang lebih lemah dari perkiraan untuk bulan Desember.

“Sementara data penjualan ritel yang tertunda untuk bulan Oktober juga menunjukkan perlambatan pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkap Ibrahim, baru-baru ini.

Perkembangan ini diperkirakan akan menempatkan rupiah tetap berada di zona merah.
Ibrahim menjelaskan, data yang lemah dari AS ini muncul di tengah kekhawatiran yang masih ada mengenai tingkat likuiditas di pasar AS, terutama setelah The Fed melanjutkan aktivitas pembelian obligasi pemerintah, yang disebut “pelonggaran kuantitatif,” pada bulan Desember.

Ibrahim menyebut, pasar saat ini berfokus pada data inflasi indeks harga konsumen (CPI) yang akan dirilis pada Kamis (18/12).

“(Perkembangan ini) akan di pantau secara cermat untuk setiap tanda pendinginan inflasi sehingga mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang ekonomi terbesar di dunia,” katanya.(*)

 

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tekanan Global Seret Pasar Kripto: Harga Bitcoin Jeblok!

    Tekanan Global Seret Pasar Kripto: Harga Bitcoin Jeblok!

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar kripto dan Harga Bitcoin  jeblok pada perdagangan Rabu (4/2/2026) pagi. Tekanan di pasar kripto berjalan seiring dengan pelemahan indeks-indeks saham Wall Street. Berdasarkan data Coinmarketcap dilansir Investor.id pukul 06.35 WIB, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 3,29% menjadi US$ 2,56 triliun. Harga Bitcoin  terlihat jatuh 3,7% ke US$ 75.799 per koin atau sekitar […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Cabai Rawit Turun, Komoditas Lain Stabil

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Cabai Rawit Turun, Komoditas Lain Stabil

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Selasa (13/1/2026). Meski demikian, beberapa komoditas strategis, khususnya cabai, tercatat mengalami penurunan harga signifikan. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai rawit hijau turun menjadi Rp45.000 per kilogram atau terkoreksi sekitar 22,41 persen. Penurunan lebih […]

  • Yusril Tegaskan Indonesia Perkuat Kerja Sama Lintas Negara Berantas Judi Online

    Yusril Tegaskan Indonesia Perkuat Kerja Sama Lintas Negara Berantas Judi Online

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia akan memperkuat kerja sama lintas negara untuk memberantas praktik judi online (judol) yang dikategorikan sebagai kejahatan lintas negara atau transnational organized crime. “Kami akan mempertegas dan memperkuat kerja sama ini. Kalau perlu, diadakan dialog dan kesepakatan […]

  • Bos BGN Tegaskan Status Ahli Gizi di Program MBG Usai Pernyataan Cucun Viral

    Bos BGN Tegaskan Status Ahli Gizi di Program MBG Usai Pernyataan Cucun Viral

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat suara terkait status ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal viral dan menuai kritik. Cucun sebelumnya menyebut MBG tidak memerlukan ahli gizi, melainkan cukup pengawas gizi yang bisa direkrut dari lulusan SMA dan diberi pelatihan selama tiga […]

  • Harga Ayam Hidup Anjlok ke Rp18 Ribu per Kg

    Harga Ayam Hidup Anjlok ke Rp18 Ribu per Kg

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga ayam hidup di tingkat peternak dilaporkan anjlok hingga Rp18 ribu per kilogram (kg), jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp25 ribu per kg. Kondisi ini membuat peternak mengalami kerugian cukup besar. Berdasarkan data Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Harga Pokok Produksi (HPP) ayam hidup saat ini […]

  • Menkeu Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing

    Menkeu Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya praktik under invoicing yang dilakukan sejumlah perusahaan dan berpotensi menyebabkan kebocoran penerimaan negara. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam praktik tersebut dan saat ini tengah menghitung potensi kerugian yang ditimbulkan. “Under invoicing kan banyak, kita sudah kejar. Kita sudah deteksi perusahaan-perusahaan yang […]

expand_less