Selasa, 23 Jun 2026
light_mode
Beranda » Regional » Ekonomi Tanjab Barat Tumbuh 5,28%, Pengangguran Masih Tinggi dan Belum Terserap

Ekonomi Tanjab Barat Tumbuh 5,28%, Pengangguran Masih Tinggi dan Belum Terserap

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir. Namun, peningkatan tersebut belum mampu diikuti oleh penyerapan tenaga kerja yang optimal, sehingga tingkat pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah.

Pengamat ekonomi Noviardi Ferzi menilai persoalan ketenagakerjaan di daerah ini bersifat struktural. Ia menyoroti sejumlah faktor utama, mulai dari penurunan partisipasi angkatan kerja, migrasi tenaga kerja, hingga ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri.

Data terbaru menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Tanjung Jabung Barat meningkat menjadi 3,20 persen pada Agustus 2024, dari sebelumnya 2,95 persen pada Desember 2023. Di sisi lain, jumlah angkatan kerja justru mengalami penurunan menjadi sekitar 171 ribu jiwa, dengan 166 ribu di antaranya telah bekerja.

Sepanjang 2025, kondisi tersebut relatif stagnan. Jumlah pengangguran bertahan di kisaran 5 ribu orang, mencerminkan terbatasnya penciptaan lapangan kerja baru di daerah tersebut.

“Pertumbuhan ekonomi 5,28 persen pada 2025 memang terlihat kuat, bahkan meningkat dibandingkan 4,43 persen pada 2024. Namun, pertumbuhan ini belum inklusif karena belum mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal,” ujar Noviardi, Jumat (24/4).

Ia juga menyoroti stagnasi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebagai salah satu faktor utama. Dampak lanjutan pascapandemi serta arus migrasi membuat basis tenaga kerja tidak berkembang secara signifikan.

Selain itu, struktur ekonomi daerah yang masih bergantung pada sektor primer seperti perkebunan sawit dinilai turut membatasi peluang kerja. Ketika harga komoditas berfluktuasi, termasuk penurunan harga kelapa pada akhir 2025, daya beli masyarakat ikut tertekan dan kesempatan kerja di sektor pedesaan menyusut.

“Ketergantungan pada sektor primer membuat pasar kerja rentan. Ketika harga turun, dampaknya langsung terasa pada pendapatan dan konsumsi masyarakat,” jelasnya.

Masalah lain yang tak kalah penting adalah mismatch keterampilan tenaga kerja. Peningkatan jumlah lulusan terdidik tidak diimbangi dengan kebutuhan industri lokal, sehingga memicu meningkatnya pengangguran terdidik.

“Pasokan tenaga kerja terdidik meningkat, tetapi permintaan industri tidak sejalan. Ini menciptakan kesenjangan yang semakin lebar,” tambahnya.

Pemerintah daerah sendiri melalui rencana strategis Dinas Tenaga Kerja menargetkan penurunan TPT hingga 3,12 persen dalam beberapa tahun ke depan. Namun, upaya tersebut dinilai perlu diiringi dengan diversifikasi ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pantau terus berita perkembangan ekonomi, saham, harga emas, dan harga sembako terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Industri Fashion Lokal Tumbuh Pesat, Pendanaan UMKM Capai Rp 2 Miliar

    Industri Fashion Lokal Tumbuh Pesat, Pendanaan UMKM Capai Rp 2 Miliar

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Industri fashion lokal di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sektor tekstil dan pakaian jadi tumbuh sebesar 2,64 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan I 2024. Angka ini menegaskan bahwa subsektor fashion masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi kreatif nasional. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk buatan dalam […]

  • Jelang Hari Raya Kurban, Harga Sapi Melonjak Hingga Rp30 Juta per Ekor

    Jelang Hari Raya Kurban, Harga Sapi Melonjak Hingga Rp30 Juta per Ekor

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga hewan kurban di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Kenaikan paling signifikan terjadi pada sapi, yang mengalami lonjakan hingga Rp3 juta per ekor dalam sepekan terakhir. Di Pasar Patok, salah satu pusat perdagangan ternak di Lumajang, aktivitas jual beli terpantau meningkat. Pedagang menyebut lonjakan harga […]

  • Purbaya Sebut Coretax Bermasalah dan “Aneh”, Ada Integrasi ke Vendor, Ada Apa?

    Purbaya Sebut Coretax Bermasalah dan “Aneh”, Ada Integrasi ke Vendor, Ada Apa?

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui sistem perpajakan Coretax masih menghadapi sejumlah persoalan, baik dari sisi teknis maupun desain. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul banyaknya keluhan wajib pajak terkait gangguan saat pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Purbaya mengatakan, hasil penelusuran awal menunjukkan adanya kejanggalan dalam sistem. Ia menyebut Coretax kerap mengalami gangguan yang membuat […]

  • BPJPH Apresiasi Dukungan DPR dalam Penguatan Jaminan Produk Halal Nasional

    BPJPH Apresiasi Dukungan DPR dalam Penguatan Jaminan Produk Halal Nasional

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten DPR RI, khususnya Komisi VIII, dalam memperkuat penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan atau Babe Hasan, dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI yang membahas pelaksanaan dan rencana program halal nasional. […]

  • Masih Lemah, Rupiah Terkoreksi ke Rp16.749 per Dolar AS

    Masih Lemah, Rupiah Terkoreksi ke Rp16.749 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pagi ini. Rupiah dibuka melemah sebesar 13 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.749 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.736 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS melemah 0,06% ke 99,53. Sementara itu, sejumlah mata uang di kawasan Asia dibuka bervariasi. Mata uang yen […]

  • Harga Perak Antam Naik Rp200 Jadi Rp 27.664 per Gram

    Harga Perak Antam Naik Rp200 Jadi Rp 27.664 per Gram

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada Rabu (12/11/2025) ini. Harganya naik sebesar Rp 200 menjadi Rp 27.664 per gram. Adanya kenaikan tersebut membuat harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram kini dipatok sebesar Rp 8.200.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 9.102.000. […]

expand_less