Peluang Kerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jambi 2026, Kuliner hingga Konten Digital Berpotensi Berkembang
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

FOTO/ILUSTRASI: Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jambi 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berpotensi menjadi sumber peluang kerja dan usaha baru di Provinsi Jambi. Mulai dari kuliner, akomodasi, kerajinan lokal, hingga fotografi, videografi, dan pemasaran digital, berbagai bidang tersebut dapat berkembang seiring meningkatnya aktivitas wisata dan promosi destinasi daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi kreatif menyerap 27,40 juta tenaga kerja di Indonesia pada 2025, setara 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 26,48 juta pekerja pada 2024. Meski menjadi gambaran potensi nasional, angka ini belum menunjukkan jumlah pekerja ekonomi kreatif secara khusus di Provinsi Jambi.
Di tingkat daerah, aktivitas pariwisata Jambi terlihat dari perkembangan sektor perhotelan. BPS Provinsi Jambi mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 53,43 persen pada Agustus 2026, meningkat dari 52,59 persen pada Juli 2026. Sementara itu, laporan RRI menyebut kunjungan wisatawan nusantara ke Jambi mencapai sekitar 7,5 juta hingga Agustus 2026.
Data tersebut menjadi indikator aktivitas pariwisata, tetapi tidak secara langsung menunjukkan jumlah lapangan kerja baru yang tercipta. Meski demikian, kegiatan wisata dapat membuka peluang bagi usaha pendukung, terutama ketika pengunjung menggunakan layanan penginapan, transportasi, kuliner, dan jasa lainnya.
Salah satu pengembangan wisata berbasis ekonomi lokal terlihat dari peluncuran Kawasan Wisata Kuliner Kota Tua di kawasan Pasar, Kota Jambi, pada 3 April 2026. Pemerintah Kota Jambi mengembangkan kawasan tersebut dengan menggabungkan potensi sejarah, wisata religi, kuliner, fashion, dan aktivitas ekonomi kreatif.
Pengembangan kawasan wisata terpadu berpotensi memberi ruang bagi pelaku UMKM, pedagang kuliner, perajin, serta usaha pendukung kegiatan wisata. Peluang juga dapat muncul melalui penyelenggaraan acara, penyediaan suvenir, jasa dokumentasi, dan promosi destinasi.
Di sisi lain, Kampung Batik Ulu Gedong dikembangkan sebagai kawasan wisata budaya yang mengangkat batik khas Jambi. Model pengembangan tersebut memperlihatkan bagaimana produk lokal dapat dipadukan dengan pengalaman wisata, sehingga membuka kesempatan bagi perajin, pelaku usaha, dan penyedia layanan kreatif.
Selain usaha yang berhubungan langsung dengan wisatawan, kebutuhan promosi digital juga membuka ruang bagi pekerja kreatif. Hotel, restoran, destinasi wisata, UMKM, dan penyelenggara acara dapat memanfaatkan jasa pengelolaan media sosial, desain grafis, fotografi, videografi, penulisan konten, serta pemasaran digital.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi turut mendorong penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif. ANTARA News Jambi melaporkan bahwa hingga September 2026, sebanyak 22 pelaku ekonomi kreatif telah mendapatkan pendampingan pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI), dari target 30 pelaku selama setahun.
Dinas tersebut juga mendorong pelaku kreatif memahami perlindungan merek dan hak cipta, termasuk bagi pembuat foto, video, dan musik. Pelatihan multimedia dan pemasaran digital menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan produk dan menjangkau konsumen.
Bagi pencari kerja, peluang di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif membutuhkan keterampilan yang sesuai dengan bidang pekerjaan. Industri pelayanan memerlukan komunikasi, kemampuan melayani pelanggan, dan pengelolaan operasional. Sementara itu, pekerjaan kreatif membutuhkan portofolio, kreativitas, penguasaan perangkat digital, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar.
Peluang juga tidak selalu berbentuk pekerjaan tetap. Sebagian pekerjaan dapat berupa proyek lepas, kontrak kegiatan, jasa produksi konten, atau usaha mandiri. Karena itu, pencari kerja perlu memahami skema kerja, tarif jasa, ruang lingkup pekerjaan, dan ketentuan pembayaran sebelum menerima proyek.
Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Jambi tetap membutuhkan dukungan aksesibilitas, kebersihan, kualitas pelayanan, promosi yang konsisten, dan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, serta pelaku usaha.
- Penulis: say say
