Anggaran Ketahanan Pangan 2026 Naik Jadi Rp210,4 Triliun, Pemerintah Fokus Kejar Swasembada
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 10 Des 2025
- comment 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto melihat petani yang sedang panen.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah menaikkan anggaran ketahanan pangan pada tahun 2026 menjadi Rp210,4 triliun. Kenaikan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya menuju swasembada pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas produksi di tengah risiko perubahan iklim dan dinamika pasokan global.
Direktur Perekonomian dan Kemaritiman Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan, Tri Budhianto, menyampaikan peningkatan anggaran diarahkan untuk memperkuat produktivitas pertanian dari hulu hingga hilir. Langkah ini termasuk program hilirisasi, pengembangan hortikultura, serta peningkatan kualitas komoditas pangan nasional.
“Anggaran 2026 memang semakin besar karena target kita adalah swasembada pangan,” ujar Tri Budhianto dalam kunjungan kerja PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) bersama Kementerian Keuangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (10/12/2025).
Tri menjelaskan, strategi penguatan tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga peningkatan nilai tambah di sektor pertanian. Pemerintah mendorong berbagai program untuk memperluas kapasitas pasca panen, teknologi pemrosesan, hingga integrasi rantai pasok.
“Upaya kita tidak hanya dari sisi pangan primer, tetapi juga hilirisasi produk pertanian dan subsektor hortikultura,” katanya.
Pendekatan tersebut dianggap penting untuk mengurangi ketergantungan impor, sekaligus meningkatkan daya saing hasil pertanian Indonesia di pasar regional.
Sejumlah wilayah pertanian nasional masih menghadapi tantangan cuaca ekstrem, perubahan musim, hingga gangguan distribusi.
Pemerintah menilai penguatan anggaran diperlukan agar produksi pangan tetap terjaga, terutama untuk komoditas strategis seperti padi, jagung, dan hortikultura.
Meski demikian, pemerintah mengakui realisasi anggaran ketahanan pangan tahun 2025 masih belum sepenuhnya optimal. Namun, arah kebijakan yang ditempuh pada 2026 dianggap menjadi fondasi penting untuk mencapai kemandirian pangan dalam jangka panjang.
“Pemerintah terus melakukan perubahan strategi agar target swasembada dapat dicapai secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Tri.
Pemerintah menilai penguatan sistem pangan nasional menjadi agenda strategis menghadapi ketidakpastian global dan gejolak harga pangan dunia. Pada saat yang sama, kebijakan pengembangan pertanian diyakini mampu membuka lapangan kerja serta memperkuat ekonomi daerah.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar