Pola Konsumsi Masyarakat Jambi Berubah, Bisnis Tak Bisa Lagi Hanya Mengandalkan Harga
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Persaingan bisnis tidak selalu berhenti pada harga versus harga. Pelaku usaha juga perlu memikirkan bagaimana konsumen menemukan bisnis, melakukan transaksi dan memperoleh pengalaman selama berada di lokasi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pola konsumsi masyarakat Jambi semakin penting diperhatikan pelaku usaha dalam membaca peluang pasar. Data terbaru menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap tumbuh, sementara struktur pengeluaran rumah tangga dapat menjadi salah satu indikator untuk memahami kebutuhan konsumen.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi melalui Analisis Pola Konsumsi Masyarakat Provinsi Jambi 2025 yang dirilis pada Maret 2026 mencatat bahwa konsumsi atau pengeluaran masyarakat digunakan sebagai salah satu indikator kesejahteraan. Publikasi tersebut membahas pola pengeluaran rumah tangga di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Data BPS menunjukkan perekonomian Provinsi Jambi sepanjang 2025 tumbuh 4,93 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 2024 sebesar 4,50 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp349,66 triliun, sementara PDRB per kapita mencapai Rp92,79 juta.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga juga menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2025. Pada semester I-2025, misalnya, komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 4,86 persen secara tahunan.
Data konsumsi masyarakat juga diperoleh melalui Susenas Maret 2025. BPS menggunakan target sampel sebanyak 7.233 rumah tangga di Provinsi Jambi yang dirancang menghasilkan estimasi hingga tingkat kabupaten/kota. Data tersebut mencakup pengeluaran, konsumsi makanan, serta konsumsi kalori dan protein.
BPS juga menyediakan data pengeluaran per kapita menurut kelompok makanan dan bukan makanan untuk kabupaten/kota di Jambi pada 2025. Data tersebut memperlihatkan bahwa struktur konsumsi dapat dibaca berdasarkan jenis kebutuhan dan karakteristik wilayah.
Artinya, pasar Jambi tidak dapat diperlakukan sebagai satu kelompok konsumen yang seragam. Kebutuhan rumah tangga, lokasi tempat tinggal, tingkat pengeluaran dan jenis konsumsi membentuk karakter pasar yang berbeda.
Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan adanya aktivitas permintaan yang terus berlangsung. Pada triwulan I-2026, ekonomi Jambi masih tumbuh 4,33 persen secara tahunan.
Data tersebut tidak secara langsung membuktikan bahwa masyarakat Jambi telah meninggalkan pertimbangan harga. Namun, bagi pelaku usaha, data konsumsi menunjukkan pentingnya melakukan segmentasi berdasarkan kebutuhan dan pola pengeluaran.
Dalam praktiknya, konsumen dapat melakukan pembelian untuk kebutuhan rutin, sementara keputusan pada kategori seperti makanan, minuman, hiburan dan aktivitas rekreasi dapat dipengaruhi lebih banyak faktor, termasuk lokasi, kemudahan akses dan kenyamanan.
Karena itu, persaingan bisnis tidak selalu berhenti pada harga versus harga. Pelaku usaha juga perlu memikirkan bagaimana konsumen menemukan bisnis, melakukan transaksi dan memperoleh pengalaman selama berada di lokasi.
Bagi bisnis makanan dan minuman, retail, hiburan maupun jasa, perubahan cara membaca konsumen tersebut memiliki implikasi terhadap pemilihan lokasi.
Traffic, akses kendaraan, ketersediaan parkir, keberadaan tenant lain dan aktivitas kawasan dapat memengaruhi potensi kunjungan. Satu kawasan yang menyediakan beberapa kebutuhan sekaligus juga berpotensi menciptakan perjalanan konsumen yang lebih panjang.
Inilah alasan konsep kawasan komersial mulai tidak hanya mengandalkan satu jenis bisnis. F&B, retail, entertainment, komunitas dan layanan sehari-hari dapat ditempatkan dalam satu ekosistem untuk menjawab kebutuhan konsumen yang berbeda.
Pada akhirnya, memahami pola konsumsi masyarakat Jambi bukan sekadar mengetahui berapa besar uang yang dibelanjakan. Bagi pelaku usaha, yang tidak kalah penting adalah membaca apa yang dibutuhkan konsumen, di mana mereka beraktivitas, serta faktor apa yang membuat mereka memilih kembali sebuah bisnis atau kawasan.
- Penulis: say say
