Produksi Padi Jambi Naik 30,88 Persen, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Daerah?
- account_circle say say
- calendar_month 16 menit yang lalu
- print Cetak

Data terbaru BPS menunjukkan produksi padi Jambi pada 2025 mencapai 367,79 ribu ton gabah kering giling (GKG), meningkat 30,88 persen dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 281,02 ribu ton.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Sektor pertanian masih menjadi salah satu bagian penting dalam perekonomian Provinsi Jambi. Data terbaru BPS menunjukkan produksi padi Jambi pada 2025 mencapai 367,79 ribu ton gabah kering giling (GKG), meningkat 30,88 persen dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 281,02 ribu ton.
Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan peningkatan luas panen. Pada 2025, luas panen padi mencapai 80,37 ribu hektare, naik 30,42 persen dibandingkan 2024. Produksi beras untuk konsumsi masyarakat juga meningkat menjadi sekitar 212,76 ribu ton.
Data tersebut menunjukkan bahwa perubahan di sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan. Aktivitas pertanian memiliki hubungan dengan berbagai kegiatan ekonomi lain, mulai dari perdagangan hasil pertanian, transportasi, pergudangan, pengolahan hingga konsumsi rumah tangga.
Bank Indonesia mencatat bahwa pada triwulan II 2026, perlambatan produktivitas lapangan usaha pertanian menjadi salah satu faktor yang ikut menahan pertumbuhan ekonomi Jambi. Pergeseran musim panen komoditas hortikultura turut memengaruhi konsumsi rumah tangga.
Di sisi lain, indikator kesejahteraan petani menunjukkan perkembangan positif. BPS mencatat Nilai Tukar Petani atau NTP Jambi pada Juni 2026 mencapai 188,77, naik 1,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan 13,08 persen dibandingkan Juni 2025.
BPS menjelaskan bahwa NTP menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat kemampuan daya beli petani di wilayah perdesaan.
Bagi ekonomi daerah, perkembangan sektor pertanian memiliki efek yang lebih luas daripada sekadar angka produksi. Ketika produksi dan daya beli petani meningkat, aktivitas ekonomi di wilayah produksi berpotensi ikut bergerak.
Karena itu, membaca Jambi Economy juga berarti membaca bagaimana pertanian, daya beli, perdagangan dan distribusi saling terhubung. Dari sawah hingga pasar, setiap mata rantai memiliki peran dalam membentuk aktivitas ekonomi Jambi.
- Penulis: say say
