Keripik Pisang hingga Olahan Ikan Punya Peluang Naik Kelas
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Pelaku UMKM mengolah dan mengemas makanan ringan untuk dipasarkan. Inovasi rasa, kemasan, serta pengembangan saluran penjualan menjadi peluang hilirisasi produk usaha kecil di Kabupaten Batang Hari.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Peluang hilirisasi di Kabupaten Batang Hari, Jambi, tidak harus dimulai dengan membangun pabrik besar. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat meningkatkan nilai jual produk melalui pengolahan, inovasi rasa, kemasan yang lebih baik, serta pemasaran yang menjangkau konsumen lebih luas.
Sejumlah usaha olahan telah tercatat dalam basis data potensi usaha Pemerintah Kabupaten Batang Hari. Di antaranya Pisang Crispy Cireng Khas Bandung 88, usaha olahan ikan Lesehan Sahabat Yanti, produsen kerupuk udang, serta usaha makanan ringan di kawasan Muara Bulian. Data tersebut menunjukkan adanya aktivitas usaha pengolahan pangan yang bisa menjadi titik awal pengembangan produk bernilai tambah.
Informasi usaha dapat ditelusuri melalui portal potensi Kabupaten Batang Hari. Namun, pencatatan tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan besarnya omzet, kapasitas produksi, ataupun tingkat keberhasilan masing-masing usaha.
Salah satu peluang pengembangan adalah mengubah produk yang semula dijual untuk konsumsi langsung menjadi produk kemasan yang lebih praktis. Keripik pisang, misalnya, dapat dikembangkan melalui variasi rasa, ukuran kemasan, dan pilihan produk untuk oleh-oleh. Produk olahan ikan berpotensi dipasarkan dalam bentuk siap masak atau kemasan beku apabila proses produksi, penyimpanan, dan distribusinya memenuhi persyaratan keamanan pangan.
Pengusaha juga dapat mengembangkan bumbu rempah siap pakai, makanan ringan dengan ukuran ekonomis, atau paket produk khas daerah. Pengembangan ini perlu didasarkan pada kebutuhan konsumen dan uji pasar, bukan sekadar mengikuti tren.
Tantangannya adalah biaya kemasan, konsistensi rasa, masa simpan, perizinan, dan distribusi. Pelaku usaha perlu menghitung seluruh biaya tersebut sebelum menentukan harga jual.
Strategi awal dapat dilakukan melalui produksi terbatas, pengujian respons pembeli, serta penjualan melalui toko oleh-oleh, warung, reseller, dan perdagangan digital. Kemitraan dengan pemasok bahan baku juga diperlukan agar kualitas dan pasokan tetap terjaga.
Hilirisasi UMKM Batang Hari akan lebih berkelanjutan jika inovasi produk diikuti pengelolaan biaya dan pemasaran yang disiplin. Dengan begitu, nilai tambah tidak hanya muncul pada produk yang terlihat lebih menarik, tetapi juga pada kemampuan usaha menghasilkan pendapatan secara konsisten.
- Penulis: say say
