Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Belum Lepas dari Tekanan, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.585

Belum Lepas dari Tekanan, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.585

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tak berdaya menghadapi dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (11/9/2026).

Mengutip Antara, rupiah hari ini dibuka di level Rp17.585 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 38 poin atau 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.547 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau stabil di level 99,072. Angka tersebut tercatat setelah indeks dolar AS ditutup menguat 0,23 persen pada perdagangan Kamis (10/9/2026).

Pergerakan rupiah menjelang akhir pekan masih dipengaruhi oleh dinamika eksternal, khususnya penguatan dolar AS di pasar global.

Dolar bertahan di sekitar level tertinggi dalam sepekan setelah data menunjukkan indeks harga produsen AS meningkat 0,4% pada Agustus, sesuai dengan perkiraan pasar. Kenaikan harga energi menjadi salah satu pendorong meningkatnya tekanan harga di tingkat produsen.

Penguatan dolar juga ditopang oleh aliran dana menuju aset aman di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Harga minyak melanjutkan kenaikan selama enam hari berturut-turut. Harga minyak Brent pada perdagangan Asia naik 1,2% ke US$108,96 per barel setelah menembus level US$100 pada awal pekan ini.

Tingginya harga energi mendorong pelaku pasar memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pasar kini memperhitungkan probabilitas sebesar 71,3% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan, meningkat dari 61,2% pada perdagangan sebelumnya.

Perubahan ekspektasi tersebut turut mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield US Treasury tenor 10 tahun naik 2,3 basis poin ke level 4,965% atau semakin mendekati 5%.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar sekaligus menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Perhatian pasar kini tertuju pada rilis inflasi konsumen AS yang dijadwalkan pada Jumat waktu setempat. Data tersebut menjadi salah satu indikator ekonomi utama terakhir sebelum The Fed menggelar pertemuan kebijakan pada 15-16 September.

Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat semakin memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed, mengangkat dolar AS, dan menambah tekanan terhadap rupiah. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat meredakan ekspektasi pengetatan moneter serta memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.(*)

 

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat! Kota Jambi Juara Gubernur Cup 2026

    Selamat! Kota Jambi Juara Gubernur Cup 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertandingan final Gubernur Cup 2026 di Stadion Swarna Bumi Pijoan, Kabupaten Muarojambi, Minggu (25/1/2026), berlangsung sengit dan penuh tensi. Pasalnya, Kota Jambi maupun Merangin tidak mau kalah. Kedua tim menampilkan permainan terbuka, dengan saling melancarkan serangan dan memperagakan pola permainan yang menakjubkan. Pertandingan sarat gengsi tersebut disaksikan langsung Gubernur Jambi Al Haris, Bupati […]

  • Pemkot Jambi Sembelih 16 Sapi Kurban, 1.645 Kupon Dibagikan kepada Masyarakat

    Pemkot Jambi Sembelih 16 Sapi Kurban, 1.645 Kupon Dibagikan kepada Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kota Jambi menyembelih hewan kurban dalam rangka perayaan Iduladha 1447 Hijriah di kawasan Kantor Wali Kota Jambi, Rabu (27/5/2026). Penyembelihan dilakukan setelah pelaksanaan salat Iduladha di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat menerima manfaat dari ibadah kurban. […]

  • Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    Skema Ponzi China Terbongkar di Inggris, 61.000 Bitcoin Disita Polisi

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalang penipuan investasi asal China dijatuhi hukuman lebih dari 11 tahun penjara di Inggris pada Selasa (11/11/2025). Itu setelah ia terbukti mencuci hasil kejahatan ke dalam bentuk bitcoin yang kini bernilai miliaran dolar AS. Dalang penipuan tersebut seorang perempuan bernama Qian Zhimin. Ia dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pencucian uang oleh Pengadilan Mahkota […]

  • Prabowo Ingatkan Danantara Setor Rp800 Triliun ke Negara Tiap Tahun

    Prabowo Ingatkan Danantara Setor Rp800 Triliun ke Negara Tiap Tahun

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pimpinan Danantara Indonesia agar meningkatkan kinerja pengelolaan aset negara. Ia menegaskan lembaga pengelola investasi tersebut harus mampu memberikan pengembalian aset atau return on asset (RoA) yang lebih besar kepada negara. Menurut Prabowo, tingkat RoA Danantara saat ini masih berada di kisaran 5 persen, sementara standar perusahaan yang sehat seharusnya […]

  • 54.604 Jemaah Haji RI Sudah Tiba di Arab Saudi, 4 Wafat di Madinah

    54.604 Jemaah Haji RI Sudah Tiba di Arab Saudi, 4 Wafat di Madinah

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemberangkatan jemaah haji Indonesia terus berlangsung. Hingga 29 April 2026, sebanyak 138 kelompok terbang (kloter) dengan total 54.604 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Data Kementerian Haji dan Umrah menunjukkan, dari jumlah tersebut, 132 kloter atau 52.343 jemaah sudah tiba di Madinah. Kedatangan berlangsung bertahap dan diklaim berjalan tertib dengan pengawalan petugas sejak […]

  • OJK Rilis Aturan Baru Asuransi Kesehatan, Co-Payment Ditetapkan 5%

    OJK Rilis Aturan Baru Asuransi Kesehatan, Co-Payment Ditetapkan 5%

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan. Aturan ini akan mulai berlaku pada 22 Maret 2026 dan mengatur sejumlah ketentuan baru, termasuk skema co-payment sebesar 5 persen. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi mengatakan, aturan tersebut disusun […]

expand_less