Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Rupiah Tertekan! Cek Harga Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI

Rupiah Tertekan! Cek Harga Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan. Mata uang Indonesia tidak melawan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (7/9/2026).

Mengutip Antara, rupiah hari ini berada di level Rp17.646 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 4 poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.642 per dolar AS.

Pergerakan rupiah tersebut turut menjadi perhatian karena harga dolar AS di sejumlah perbankan nasional masih berada di kisaran Rp17.600-an. Perbedaan kurs jual dan beli juga terlihat di masing-masing bank, baik untuk transaksi elektronik maupun tunai.

Kurs Dolar AS di BCA

PT Bank Central Asia Tbk pada pukul 09.14 WIB mematok kurs dolar AS melalui e-rate dengan harga beli sebesar Rp17.650 dan harga jual Rp17.670.

Sementara untuk TT counter, BCA menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.490, sedangkan harga jual mencapai Rp17.770.

Adapun melalui bank notes, BCA mematok harga beli dolar AS sebesar Rp17.490 dan harga jual Rp17.770.

Kurs Dolar AS di Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menetapkan kurs dolar AS untuk special rate dengan harga beli sebesar Rp17.630 dan harga jual Rp17.660 per dolar AS.

Untuk transaksi TT counter, Bank Mandiri mematok harga beli dolar AS sebesar Rp17.430 dan harga jual Rp17.730.

Sedangkan melalui bank notes, harga beli dolar AS ditetapkan Rp17.430 dan harga jual Rp17.730 per dolar AS.

Kurs Dolar AS di BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk juga mencatatkan kurs dolar AS yang cukup tinggi.

BRI menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.568 per dolar AS, sementara harga jual berada di level Rp17.719 per dolar AS.

Kurs Dolar AS di BNI

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada pukul 09.20 WIB menetapkan special rate dengan harga beli dolar AS sebesar Rp17.645 dan harga jual Rp17.675 per dolar AS.

Untuk transaksi TT counter, BNI mematok harga beli dolar AS sebesar Rp17.495 dan harga jual Rp17.795.

Sedangkan untuk bank notes, harga beli dolar AS ditetapkan sebesar Rp17.495 dan harga jual mencapai Rp17.795 per dolar AS.

Dengan pelemahan rupiah di pasar spot dan kurs dolar yang masih bertahan di level tinggi pada sejumlah bank, pergerakan mata uang Indonesia sepanjang perdagangan Senin menjadi salah satu indikator yang patut dicermati pelaku pasar.(*)

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rp6,59 Triliun Belum Bergerak, Bendungan Merangin Masih Sebatas Rencana

    Rp6,59 Triliun Belum Bergerak, Bendungan Merangin Masih Sebatas Rencana

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Di atas kertas, Bendungan Merangin merupakan salah satu proyek infrastruktur terbesar yang pernah direncanakan di Provinsi Jambi. Nilai investasinya mencapai Rp6,59 triliun, menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta diproyeksikan menjadi bendungan multiguna yang mampu mengendalikan banjir, mengairi ribuan hektare sawah, menyediakan air baku, hingga menghasilkan listrik. Namun hingga pertengahan […]

  • Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah masih melemah. Siang ini rupiah ada di level Rp 16.605 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,26% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.561 per dolar AS. Mayoritas mata uang negara Asia melemah terhadap dolar AS siang ini. Won Korea mencatat pelemahan terdalam 0,41%, disusul yen Jepang yang melemah 0,29%, dolar […]

  • Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali terpuruk ke titik terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan krisis ekonomi berkepanjangan dan gelombang protes nasional. Pelemahan mata uang ini semakin memperberat kondisi ekonomi masyarakat Iran yang telah lama dibayangi inflasi tinggi, sanksi internasional, serta instabilitas politik. Mengutip laporan Yahoo Finance, Selasa (13/1/2026), […]

  • Pernyataan Trump Soal Armada ke Iran Picu Harga Minyak Dunia Rebound

    Pernyataan Trump Soal Armada ke Iran Picu Harga Minyak Dunia Rebound

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia berbalik menguat pada perdagangan Jumat (23/1/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran, memicu kekhawatiran pasar akan potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah. Melansir Reuters dan Kontan, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Maret naik 35 sen atau 0,55% menjadi US$ 64,41 per barel. Sementara itu, […]

  • Pemerintah Salurkan Rp 300 Triliun KUR, Target Ciptakan 12 Juta Lapangan Kerja

    Pemerintah Salurkan Rp 300 Triliun KUR, Target Ciptakan 12 Juta Lapangan Kerja

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah terus mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp 300,48 triliun. Program ini ditargetkan mampu menciptakan 12 juta lapangan kerja baru di berbagai sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga 17 Oktober 2025, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp 217,20 triliun atau sekitar 76,86% dari target […]

  • Strategi Politik di Balik Kebijakan Ekonomi Purbaya: Antara Stabilitas Fiskal dan Konsolidasi Kekuasaan

    Strategi Politik di Balik Kebijakan Ekonomi Purbaya: Antara Stabilitas Fiskal dan Konsolidasi Kekuasaan

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di balik kebijakan ekonomi yang tampak teknokratis dan berbasis data, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ternyata memainkan strategi politik yang tak kalah cermat. Bagi pemerintahan baru, ekonomi bukan sekadar urusan angka dan pertumbuhan, melainkan juga alat untuk membangun stabilitas kekuasaan dan legitimasi politik jangka panjang. Pelantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Pemerintahan […]

expand_less