Jumat, 24 Apr 2026
light_mode
Beranda » Regional » Ekonomi Tanjab Barat Tumbuh 5,28%, Pengangguran Masih Tinggi dan Belum Terserap

Ekonomi Tanjab Barat Tumbuh 5,28%, Pengangguran Masih Tinggi dan Belum Terserap

  • account_circle say say
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir. Namun, peningkatan tersebut belum mampu diikuti oleh penyerapan tenaga kerja yang optimal, sehingga tingkat pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah.

Pengamat ekonomi Noviardi Ferzi menilai persoalan ketenagakerjaan di daerah ini bersifat struktural. Ia menyoroti sejumlah faktor utama, mulai dari penurunan partisipasi angkatan kerja, migrasi tenaga kerja, hingga ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri.

Data terbaru menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Tanjung Jabung Barat meningkat menjadi 3,20 persen pada Agustus 2024, dari sebelumnya 2,95 persen pada Desember 2023. Di sisi lain, jumlah angkatan kerja justru mengalami penurunan menjadi sekitar 171 ribu jiwa, dengan 166 ribu di antaranya telah bekerja.

Sepanjang 2025, kondisi tersebut relatif stagnan. Jumlah pengangguran bertahan di kisaran 5 ribu orang, mencerminkan terbatasnya penciptaan lapangan kerja baru di daerah tersebut.

“Pertumbuhan ekonomi 5,28 persen pada 2025 memang terlihat kuat, bahkan meningkat dibandingkan 4,43 persen pada 2024. Namun, pertumbuhan ini belum inklusif karena belum mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal,” ujar Noviardi, Jumat (24/4).

Ia juga menyoroti stagnasi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebagai salah satu faktor utama. Dampak lanjutan pascapandemi serta arus migrasi membuat basis tenaga kerja tidak berkembang secara signifikan.

Selain itu, struktur ekonomi daerah yang masih bergantung pada sektor primer seperti perkebunan sawit dinilai turut membatasi peluang kerja. Ketika harga komoditas berfluktuasi, termasuk penurunan harga kelapa pada akhir 2025, daya beli masyarakat ikut tertekan dan kesempatan kerja di sektor pedesaan menyusut.

“Ketergantungan pada sektor primer membuat pasar kerja rentan. Ketika harga turun, dampaknya langsung terasa pada pendapatan dan konsumsi masyarakat,” jelasnya.

Masalah lain yang tak kalah penting adalah mismatch keterampilan tenaga kerja. Peningkatan jumlah lulusan terdidik tidak diimbangi dengan kebutuhan industri lokal, sehingga memicu meningkatnya pengangguran terdidik.

“Pasokan tenaga kerja terdidik meningkat, tetapi permintaan industri tidak sejalan. Ini menciptakan kesenjangan yang semakin lebar,” tambahnya.

Pemerintah daerah sendiri melalui rencana strategis Dinas Tenaga Kerja menargetkan penurunan TPT hingga 3,12 persen dalam beberapa tahun ke depan. Namun, upaya tersebut dinilai perlu diiringi dengan diversifikasi ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pantau terus berita perkembangan ekonomi, saham, harga emas, dan harga sembako terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.

  • Penulis: say say

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri LH: Pola Makan Perkotaan Picu Longsor di Lereng Bandung Barat

    Menteri LH: Pola Makan Perkotaan Picu Longsor di Lereng Bandung Barat

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut perubahan pola makan masyarakat perkotaan turut menjadi pemicu terjadinya longsor di lereng Bandung Barat, Jawa Barat. Perubahan tersebut berdampak pada alih fungsi lahan di kawasan pegunungan yang seharusnya berfungsi sebagai wilayah lindung. Hanif mengatakan, urbanisasi masif mendorong pergeseran kebutuhan pangan masyarakat kota. Akibatnya, aktivitas pertanian merambat […]

  • KKP Bangun Laboratorium 2026 untuk Pastikan Produk Laut Indonesia Bebas Radioaktif

    KKP Bangun Laboratorium 2026 untuk Pastikan Produk Laut Indonesia Bebas Radioaktif

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa pemerintah akan membangun laboratorium khusus pada tahun depan untuk memastikan seluruh produk laut (seafood) Indonesia aman dari kontaminasi radioaktif. “Kita akan membangun laboratorium untuk memastikan bahwa seluruh produk laut yang diproduksi Indonesia, baik untuk ekspor maupun konsumsi dalam negeri, aman dari radioaktif,” ujar […]

  • 5 Kebiasaan Hemat yang Justru Bikin Keuangan Bocor dan Merugikan

    5 Kebiasaan Hemat yang Justru Bikin Keuangan Bocor dan Merugikan

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hemat itu penting, tapi tidak semua cara menghemat membawa manfaat nyata. Beberapa kebiasaan hemat justru membuat keuangan bocor, menghabiskan waktu, tenaga, dan uang lebih banyak. 5 Kebiasaan Hemat yang Perlu Diwaspadai: Berkeliling ke Banyak Toko demi Diskon Kecil Menghabiskan waktu dan bensin untuk potongan harga kecil sering lebih boros daripada untung. Terlalu Sibuk […]

  • Menaker Ajak Perusahaan Bangun Budaya K3 dengan Pola Pikir Baru

    Menaker Ajak Perusahaan Bangun Budaya K3 dengan Pola Pikir Baru

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh pimpinan perusahaan di Indonesia untuk membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pendekatan pola pikir baru yang berpusat pada manusia. Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Menaker menjelaskan bahwa perubahan cara pandang terhadap K3 sangat penting agar keselamatan kerja tidak sekadar menjadi kewajiban administratif, tetapi menjadi budaya […]

  • Indonesia Siap Borong 50 Pesawat Boeing Senilai Rp 227,9 Triliun

    Indonesia Siap Borong 50 Pesawat Boeing Senilai Rp 227,9 Triliun

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia bersama Danantara berencana mengakuisisi 50 unit pesawat komersial dari Amerika Serikat (AS) dengan nilai transaksi sekitar US$ 13,5 miliar atau setara Rp 227,91 triliun (kurs Rp 16.882 per dolar AS). Rencana jumbo ini merupakan tindak lanjut kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump […]

  • Terkendala Free Float, SUPR Siap Go Private dan Delisting dari BEI

    Terkendala Free Float, SUPR Siap Go Private dan Delisting dari BEI

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Emiten menara telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), mengumumkan rencana untuk mengubah status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup (go private) sekaligus melakukan penghapusan pencatatan saham (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas kendala pemenuhan ketentuan minimum free float yang dipersyaratkan oleh BEI. Sejak April 2025, saham […]

expand_less