Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Melemah 1 Poin, Kini Rupiah Rp16.695 per Dolar AS

Melemah 1 Poin, Kini Rupiah Rp16.695 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini. Rupiah melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.695 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.694 per dolar AS.

Pelemahan ini dipicu sentimen negatif dari data ekonomi Amerika Serikat serta meningkatnya ketidakpastian global. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,05% ke level 98,42.
Pergerakan mata uang di Asia sendiri bervariasi. Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,12%.

Selanjutnya, baht Thailand dan yen Jepang yang sama-sama terkoreksi 0,06%. Diikuti ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang sama-sama tertekan 0,05%.

Berikutnya ada dolar Hongkong yang melemah tipis 0,001% terhadap the greenback. Sementara itu, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,21%.

Kemudian won Korea Selatan naik 0,01% dan yuan China yang menguat tipis 0,009% di pagi ini.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah diproyeksi kembali melemah seiring reaksi pasar terhadap rilis data ekonomi AS, terkait data penggajian non-pertanian dan tingkat pengangguran menunjukkan angka yang tinggi.

Menurut Ibrahim, tingkat pengangguran AS mencapai level tertinggi dalam empat tahun, memicu kekhawatiran terhadap perekonomian. Tanda-tanda pendinginan ekonomi AS juga semakin diperkuat oleh data indeks manajer pembelian (PMI) yang lebih lemah dari perkiraan untuk bulan Desember.

“Sementara data penjualan ritel yang tertunda untuk bulan Oktober juga menunjukkan perlambatan pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkap Ibrahim, baru-baru ini.

Perkembangan ini diperkirakan akan menempatkan rupiah tetap berada di zona merah.
Ibrahim menjelaskan, data yang lemah dari AS ini muncul di tengah kekhawatiran yang masih ada mengenai tingkat likuiditas di pasar AS, terutama setelah The Fed melanjutkan aktivitas pembelian obligasi pemerintah, yang disebut “pelonggaran kuantitatif,” pada bulan Desember.

Ibrahim menyebut, pasar saat ini berfokus pada data inflasi indeks harga konsumen (CPI) yang akan dirilis pada Kamis (18/12).

“(Perkembangan ini) akan di pantau secara cermat untuk setiap tanda pendinginan inflasi sehingga mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang ekonomi terbesar di dunia,” katanya.(*)

 

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI Sebut Pasar Finansial Global Kena Dampak tak Langsung Konflik AS-Iran

    BI Sebut Pasar Finansial Global Kena Dampak tak Langsung Konflik AS-Iran

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan bahwa perang AS-Israel terhadap Iran memberikan dampak tidak langsung terhadap pasar keuangan global yang sangat besar. “Kalau direct impact (dampak langsung), Iran dan Israel ini sebenarnya bukan financial hub secara global. Jadi kontribusi mereka dalam financial sector yang tidak terlalu besar, dan reaksi pasar […]

  • Semifinal Panas, Duel Hidup Mati!

    Semifinal Panas, Duel Hidup Mati!

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan laga panas yang sarat gengsi. Inggris akan berhadapan dengan juara bertahan Argentina di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga pertaruhan sejarah bagi kedua raksasa sepak bola dunia. Pemenang laga akan menghadapi Spanyol di partai puncak. La Furia Roja […]

  • Naik Rp800, Harga Perak Hari Ini Dijual Rp48.400 per Gram

    Naik Rp800, Harga Perak Hari Ini Dijual Rp48.400 per Gram

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam bergerak naik pada perdagangan hari ini, Kamis (19/2/2026). Terpantau dari laman logam mulia, harga perak antam naik tinggi sebesar Rp800 ke level Rp 48.400 per gram. Sebelumnya, perak Antam turun tajam sebesar Rp2.000 ke level Rp 46.000 per gram. Kemudian kembali menguat sebesar Rp 1.600 ke kisaran Rp […]

  • Rupiah Terpeleset Lagi! Pagi Ini Melemah ke Rp17.349

    Rupiah Terpeleset Lagi! Pagi Ini Melemah ke Rp17.349

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Kamis (30/4/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat melemah 23 poin atau 0,13 persen ke level Rp17.349 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi dibandingkan posisi penutupan perdagangan Rabu sebelumnya yang masih berada di level Rp17.326 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah menunjukkan tren fluktuasi yang masih cukup […]

  • Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

    Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memperketat pengawasan terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit guna memastikan petani memperoleh harga yang wajar di tengah perubahan kondisi pasar dan nilai tukar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan masih terdapat sekitar 270 hingga 300 pabrik kelapa sawit (PKS) dari total sekitar 1.900 PKS di Indonesia yang belum melakukan penyesuaian […]

  • BPS Catat Inflasi Melonjak di Aceh, Sumut, dan Sumbar Usai Bencana Alam

    BPS Catat Inflasi Melonjak di Aceh, Sumut, dan Sumbar Usai Bencana Alam

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan inflasi tahunan di tiga provinsi di Pulau Sumatra yang terdampak bencana alam, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketiganya masuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi secara nasional pada Desember 2025. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan kenaikan inflasi tersebut terjadi […]

expand_less