Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » BSI Siapkan Uang Tunai Rp15,49 Triliun Hadapi Libur Nataru

BSI Siapkan Uang Tunai Rp15,49 Triliun Hadapi Libur Nataru

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM -PT Bank Syariah Indonesia Tbk menyiapkan uang tunai Rp15,49 triliun pada momentum libur akhir tahun 2025 dan tahun baru 2026. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan nasabah di outlet dan ATM/CRM untuk mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun dan awal tahun.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan BSI akan menyiapkan sinergi kesiapan jaringan layanan baik di 1.039 kantor cabang BSI maupun e-channel.

“Uang tunai akan disiapkan melalui layanan kantor cabang, ATM/CRM selama periode 21 Desember 2025-2 Januari 2026. Saat ini kami juga terus memastikan pasokan uang tunai di berbagai channel tersebut, terutama pada seluruh mesin ATM yang siap melayani selama 24 jam,” kata Anton dalam keterangan resminya, Selasa (16/12/2025).

Anton menambahkan, perusahaan juga memproyeksikan puncak kebutuhan transaksi uang tunai diperkirakan H-7 akhir tahun. Apalagi banyak aktivitas akhir tahun masyarakat seperti pelunasan ibadah haji tahap 1, libur sekolah dan akhir tahun. Selain itu untuk kelancaran dan kenyamanan bertransaksi, Anton juga mengimbau agar masyarakat mengoptimalkan layanan cashless dan BSI e-channel.

Adapun, BSI mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp5,57 triliun, naik 9,03% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,11 triliun.

Kenaikan laba tersebut sejalan dengan meningkatnya pendapatan dari penyaluran dana. Hingga September 2025, pendapatan dari penyaluran dana tercatat sebesar Rp22,23 triliun, tumbuh 15,24% dari Rp19,29 triliun pada kuartal III/2024.

Secara rinci, pendapatan dari piutang naik 13,26% menjadi Rp12,14 triliun dibandingkan Rp10,72 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan dari bagi hasil tumbuh lebih tinggi, yakni 29,27% menjadi Rp7,45 triliun dari sebelumnya Rp5,76 triliun.

Dari sisi distribusi bagi hasil, bagi hasil untuk pemilik dana investasi juga meningkat 18,15% menjadi Rp6,90 triliun dibandingkan Rp5,84 triliun pada September 2024. Dari sisi distribusi bagi hasil, bagi hasil untuk pemilik dana investasi juga meningkat 18,15% menjadi Rp6,90 triliun dibandingkan Rp5,84 triliun pada September 2024.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPJPH Harmonisasi 1.060 Kode HS untuk Perkuat Pengawasan Produk Wajib Halal Jelang Oktober 2026

    BPJPH Harmonisasi 1.060 Kode HS untuk Perkuat Pengawasan Produk Wajib Halal Jelang Oktober 2026

    • calendar_month 58 menit yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengharmonisasikan 1.060 kode klasifikasi barang atau Harmonized System Code (HS) guna memperkuat pengawasan produk wajib halal di Indonesia. Kepala BPJPH, Haikal Hasan, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapan implementasi kebijakan wajib halal yang akan berlaku pada Oktober 2026. “Sampai saat ini kami telah mengidentifikasi 1.060 item […]

  • Dirut dan Komisaris Utama Narada AM Jadi Tersangka Kasus Dugaan Goreng Saham

    Dirut dan Komisaris Utama Narada AM Jadi Tersangka Kasus Dugaan Goreng Saham

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bareskrim Polri menetapkan Direktur Utama dan Komisaris Utama PT Narada Asset Manajemen sebagai tersangka dalam perkara dugaan manipulasi pasar modal atau praktik goreng saham. Kasus ini terkait dugaan insider trading dan perdagangan semu yang menciptakan distorsi harga saham. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengatakan, penyidik menemukan indikasi […]

  • Apriyani/Fadia Juara Indonesia Master II 2025 Usai Kalahkan Rekan Senegara

    Apriyani/Fadia Juara Indonesia Master II 2025 Usai Kalahkan Rekan Senegara

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ganda putri andalan Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, berhasil meraih gelar juara Indonesia Master II 2025 setelah mengalahkan pasangan muda sesama Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, dalam partai final yang berlangsung di GOR PBSI Sumatera Utara, Medan, Minggu (26/10/2025). Apriyani/Fadia tampil dominan dan menutup laga dengan skor 21-11, 21-17, dalam waktu […]

  • Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Beras, Cadangan Bulog Tertinggi Sepanjang Sejarah

    Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Beras, Cadangan Bulog Tertinggi Sepanjang Sejarah

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia resmi mencapai swasembada beras dalam satu tahun masa pemerintahannya. Capaian tersebut ditegaskan melalui panen raya yang akan dihadiri Prabowo di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, swasembada beras ini menjadi tonggak penting ketahanan pangan nasional. Indonesia kini tidak lagi melakukan impor beras, […]

  • Harga Perak Antam Hari Ini Naik Tajam

    Harga Perak Antam Hari Ini Naik Tajam

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produk Antam mengalami kenaikan tajam pada Kamis (18/12/2025). Harga perak Antam meroket hingga mencapai level baru di kisaran Rp40.000. Hari ini harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 10.605.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 11.771.550. Sedangkan perak murni dengan berat 500 gram […]

  • BI Diprediksi Tahan Suku Bunga 4,75% di April 2026, Tekanan Global dan Rupiah Jadi Alasan

    BI Diprediksi Tahan Suku Bunga 4,75% di April 2026, Tekanan Global dan Rupiah Jadi Alasan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuan di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026. Keputusan ini dinilai sebagai langkah menjaga stabilitas eksternal di tengah meningkatnya tekanan global. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia atau LPEM FEB UI menilai ruang pelonggaran moneter saat […]

expand_less