BPS: Pengangguran Jambi Turun ke 4,08 Persen, Pekerjaan Formal Meningkat Jadi 43,5 Persen
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Foto Ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat perbaikan indikator ketenagakerjaan pada November 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,08 persen, atau berkurang 0,17 persen poin dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar 4,26 persen.
BPS juga mencatat jumlah angkatan kerja di Provinsi Jambi pada November 2025 mencapai 1,94 juta orang, meningkat 5,26 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,86 juta orang tercatat bekerja, sementara 79,22 ribu orang berstatus pengangguran.
Sementara itu, jumlah penduduk usia kerja di Provinsi Jambi mencapai 2,84 juta orang, meningkat 9,91 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya. Namun, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,05 persen poin menjadi 68,32 persen.
BPS mencatat penduduk bekerja di Jambi mengalami kenaikan menjadi 1,86 juta orang atau bertambah 8,38 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Kenaikan ini terutama didorong oleh sektor pengangkutan dan pergudangan yang meningkat 3,72 ribu orang, diikuti konstruksi, industri pengolahan, pendidikan, serta sektor pertanian.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 43,25 persen. Di posisi berikutnya terdapat sektor perdagangan sebesar 16,65 persen dan sektor pendidikan sebesar 5,81 persen.
Meski demikian, struktur ketenagakerjaan Jambi masih menunjukkan ketergantungan kuat pada sektor primer, yang umumnya rentan terhadap fluktuasi harga komoditas.
Dari sisi kualitas pekerjaan, BPS mencatat adanya peningkatan pada sektor formal. Persentase pekerja formal pada November 2025 mencapai 43,48 persen atau sekitar 808,93 ribu orang. Angka ini naik 2,24 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Namun, sektor informal masih mendominasi dengan porsi 56,52 persen atau sekitar 1,05 juta orang. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi perbaikan, struktur ketenagakerjaan di Jambi masih didominasi pekerjaan dengan tingkat kerentanan lebih tinggi.
Jika dilihat berdasarkan pendidikan, mayoritas penduduk bekerja di Jambi masih didominasi oleh lulusan SD ke bawah sebesar 33,48 persen. Sementara itu, lulusan perguruan tinggi (Diploma hingga Universitas) hanya mencapai 12,44 persen.
BPS mencatat distribusi ini relatif tidak banyak berubah dibandingkan periode Agustus 2025, yang menunjukkan bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja masih berjalan lambat.
Dari sisi jam kerja, sebanyak 67,05 persen pekerja tergolong pekerja penuh atau bekerja minimal 35 jam per minggu. Sisanya, 32,95 persen merupakan pekerja tidak penuh.
Di dalam kelompok ini, tingkat pekerja paruh waktu tercatat 25,47 persen, sementara setengah pengangguran berada pada angka 7,48 persen. Kedua indikator ini menunjukkan masih adanya tenaga kerja yang belum terserap secara optimal. BPS juga mencatat penurunan pada indikator ketidakpenuhan kerja tersebut dibandingkan Agustus 2025.
Jika ditinjau berdasarkan pendidikan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi justru berasal dari lulusan universitas, yakni 6,97 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA sebesar 4,86 persen, dan Diploma I/II/III sebesar 4,86 persen.
Sementara itu, pengangguran terendah tercatat pada lulusan SMP sebesar 2,78 persen.
Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan antara output pendidikan tinggi dan kebutuhan pasar kerja di daerah. Secara nasional, TPT Indonesia pada periode yang sama berada pada angka 4,74 persen. Dengan capaian 4,08 persen, Provinsi Jambi berada sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi
- Penulis: say say
