Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Peluang Kerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jambi 2026, Kuliner hingga Konten Digital Berpotensi Berkembang

Peluang Kerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jambi 2026, Kuliner hingga Konten Digital Berpotensi Berkembang

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berpotensi menjadi sumber peluang kerja dan usaha baru di Provinsi Jambi. Mulai dari kuliner, akomodasi, kerajinan lokal, hingga fotografi, videografi, dan pemasaran digital, berbagai bidang tersebut dapat berkembang seiring meningkatnya aktivitas wisata dan promosi destinasi daerah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi kreatif menyerap 27,40 juta tenaga kerja di Indonesia pada 2025, setara 18,70 persen dari total tenaga kerja nasional. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 26,48 juta pekerja pada 2024. Meski menjadi gambaran potensi nasional, angka ini belum menunjukkan jumlah pekerja ekonomi kreatif secara khusus di Provinsi Jambi.

Di tingkat daerah, aktivitas pariwisata Jambi terlihat dari perkembangan sektor perhotelan. BPS Provinsi Jambi mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 53,43 persen pada Agustus 2026, meningkat dari 52,59 persen pada Juli 2026. Sementara itu, laporan RRI menyebut kunjungan wisatawan nusantara ke Jambi mencapai sekitar 7,5 juta hingga Agustus 2026.

Data tersebut menjadi indikator aktivitas pariwisata, tetapi tidak secara langsung menunjukkan jumlah lapangan kerja baru yang tercipta. Meski demikian, kegiatan wisata dapat membuka peluang bagi usaha pendukung, terutama ketika pengunjung menggunakan layanan penginapan, transportasi, kuliner, dan jasa lainnya.

Salah satu pengembangan wisata berbasis ekonomi lokal terlihat dari peluncuran Kawasan Wisata Kuliner Kota Tua di kawasan Pasar, Kota Jambi, pada 3 April 2026. Pemerintah Kota Jambi mengembangkan kawasan tersebut dengan menggabungkan potensi sejarah, wisata religi, kuliner, fashion, dan aktivitas ekonomi kreatif.

Pengembangan kawasan wisata terpadu berpotensi memberi ruang bagi pelaku UMKM, pedagang kuliner, perajin, serta usaha pendukung kegiatan wisata. Peluang juga dapat muncul melalui penyelenggaraan acara, penyediaan suvenir, jasa dokumentasi, dan promosi destinasi.

Di sisi lain, Kampung Batik Ulu Gedong dikembangkan sebagai kawasan wisata budaya yang mengangkat batik khas Jambi. Model pengembangan tersebut memperlihatkan bagaimana produk lokal dapat dipadukan dengan pengalaman wisata, sehingga membuka kesempatan bagi perajin, pelaku usaha, dan penyedia layanan kreatif.

Selain usaha yang berhubungan langsung dengan wisatawan, kebutuhan promosi digital juga membuka ruang bagi pekerja kreatif. Hotel, restoran, destinasi wisata, UMKM, dan penyelenggara acara dapat memanfaatkan jasa pengelolaan media sosial, desain grafis, fotografi, videografi, penulisan konten, serta pemasaran digital.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi turut mendorong penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif. ANTARA News Jambi melaporkan bahwa hingga September 2026, sebanyak 22 pelaku ekonomi kreatif telah mendapatkan pendampingan pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI), dari target 30 pelaku selama setahun.

Dinas tersebut juga mendorong pelaku kreatif memahami perlindungan merek dan hak cipta, termasuk bagi pembuat foto, video, dan musik. Pelatihan multimedia dan pemasaran digital menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan produk dan menjangkau konsumen.

Bagi pencari kerja, peluang di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif membutuhkan keterampilan yang sesuai dengan bidang pekerjaan. Industri pelayanan memerlukan komunikasi, kemampuan melayani pelanggan, dan pengelolaan operasional. Sementara itu, pekerjaan kreatif membutuhkan portofolio, kreativitas, penguasaan perangkat digital, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar.

Peluang juga tidak selalu berbentuk pekerjaan tetap. Sebagian pekerjaan dapat berupa proyek lepas, kontrak kegiatan, jasa produksi konten, atau usaha mandiri. Karena itu, pencari kerja perlu memahami skema kerja, tarif jasa, ruang lingkup pekerjaan, dan ketentuan pembayaran sebelum menerima proyek.

Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Jambi tetap membutuhkan dukungan aksesibilitas, kebersihan, kualitas pelayanan, promosi yang konsisten, dan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, serta pelaku usaha.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Kembali Loyo! Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI dan BNI Hari Ini

    Rupiah Kembali Loyo! Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI dan BNI Hari Ini

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sempat tampil perkasa pada perdagangan sebelumnya, rupiah kembali kehilangan tenaga. Mata uang Indonesia kembali melemah pada perdagangan Kamis (1/10/2026), sekaligus membuat posisinya semakin dekat dengan level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, rupiah hari ini berada di level Rp17.915 per dolar AS. Rupiah melemah 21 poin atau 0,12 persen dibandingkan […]

  • Insentif Stunting Daerah Turun Drastis Usai Dipangkas Menkeu Purbaya

    Insentif Stunting Daerah Turun Drastis Usai Dipangkas Menkeu Purbaya

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memangkas alokasi dana insentif fiskal untuk daerah berprestasi dalam penurunan stunting. Jika pada tahun 2024 anggaran yang disiapkan mencapai Rp 775 miliar, pada tahun 2025 turun drastis menjadi hanya Rp 300 miliar. Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 330 Tahun 2025, yang diteken Purbaya pada […]

  • Nahkoda Baru BEI! Jeffrey Hendrik Jadi Dirut

    Nahkoda Baru BEI! Jeffrey Hendrik Jadi Dirut

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi berganti nakhoda. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama BEI untuk masa jabatan 2026–2030. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi motor baru dalam mempercepat transformasi pasar modal Indonesia agar semakin modern, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat global. Pengangkatan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama […]

  • BPS: Pekerja Informal Masih Mendominasi, Proporsi Buruh dan Pegawai Turun pada Agustus 2025

    BPS: Pekerja Informal Masih Mendominasi, Proporsi Buruh dan Pegawai Turun pada Agustus 2025

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pekerja informal masih mendominasi pasar tenaga kerja nasional, meski terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja formal hingga Agustus 2025. Dalam laporan terbaru Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, BPS mencatat jumlah penduduk bekerja di Indonesia mencapai 146,54 juta orang. Dari total tersebut, 38,74 persen bekerja sebagai buruh, […]

  • Turun Rp48.000, Kini Emas Antam Dibanderol Rp3,1 Juta per Gram

    Turun Rp48.000, Kini Emas Antam Dibanderol Rp3,1 Juta per Gram

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam turun tajam hari ini, Jumat (30/1/2026). Penurunannya lumayan besar, mencapai Rp48.000. Dengan penurunan harga tersebut, kini emas Antam berada di level Rp 3.120.000 per gram. Penurunan harga yang terjadi juga mengimbas pada harga beli kembali (buyback) emas Antam menjadi Rp2.939.000 per gram. Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak sesuai dengan […]

  • Tidak Loyo Lagi, Rupiah Menguat ke Rp 16.584 per Dolar AS

    Tidak Loyo Lagi, Rupiah Menguat ke Rp 16.584 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak loyo lagi. Rupiah pada perdagangan Rabu (15/10/2025) ini, dibuka menguat sebesar 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.584 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.603 per dolar AS. Penguatan itu terjadi di tengah kekhawatiran berlanjutnya ketegangan dagang antara AS dan China. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas […]

expand_less