Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Regional » DULU DISANDARI KAPAL RAKSASA, Kini Jadi Mal! Tragisnya Nasib Pelabuhan Boom Batu Jambi

DULU DISANDARI KAPAL RAKSASA, Kini Jadi Mal! Tragisnya Nasib Pelabuhan Boom Batu Jambi

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sulit dipercaya. Di lokasi yang kini dipenuhi pusat perbelanjaan modern dan deretan bangunan beton, dahulu berdiri salah satu pelabuhan paling sibuk di Jambi. Pelabuhan Boom Batu, yang selama puluhan tahun menjadi urat nadi perdagangan di Sungai Batanghari, kini benar-benar hilang tanpa jejak.

Generasi muda yang setiap hari melintas atau berbelanja di kawasan WTC Batanghari dan sekitarnya mungkin tak pernah membayangkan bahwa di tempat itu kapal-kapal besar pernah hilir mudik mengangkut hasil bumi Jambi ke berbagai daerah.

Boom Batu bukan sekadar dermaga. Pelabuhan yang dibangun pada masa Hindia Belanda itu pernah menjadi pusat denyut ekonomi Jambi. Bahkan setelah Indonesia merdeka, aktivitas bongkar muat dan pelayaran masih berlangsung hingga memasuki era 2000-an, ketika transportasi sungai masih menjadi andalan masyarakat.

Namun kejayaan itu perlahan memudar. Sejak 1996, aktivitas bongkar muat yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia II mulai dipindahkan ke Pelabuhan Talang Duku di Kabupaten Muaro Jambi, sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Jambi. Perpindahan tersebut menjadi awal berakhirnya era emas Boom Batu.

Puncaknya terjadi pada 2007. Kawasan bekas pelabuhan disulap menjadi kompleks pertokoan, pusat perbelanjaan modern WTC Batanghari, serta hotel. Tak ada lagi sisa fisik pelabuhan yang pernah menjadi kebanggaan Kota Jambi.

“Lokasi pelabuhan Boom Batu itu berada di sekitar Angso Duo. Pada saat ini bekas-bekasnya tidak ada karena telah dibangun Mall WTC,” tulis Didik Pradjoko dan Bambang Budi Utomo dalam Atlas Pelabuhan-Pelabuhan Bersejarah di Indonesia (2013).

Kontrasnya begitu terasa. Dahulu kapal-kapal dagang berukuran besar bersandar di tepian Batanghari. Kini, hanya perahu-perahu kecil bermesin tempel yang sesekali melintas di antara deretan bangunan beton yang menutup wajah sungai.

Nasib Boom Batu juga berbeda dengan “saudaranya” di Palembang. Pelabuhan Boom Baru hingga kini masih beroperasi sebagai pelabuhan penting di Sumatera Selatan. Sementara Boom Batu di Jambi tinggal nama dalam lembaran sejarah.

Dibangun Belanda, Jadi Pusat Perdagangan

Keberadaan Boom Batu tak bisa dilepaskan dari Sungai Batanghari, sungai terpanjang di Pulau Sumatera dengan panjang sekitar 800 kilometer yang berhulu di Pegunungan Bukit Barisan. Selama berabad-abad, Batanghari menjadi jalur utama transportasi dan perdagangan masyarakat Jambi.

Melihat besarnya potensi perdagangan, pemerintah Hindia Belanda membangun pelabuhan di pusat Kota Jambi. Lokasinya dipilih sangat strategis, berdekatan dengan pusat pemerintahan kolonial.

Jejak kawasan administrasi kolonial itu masih dapat ditemukan hingga kini. Bekas rumah Residen Jambi kini menjadi Markas Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolair) Polda Jambi. Tak jauh dari sana berdiri bangunan bekas Kantor Telegraf yang kini digunakan sebagai Kantor Pos Indonesia.

Dalam Atlas Pelabuhan-Pelabuhan Bersejarah di Indonesia disebutkan bahwa Jambi saat itu menjadi tempat bertemunya para saudagar dari berbagai daerah dan bangsa. Hasil bumi dari pedalaman dikumpulkan di kota sebelum dikirim ke berbagai wilayah melalui jalur sungai.

Pemerintah kolonial kemudian membangun Boom Batu hanya dalam waktu tiga bulan. Pelabuhan tersebut resmi digunakan pada 1 April 1929 dan sejak saat itu menjadi gerbang utama perdagangan Jambi.

Dari Emas dan Lada, Kini Batu Bara dan Sawit

Peran Boom Batu turut mendorong berkembangnya ekonomi Jambi. Aktivitas pelayaran di Batanghari menjadikan masyarakat pedalaman sebagai pemasok komoditas ekspor yang bernilai tinggi.

Dalam buku Jambi Dalam Sejarah 1500–1942 karya Lindayati, Junaidi T. Noor, dan Ujang Hariadi dijelaskan bahwa Jambi merupakan pelabuhan ekspor bagi berbagai komoditas unggulan seperti emas, lada, hasil hutan, karet, rotan, pinang, hingga kopra.

Seiring berjalannya waktu, wajah ekonomi Jambi ikut berubah. Ketika hasil hutan tak lagi menjadi primadona, ekspor bergeser ke komoditas baru seperti batu bara dan minyak kelapa sawit yang kini mendominasi perekonomian daerah.

Meski fungsi perdagangan tetap berjalan melalui pelabuhan yang lebih modern di Talang Duku, hilangnya Boom Batu menyisakan pertanyaan tentang pelestarian warisan sejarah kota. Sebab, pelabuhan yang pernah menjadi saksi lahirnya denyut perdagangan Jambi itu kini benar-benar lenyap, terkubur di bawah beton dan hanya hidup dalam catatan sejarah.(*)

 

Catatan Redaksi : Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber dan narasumber.

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahlil Pastikan Tukin Pegawai ESDM Naik 100 Persen, Disetujui Presiden Prabowo

    Bahlil Pastikan Tukin Pegawai ESDM Naik 100 Persen, Disetujui Presiden Prabowo

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tunjangan kinerja (tukin) pegawai di lingkungan Kementerian ESDM naik 100 persen. Kebijakan ini merupakan bentuk penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto kepada aparatur negara yang bekerja di sektor energi dan sumber daya mineral. “Pekerjaan saya yang paling berat menjadi Menteri ESDM adalah bagaimana menaikkan […]

  • Ditemukan Ribuan NIK Ganda, Belasan Ribu Calon Debitur KPR Terganjal SLIK OJK

    Ditemukan Ribuan NIK Ganda, Belasan Ribu Calon Debitur KPR Terganjal SLIK OJK

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ternyata banyak masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sulit mengambil KPR rumah subsidi. Faktor utamanya karena Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK rendah. Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyebut ada lebih dari 19.000 data calon debitur yang terkendala dari imbas SLIK OJK itu. “Data tersebut merupakan hasil […]

  • petani memanen kelapa sawit

    Harga Sawit Terbaru Provinsi Jambi Turun, Rp 3.38,36 per Kilogram

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi terbaru mengalami penurunan. Harga sawit Jambi periode 19-25 Desember ini ditetapkan pada Kamis (18/12/2025). Harga TBS tertinggi yaitu Rp 3.438,36 per kilogram untuk tanaman sawit umur tanam 10-20 tahun. Penurunan harga sawit periode ini mencapai Rp 5,69/Kg TBS. Berikut harga TBS kelapa sawit untuk Provinsi Jambi yang […]

  • HUT ke-58 BPJS Kesehatan, Momentum Dorong Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat

    HUT ke-58 BPJS Kesehatan, Momentum Dorong Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan menjadi momentum untuk memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Health Fun Run yang melibatkan berbagai komunitas lari sebagai bagian dari komitmen mendukung upaya promotif dan preventif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan […]

  • John Herdman Masuk Daftar Kandidat Pelatih Timnas Indonesia

    John Herdman Masuk Daftar Kandidat Pelatih Timnas Indonesia

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pencarian pelatih Timnas Indonesia masih terus bergulir. Terkini, ada sosok pelatih asal Kanada, John Herdman, yang dikabarkan masuk dalam kandidat pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya, nama asisten pelatih Liverpool Giovanni van Bronckhorst juga sempat dilaporkan masuk dalam daftar kandidat pelatih yang sebelumnya diisi oleh Patrick Kluivert itu. Dilansir dari Sky Sports, Herdman bahkan telah […]

  • BGN Atur Bahan Baku MBG Jelang Ramadhan untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

    BGN Atur Bahan Baku MBG Jelang Ramadhan untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk mengatur bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang Ramadhan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat bulan puasa. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, koordinasi dilakukan antara lain dengan Kementerian Pertanian guna menentukan jenis […]

expand_less