Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » 17 Tahun Menanti, Transmigran Kerinci Masih Tunggu Hak Lahan dan Listrik

17 Tahun Menanti, Transmigran Kerinci Masih Tunggu Hak Lahan dan Listrik

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Penantian panjang masih membayangi para transmigran di kawasan Sungai Bermas, Kabupaten Kerinci, Jambi. Setelah ditempatkan melalui program transmigrasi pada periode 2009–2011, sebagian warga hingga kini masih menunggu kepastian pemenuhan hak atas Lahan Usaha II seluas 0,75 hektare.

Data terbaru yang dipublikasikan ANTARA Foto pada 3 Agustus 2026 menyebutkan terdapat 65 kepala keluarga (KK) transmigran di kawasan tersebut. Sebanyak 18 KK di antaranya belum menikmati layanan listrik dan masih bertahan dengan mengandalkan lahan pekarangan serta bekerja sebagai buruh.

Transmigrasi di kerinci yang belum mendapatkan listrik.

Para transmigran tersebut berasal dari sejumlah daerah di Pulau Jawa, di antaranya Lumajang, Madiun, Sumedang, dan Yogyakarta. Mereka ditempatkan di kawasan Transmigrasi Sungai Bermas dalam program transmigrasi periode 2009–2011.

Persoalan utama yang masih dinantikan warga adalah kepastian atas Lahan Usaha II, lahan yang dijanjikan tersebut memiliki luas 0,75 hektare untuk setiap keluarga. Sembari menunggu kepastian, warga memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran dan tanaman kebutuhan sehari-hari. Sebagian lainnya bekerja sebagai buruh untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Persoalan tersebut sebenarnya bukan baru muncul tahun ini. Dokumentasi ANTARA sejak 2020 mencatat transmigran Sungai Bermas telah menghadapi ketidakpastian kepemilikan lahan usaha selama bertahun-tahun.

Saat itu, warga menyebut baru memperoleh lahan pekarangan sekitar 0,25 hektare, sementara Lahan Usaha I seluas 1 hektare dan Lahan Usaha II seluas 0,75 hektare belum memiliki kejelasan. Artinya, jika dihitung dari kedatangan gelombang transmigran pada 2009 hingga 2026, persoalan tersebut telah berlangsung sekitar 17 tahun.

Rumah warga Transmigrasi di Kerinci.

Di sisi lain, data resmi Sistem Informasi Pertanahan Kawasan Transmigrasi (SIPUKAT) Kementerian Transmigrasi mencatat kawasan Sungai Bermas masuk dalam daftar lokasi transmigrasi dengan data 158 bidang pada bagian informasi SHM.

Data tersebut mencantumkan periode penempatan 2009/2011, sementara pada kolom jumlah transmigran tercatat 200 KK. Namun, keberadaan data bidang SHM tersebut tidak otomatis berarti seluruh transmigran yang kini tinggal di Sungai Bermas telah menerima seluruh lahan usaha yang menjadi hak mereka.

Kondisi di lapangan pada Agustus 2026 justru menunjukkan masih terdapat warga yang menunggu pemenuhan Lahan Usaha II. Sekitar  18 dari 65 KK transmigran di Sungai Bermas belum menikmati aliran listrik. Kondisi tersebut membuat warga harus bertahan dengan fasilitas yang terbatas.

Data pemerintah juga menunjukkan keterbatasan infrastruktur listrik di kawasan tersebut. Data satuan pendidikan pemerintah mencatat SD Negeri 44/III Sungai Bermas di Desa Koto Tengah, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, berstatus negeri, tetapi pada data sarana dan prasarana tercatat sumber listrik: tidak ada.

Foto Antara

Persoalan kepastian lahan transmigran menjadi perhatian pemerintah pusat. Kementerian Transmigrasi saat ini menjalankan program Trans Tuntas, yang antara lain diarahkan untuk menyelesaikan persoalan pertanahan dan mempercepat kepastian hak atas tanah bagi transmigran.

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi pada Juli 2026 menyatakan kepastian status lahan melalui sertifikasi menjadi faktor penting untuk mendorong perkembangan ekonomi dan investasi di kawasan transmigrasi.

