Kamis, 3 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Saratoga Milik Sandiaga Uno Rugi Rp2,43 Triliun di Kuartal III/2025, Ini Penyebabnya

Saratoga Milik Sandiaga Uno Rugi Rp2,43 Triliun di Kuartal III/2025, Ini Penyebabnya

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Emiten milik Sandiaga Uno dan Edwin Soeryadjaya, yakni PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG), mencatatkan rugi bersih sebesar Rp2,43 triliun pada kuartal III/2025. Kinerja ini berbalik arah dari laba bersih sebesar Rp5,21 triliun yang diraih pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kerugian Saratoga terjadi akibat penurunan nilai investasi saham dan efek lainnya yang mencapai Rp4,3 triliun per kuartal III/2025. Padahal, pada kuartal III/2024, perusahaan masih mencatatkan keuntungan investasi senilai Rp5,02 triliun.
Sebagian besar kerugian berasal dari portofolio saham blue chip dengan nilai sekitar Rp3 triliun, serta dari investasi di sektor teknologi digital sebesar Rp296,86 miliar.

Sementara itu, investasi SRTG di perusahaan berkembang masih mencatatkan penghasilan Rp206,08 miliar, dan dari investasi lain-lain sebesar Rp198,94 miliar.
Saratoga memiliki total investasi di saham blue chip senilai Rp41,48 triliun, di antaranya PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI).

Adapun nilai investasi pada perusahaan berkembang mencapai Rp6,67 triliun, dengan portofolio mencakup PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX), PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII), dan PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA).

Pendapatan dividen dan bunga SRTG juga menurun 15,33% year-on-year (YoY) menjadi Rp1,4 triliun, dibandingkan Rp1,66 triliun pada kuartal III/2024.
Akibatnya, SRTG mencatatkan rugi sebelum pajak Rp3,2 triliun, berbalik dari laba Rp6,36 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, Saratoga memiliki total aset Rp52,84 triliun dan liabilitas Rp3,68 triliun per 30 September 2025, dengan ekuitas mencapai Rp49,16 triliun.

Meski mencatatkan kerugian, Saratoga tetap menjadi salah satu grup investasi terbesar di Indonesia dengan portofolio kuat di berbagai sektor strategis, seperti energi, infrastruktur, dan teknologi.
Manajemen menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan optimalisasi portofolio investasi untuk menjaga kinerja jangka panjang.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • UPDATE Longsor Pasirlangu KBB: 4 Jenazah Ditemukan di Hari Ketiga, Tim SAR Masih Cari Korban Tertimbun

    UPDATE Longsor Pasirlangu KBB: 4 Jenazah Ditemukan di Hari Ketiga, Tim SAR Masih Cari Korban Tertimbun

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tim SAR gabungan kembali menemukan empat jenazah korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada hari ketiga operasi pencarian, Senin (26/1/2026). Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, tiga jenazah korban lebih dahulu dievakuasi menggunakan ambulans dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk proses […]

  • Prabowo Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih, Tegaskan Fondasi Baru Ekonomi Rakyat

    Prabowo Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih, Tegaskan Fondasi Baru Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat saat memimpin evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (25/11/2025). Rapat tersebut menjadi bagian penting dalam langkah pemerintah mempercepat hadirnya koperasi modern di seluruh desa dan kelurahan. Dalam laporan resmi yang disampaikan melalui akun […]

  • Maruarar Minta Data Warga Korban Pinjol Dihapus dari SLIK OJK agar Bisa Akses Rumah Subsidi

    Maruarar Minta Data Warga Korban Pinjol Dihapus dari SLIK OJK agar Bisa Akses Rumah Subsidi

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mempertimbangkan langkah pemutihan data masyarakat terdampak pinjaman online (pinjol) dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Kebijakan ini dinilai penting agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap memiliki kesempatan untuk mengakses program rumah subsidi dari pemerintah. […]

  • TP PKK Tanjab Barat Dorong UMKM Lewat Pelatihan Kletek Udang

    TP PKK Tanjab Barat Dorong UMKM Lewat Pelatihan Kletek Udang

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Jambi, terus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar pelatihan inovasi olahan kletek udang, kuliner khas daerah yang memiliki potensi menjadi produk unggulan. Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung […]

  • RI Pantau Tarif Dagang Global 10 Persen Trump, Kelanjutan Perjanjian Dagang RI-AS Dikaji

    RI Pantau Tarif Dagang Global 10 Persen Trump, Kelanjutan Perjanjian Dagang RI-AS Dikaji

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia merespons kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menetapkan tarif dagang global sebesar 10 persen untuk seluruh negara. Pemerintah menegaskan akan terus mencermati dampak kebijakan tersebut, khususnya terhadap kelanjutan agreement on reciprocal trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa Indonesia memilih […]

  • Indef Nilai Reformasi WTO Penting untuk Perdagangan Multilateral yang Adil

    Indef Nilai Reformasi WTO Penting untuk Perdagangan Multilateral yang Adil

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai keputusan negara-negara anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) terkait reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sangat penting untuk menciptakan sistem perdagangan multilateral yang lebih adil dan berkeadilan. “Menurut saya, WTO masih belum fair. Seharusnya WTO tidak hanya melihat dari kepentingan […]

expand_less