BPK Ungkap Data Impor Baja Tak Sinkron, Potensi Kebocoran Capai Rp895 Miliar
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 10 Des 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Baja impor
JAMBISNIS.COM – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan ketidaksinkronan data impor antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian yang memicu kelebihan alokasi impor baja dan produk turunannya. Selisih realisasi impor itu diperkirakan mencapai 83,6 ribu metrik ton dengan nilai sekitar Rp895 miliar.
Laporan tersebut berasal dari pemeriksaan perizinan impor periode 2023 hingga semester I tahun 2024. BPK menilai terdapat dua persetujuan impor baja yang tidak sesuai dengan pertimbangan teknis Kemenperin sebagai acuan kuota.
BPK meminta Kemendag melakukan pembinaan dan meningkatkan pemeriksaan dokumen impor agar persoalan serupa tidak terulang. Sementara itu, Kemendag menyatakan masih mempelajari temuan BPK dan belum memberikan komentar lebih lanjut.
Selain ketidaksesuaian data, BPK juga mengidentifikasi sejumlah persoalan teknis, termasuk ketidaktepatan perhitungan past performance importir hingga lemahnya pelaporan realisasi impor melalui sistem elektronik.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar