3.771 Hektare Sawah Tanjabtim Aman dari Kekeringan, 275 Pompa Air Disiagakan
- account_circle say say
- calendar_month 37 menit yang lalu
- print Cetak

Persawahan yang di jadikan Agrowisata di Tanjung Jabung Timur.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, memastikan 3.771 hektare lahan padi di daerah itu masih aman dari ancaman kekeringan di tengah musim kemarau. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Tanjabtim, Sunarno, mengatakan kondisi lahan pertanian hingga kini masih terjaga karena pasokan air dari saluran utama dan pendukung masih mencukupi.
“Kita pastikan aman, kelompok tani sudah dibekali pompa air tersebar di kecamatan lumbung pangan,” kata Sunarno di Muara Sabak.
Untuk mengantisipasi kekeringan, Pemkab Tanjabtim telah menyiagakan 275 unit pompa air bantuan Kementerian Pertanian (Kementan). Pompa tersebut telah disalurkan kepada kelompok tani dan disiapkan untuk mengalirkan air ke lahan pertanian apabila terjadi penurunan pasokan air akibat kemarau. Sunarno menyebut kondisi tersebut juga didukung karakter wilayah Tanjabtim yang merupakan daerah rawa pesisir dengan ketersediaan air relatif melimpah.
Dari total lahan yang ditanam pada periode April-September, seluas 3.771 hektare tanaman padi saat ini telah memasuki fase reproduksi atau generatif.
Sebaran lahan padi tersebut berada di tujuh kecamatan, yakni:
- Nipah Panjang: 1.027 hektare
- Berbak: 986 hektare
- Muara Sabak Timur: 255 hektare
- Muara Sabak Barat: 74 hektare
- Geragai: 226 hektare
- Dendang: 83 hektare
- Rantau Rasau: 695 hektare
Jika kondisi pertanaman dan pasokan air tetap terjaga, petani diperkirakan mulai memasuki panen raya pada akhir Agustus hingga awal September 2026. Produksi padi ditargetkan mencapai sekitar 5,5 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.
- Penulis: say say
