Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Produksi Padi Jambi Naik 30,88 Persen, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Daerah?

Produksi Padi Jambi Naik 30,88 Persen, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Daerah?

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Sektor pertanian masih menjadi salah satu bagian penting dalam perekonomian Provinsi Jambi. Data terbaru BPS menunjukkan produksi padi Jambi pada 2025 mencapai 367,79 ribu ton gabah kering giling (GKG), meningkat 30,88 persen dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 281,02 ribu ton.

Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan peningkatan luas panen. Pada 2025, luas panen padi mencapai 80,37 ribu hektare, naik 30,42 persen dibandingkan 2024. Produksi beras untuk konsumsi masyarakat juga meningkat menjadi sekitar 212,76 ribu ton.

Data tersebut menunjukkan bahwa perubahan di sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan. Aktivitas pertanian memiliki hubungan dengan berbagai kegiatan ekonomi lain, mulai dari perdagangan hasil pertanian, transportasi, pergudangan, pengolahan hingga konsumsi rumah tangga.

Bank Indonesia mencatat bahwa pada triwulan II 2026, perlambatan produktivitas lapangan usaha pertanian menjadi salah satu faktor yang ikut menahan pertumbuhan ekonomi Jambi. Pergeseran musim panen komoditas hortikultura turut memengaruhi konsumsi rumah tangga.

Di sisi lain, indikator kesejahteraan petani menunjukkan perkembangan positif. BPS mencatat Nilai Tukar Petani atau NTP Jambi pada Juni 2026 mencapai 188,77, naik 1,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan 13,08 persen dibandingkan Juni 2025.

BPS menjelaskan bahwa NTP menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat kemampuan daya beli petani di wilayah perdesaan.

Bagi ekonomi daerah, perkembangan sektor pertanian memiliki efek yang lebih luas daripada sekadar angka produksi. Ketika produksi dan daya beli petani meningkat, aktivitas ekonomi di wilayah produksi berpotensi ikut bergerak.

Karena itu, membaca Jambi Economy juga berarti membaca bagaimana pertanian, daya beli, perdagangan dan distribusi saling terhubung. Dari sawah hingga pasar, setiap mata rantai memiliki peran dalam membentuk aktivitas ekonomi Jambi.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Job Fair Kota Jambi 2026 Buka 5.476 Lowongan, Wali Kota Maulana Dorong Pencari Kerja Tak Pantang Menyerah

    Job Fair Kota Jambi 2026 Buka 5.476 Lowongan, Wali Kota Maulana Dorong Pencari Kerja Tak Pantang Menyerah

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kota Jambi kembali menggelar Job Fair Kota Jambi 2026 sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan peluang kerja. Kegiatan yang berlangsung pada 20-21 Mei 2026 tersebut diikuti 44 perusahaan dari dalam dan luar negeri. Job Fair digelar di Taman Banjuran Budayo dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Pemerintah Kota […]

  • Bea Cukai Pecat 27 Pegawai Terlibat Fraud

    Bea Cukai Pecat 27 Pegawai Terlibat Fraud

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memecat 27 pegawai sepanjang 2024 karena terbukti terlibat praktik fraud dan pelanggaran disiplin berat. Langkah tegas ini menjadi bagian dari upaya pembenahan internal sekaligus penguatan integritas sumber daya manusia di lingkungan Bea Cukai. Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menegaskan […]

  • Ekonomi Jambi Tumbuh 4,15 Persen, Apa Artinya bagi Dunia Usaha?

    Ekonomi Jambi Tumbuh 4,15 Persen, Apa Artinya bagi Dunia Usaha?

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Perekonomian Provinsi Jambi masih mencatat pertumbuhan positif pada triwulan II 2026. Bank Indonesia mencatat ekonomi Jambi tumbuh 4,15 persen secara tahunan (yoy), meski melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan I 2026 sebesar 4,33 persen. Perlambatan tersebut terutama berkaitan dengan kinerja sektor pertanian yang dipengaruhi pergeseran musim panen komoditas hortikultura. Kondisi tersebut kemudian turut berdampak terhadap […]

  • Sudah Diposisi Rp17.126, Rupiah Kembali Menguat Gegara Faktor Ini

    Sudah Diposisi Rp17.126, Rupiah Kembali Menguat Gegara Faktor Ini

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menguat pada perdagangan Selasa (21/4/2026) pagi. Rupiah menguat 42 poin atau 0,24 persen menjadi Rp17.126 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.168 per dolar AS. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai […]

  • Rupiah Bangkit ke Level Rp16.788 per Dolar AS

    Rupiah Bangkit ke Level Rp16.788 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Selasa (30/12/2025) pagi ini. Rupiah bangkit menuju level Rp 16.781 per dolar AS. Rupiah menguat 0,04 persen atau 7 poin dibandingkan Harga penutupan kemarin, Senin (29/12) yang berada di level Rp 16,788 per dolar AS. Penguatan ini seiring tekanan dolar jelang rilis risalah […]

  • Harga Sembako Pasar Angso Duo Jambi 13 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp60 Ribu

    Harga Sembako Pasar Angso Duo Jambi 13 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp60 Ribu

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, Kamis (13/8/2026), masih relatif stabil. Namun, harga komoditas cabai justru bergerak naik dan menjadi perhatian. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai rawit merah. Harganya kini mencapai Rp60.000 per kilogram, naik Rp9.000 dibandingkan sehari sebelumnya yang […]

expand_less