AI Mampu Pangkas Biaya dan Percepat Pekerjaan Bisnis
- account_circle say say
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi Aplikasi AI 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai membuka peluang baru bagi usaha kecil untuk menekan waktu pengerjaan dan memperbaiki pengelolaan bisnis. Bagi pelaku UMKM di Kabupaten Merangin, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun materi promosi, merapikan pencatatan pesanan, hingga menganalisis keluhan pelanggan tanpa harus langsung menambah tenaga kerja.
Peluang tersebut relevan dengan perkembangan ekonomi daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Kabupaten Merangin tumbuh 4,58 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Sementara itu, nilai produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sepanjang 2025 mencapai Rp27,87 triliun. Angka tersebut menggambarkan besarnya aktivitas ekonomi daerah, tetapi belum menunjukkan tingkat penggunaan AI oleh pelaku UMKM setempat.
Tren nasional memperlihatkan perusahaan semakin serius memanfaatkan teknologi tersebut. UOB Business Outlook Study 2026 yang melibatkan 272 pemilik usaha dan eksekutif senior perusahaan kecil dan menengah di Indonesia menemukan 74 persen responden telah mengadopsi AI. Dari kelompok bisnis yang menggunakan solusi digital, 50 persen melaporkan peningkatan produktivitas. Namun, hasil survei perusahaan tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan kondisi UMKM Merangin.
Penerapan AI dapat dimulai dari pekerjaan sederhana. Pedagang makanan di Bangko, misalnya, bisa menggunakan teknologi ini untuk membuat beberapa versi promosi menu harian. Penjual produk pertanian dapat menyusun deskripsi barang, membuat daftar pertanyaan pelanggan, dan merapikan laporan penjualan berdasarkan catatan transaksi yang telah dikumpulkan.
AI juga dapat membantu pemilik usaha mengelompokkan pertanyaan konsumen, seperti harga, ketersediaan barang, metode pembayaran, dan jadwal pengiriman. Hasilnya tetap harus diperiksa agar tidak ada informasi keliru yang diteruskan kepada pelanggan.
Pengusaha perlu memperhitungkan biaya berlangganan aplikasi, waktu pemeriksaan hasil, serta kebutuhan pelatihan. Data sensitif pelanggan, kata sandi, dan informasi keuangan rahasia juga tidak boleh dimasukkan sembarangan ke layanan AI.
Langkah paling realistis adalah menguji satu fungsi terlebih dahulu dan membandingkan waktu kerja, biaya, serta kualitas hasil sebelum dan sesudah penggunaan. Dengan pendekatan tersebut, AI dapat menjadi alat efisiensi bisnis, bukan sekadar pengeluaran baru yang belum terbukti manfaatnya.
- Penulis: say say