Dalam dokumen Rencana Strategis Kementerian Transmigrasi 2025–2029, pemerintah juga menempatkan pemberian kepastian hukum melalui sertifikat hak atas tanah transmigrasi, kepastian pemanfaatan lahan, serta penyelesaian persoalan pertanahan lintas kementerian sebagai bagian dari agenda Transmigrasi Tuntas.

Warga Transmigrasi Memanfaatkan Lahat perkarangan untuk menanam sayuran.

Kondisi transmigran Sungai Bermas menjadi gambaran bahwa persoalan transmigrasi tidak berhenti pada pemindahan penduduk dan pembangunan permukiman. Kepastian lahan, sertifikasi, listrik, dan infrastruktur dasar turut menentukan apakah kawasan transmigrasi benar-benar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Bagi warga Sungai Bermas, kepastian atas Lahan Usaha II yang dinanti belasan tahun menjadi harapan penting agar mereka dapat mengembangkan usaha pertanian dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemiskinan Jambi Turun ke 6,89 Persen, Terendah dalam Periode Terbaru

    Kemiskinan Jambi Turun ke 6,89 Persen, Terendah dalam Periode Terbaru

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi kembali menunjukkan tren penurunan signifikan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi dalam Berita Resmi Statistik Nomor 10/02/15/Th. XX tertanggal 5 Februari 2026, persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat sebesar 6,89 persen, atau turun 0,30 persen poin dibanding Maret 2025 dan turun 0,37 persen poin dibanding […]

  • Daftar Pulau di Indonesia yang Pernah Dijual Online

    Daftar Pulau di Indonesia yang Pernah Dijual Online

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JBCNEWS.ID – Isu penjualan pulau di Indonesia kembali mencuat setelah dugaan Pulau Umang diperjualbelikan di media sosial. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa praktik jual beli pulau di Indonesia tidak memiliki dasar hukum dan dinyatakan ilegal. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pulau di Indonesia sempat diiklankan untuk dijual melalui situs […]

  • Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Kembali Turun, Rp 3.406,67 per Kg

    Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Kembali Turun, Rp 3.406,67 per Kg

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Memasuki akhir tahun, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Jambi tidak menunjukkan tren positif. Kali ini harga kelapa sawit Provinsi Jambi kembali turun. Hasil rapat Dinas Perkebunan Provinsi Jambi pada 24 Desember 2025 lalu, harga periode 26 Desember – 1 Januari 2026 berlaku untuk periode setelahnya, yakni periode 2-8 Januari 2026. Berkaca […]

  • 12 Tempat Wisata Populer di Jambi, dari Candi Muaro Jambi hingga Danau Kaco yang Memikat

    12 Tempat Wisata Populer di Jambi, dari Candi Muaro Jambi hingga Danau Kaco yang Memikat

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Provinsi Jambi menyimpan beragam destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari sejarah, alam, hingga wisata perkotaan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah lokasi di daerah ini kian diminati wisatawan lokal maupun luar daerah. Salah satu destinasi unggulan adalah Candi Muaro Jambi, kompleks percandian peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang dikenal sebagai salah satu situs Buddha […]

  • Sempat Galau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.064

    Sempat Galau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.064

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (16/10/2025). Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG dibuka pada level 8.064,67. IHSG lalu bergerak pada rentang 8.030-8.072 sesaat setelah pembukaan. Sebanyak 864,74 juta saham diperdagangkan, dengan nilai Rp947,68 miliar. Sejumlah 240 saham menguat, 164 saham melemah, dan 201 saham stagnan. […]

  • Belanja Makin Untung! JBC Resmi Luncurkan Aplikasi JBC+

    Belanja Makin Untung! JBC Resmi Luncurkan Aplikasi JBC+

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jambi Business Center (JBC) secara resmi meluncurkan JBC+. Aplikasi digital yang dirancang untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan berbagai keuntungan eksklusif bagi masyarakat yang berkunjung ke kawasan Jambi Business Center. Peluncuran JBC+ menjadi langkah strategis JBC dalam memperkuat transformasi digital sekaligus menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih modern, praktis, dan terintegrasi. Melalui aplikasi ini, pengunjung […]

expand_less