Penantian Terbayar! Batik Air Resmi Terbang ke Bungo
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Maskapai Batik Air.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Penantian panjang masyarakat Jambi bagian barat akhirnya tuntas. Maskapai Batik Air resmi membuka rute penerbangan Jakarta (CGK)–Muara Bungo (BUU). Hal itu ditandai dengan momen pendaratan dan penerbangan perdana di Bandara Muara Bungo pada Senin (15/6/2026).
Pembukaan rute ini langsung disambut antusias. Warga kini tak lagi harus menempuh perjalanan darat berjam-jam untuk menuju ibu kota. Kehadiran penerbangan langsung ini memangkas waktu tempuh secara signifikan dan membuka akses yang selama ini dinanti.
Rute Soekarno-Hatta International Airport –Muara Bungo menjadi langkah strategis dalam mendorong konektivitas wilayah Jambi bagian barat dengan pusat ekonomi nasional. Tak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, jalur ini juga diyakini bakal mengerek sektor perdagangan, investasi, hingga pariwisata.
“Ini bukan sekadar penerbangan baru, tapi pintu masuk percepatan ekonomi daerah,” ujar Gubernur Jambi Al Haris baru-baru ini.
Dengan konektivitas yang semakin terbuka, pelaku usaha di Muara Bungo dan sekitarnya kini punya peluang lebih besar untuk memperluas pasar. Distribusi barang dan jasa menjadi lebih cepat, efisien, dan kompetitif.
Selain itu, kehadiran Batik Air juga diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan di Provinsi Jambi. Selama ini, akses udara masih terkonsentrasi di wilayah timur seperti Kota Jambi. Kini, Jambi bagian barat mulai ikut terkoneksi langsung dengan Jakarta.
Bagi masyarakat, manfaat paling terasa tentu kemudahan perjalanan. Urusan bisnis, pendidikan, hingga keperluan keluarga kini bisa ditempuh lebih praktis tanpa harus melalui jalur panjang dan melelahkan.
“Wilayah barat memiliki jumlah penduduk yang besar. Karena itu akses transportasi yang memadai sangat dibutuhkan. Kehadiran Bandara Muara Bungo harus menjadi pemicu pemerataan pembangunan antara wilayah barat dan timur Jambi,” tegas Al Haris.
Gubernur juga mengungkapkan sejumlah rencana pengembangan bandara yang tengah dipersiapkan. Mulai dari pembangunan terminal VIP, ruang pertemuan tamu resmi, hingga pembangunan taxiway yang telah mendapat perhatian dari Kementerian Perhubungan.
Menurutnya, pemerintah daerah siap mendukung penuh ekspansi bandara karena ketersediaan lahan tidak menjadi persoalan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan Bandara Muara Bungo di masa depan.
Al Haris menegaskan, pembangunan Jambi tidak boleh hanya terpusat di Kota Jambi. Karena itu, Pemprov terus mendorong dukungan pemerintah pusat agar alokasi pembangunan ke wilayah barat semakin besar.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi lebih merata. Jambi Barat harus tumbuh dan berkembang agar kesejahteraan masyarakat bisa dirasakan secara lebih luas,” katanya.
Tak hanya itu, Al Haris kembali menyuarakan dukungan agar Kabupaten Bungo ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Status tersebut diyakini akan mempercepat masuknya berbagai program strategis dan investasi ke daerah.
Pada kesempatan yang sama, Al Haris juga mengungkapkan bahwa Pemprov Jambi telah mengusulkan kepada Menteri Perhubungan agar Bandara Sultan Thaha memperoleh kembali status internasional. Potensi mahasiswa asing dan tingginya jumlah jamaah umrah dari Jambi menjadi alasan utama pengajuan tersebut.
“Kehadiran Batik Air rute Jakarta–Muara Bungo menjadi awal yang baik. Semoga layanan ini membawa kemudahan bagi masyarakat, mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, dan membantu mewujudkan Jambi yang lebih seimbang dan maju,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Batik Air Danel Putu Kunciro mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat pada penerbangan perdana tersebut. Pesawat yang melayani rute Jakarta–Muara Bungo tercatat mengangkut 139 penumpang.
Pihaknya optimistis tingkat keterisian penumpang dapat mencapai lebih dari 125 orang per hari. Keyakinan itu didukung oleh besarnya potensi sektor pariwisata, perkebunan sawit, pertambangan emas, dan batu bara di wilayah Bungo dan sekitarnya.
“Kami melihat potensi pasar yang sangat baik. Namun tentu perlu dukungan peningkatan fasilitas bandara, terutama sistem penanganan bagasi dan beberapa sarana pendukung lainnya agar konektivitas berjalan semakin optimal,” pungkasnya.
Penerbangan perdana Batik Air ini menjadi babak baru transportasi udara di Jambi Barat. Harapannya, Bandara Muara Bungo tidak hanya menjadi titik keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan yang selama ini menanti akses konektivitas lebih cepat dan efisien.(*)
- Penulis: darmanto zebua
