Limbah Kopi hingga Daun Nanas Jambi Tembus Pasar Global
- account_circle say say
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Limbah kopi bisa di gunakan sebagai pupuk organik.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Limbah pertanian yang selama ini dipandang tak bernilai di Provinsi Jambi kini justru menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar global. Kulit kopi, daun nanas, hingga sabut kelapa berhasil diolah menjadi produk premium yang diminati pasar internasional.
Di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, kulit kopi atau cascara yang sebelumnya terbuang kini diolah menjadi minuman fungsional. Limbah yang mencakup hampir setengah dari berat buah kopi tersebut diketahui memiliki kandungan protein dan antioksidan tinggi.
Sejumlah penelitian menunjukkan ekstrak cascara berpotensi menghambat enzim pemicu alergi. Di pasar domestik, produk ini dijual sekitar Rp40.000 per kemasan. Namun di pasar global, harganya dapat menembus 70 dolar Amerika Serikat atau setara Rp1,1 juta per kilogram.
Selain kopi, daun nanas dari wilayah Kota Jambi dan Muaro Jambi juga mulai dilirik. Limbah ini diolah menjadi serat tekstil ramah lingkungan atau pineapple leaf fiber (PALF), yang kini digunakan dalam industri fesyen berkelanjutan. Nilainya mencapai lebih dari Rp200.000 per kilogram.
Sektor perkebunan sawit turut menyumbang potensi melalui produk turunan berupa palm kernel expeller (PKE). Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia mencatat produksi PKE nasional mencapai 4,6 juta ton per tahun. Namun sebagian besar masih diekspor sebagai bahan baku pakan ternak, sehingga peluang hilirisasi di dalam negeri masih terbuka lebar.
Dari sektor perikanan, kulit ikan pari asal Jambi menjadi bahan baku produk fesyen premium seperti tas dan sepatu. Meski kontribusinya kecil secara global, kekuatan dan teksturnya menjadikannya bernilai tinggi di pasar internasional.
Sementara itu, sabut kelapa dari wilayah Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur juga memiliki pasar ekspor yang stabil. Produk cocofiber dari daerah ini dijual dengan harga 200 hingga 400 dolar AS per ton, terutama untuk kebutuhan industri matras dan karpet di negara maju.
- Penulis: say say
