Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Kembali Masuk Zona Merah, Melemah ke Rp17.685 per Dolar

Rupiah Kembali Masuk Zona Merah, Melemah ke Rp17.685 per Dolar

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa pagi (19/5/2026). Mata uang Garuda turun 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.685 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.668 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan indeks dolar AS yang kembali naik di pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, indeks dolar tercatat menguat 0,14 persen ke posisi 99.052.

Penguatan dolar AS dipicu meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. Selain itu, sentimen global terkait kondisi ekonomi dan geopolitik juga turut memengaruhi pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan rupiah berpotensi menguat seiring Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran pasar setelah Trump menunda serangan ke Iran,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa.

Mengutip Anadolu, Trump memutuskan untuk menunda serangan terhadap Iran karena beberapa negara di kawasan tersebut memberitahu bahwa mereka yakin kesepakatan untuk mengakhiri perang sepenuhnya hampir tercapai.

Trump mengatakan dirinya diminta oleh para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan negara-negara lain yang tak disebutkan namanya untuk menunda serangan karena mereka berpikir hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

“Walau demikian, penguatan mungkin terbatas mengingat sentimen domestik yang masih lemah serta antisipasi investor pada RDG BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga,” ungkap Lukman.

Menurut dia, salah satu penyebab potensi BI memutuskan kenaikan suku bunga ialah meningkatnya imbal hasil obligasi AS. “Kenaikan ini diharapkan bisa membuat rupiah kembali menarik,” kata dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.600-Rp17.700 per dolar AS.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • 20 Perusahaan Batu Bara di Jambi Pasok 3 Juta Ton untuk PLTU PLN hingga 2026, Ini Daftarnya

    20 Perusahaan Batu Bara di Jambi Pasok 3 Juta Ton untuk PLTU PLN hingga 2026, Ini Daftarnya

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 20 perusahaan batu bara yang beroperasi di Provinsi Jambi mendapat penugasan memasok batu bara untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN Group dan Independent Power Producer (IPP) selama periode 2024–2026. Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor B-1839/MB.05/DBB.OP/2023 tertanggal 2 Desember 2023 mengenai pemenuhan pasokan […]

  • BNI Ajak 27.300 Pelari Gerakkan Ekonomi dan Jaga Bumi di wondr JRF 2025

    BNI Ajak 27.300 Pelari Gerakkan Ekonomi dan Jaga Bumi di wondr JRF 2025

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gelaran wondr Jakarta Running Festival (JRF) 2025 resmi dimulai pada Sabtu, 25 Oktober 2025, di Gelora Bung Karno Sport Complex, Jakarta. Event ini diselenggarakan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bekerja sama dengan PT Kelompok Lari Anak Bangsa (KLAB). Acara flag off dibuka secara resmi oleh Ketua PB PASI Luhut Binsar […]

  • Usai Terus Rekor, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.294.000 per Gram

    Usai Terus Rekor, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.294.000 per Gram

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah terus mencetak rekor termahal selama lima hari beruntun, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) akhirnya turun juga. Pada perdagangan hari ini, Jumat (10/10/2025), harga emas Antam turun Rp9.000 menjadi Rp2.294.000 per gram. Sehari sebelumnya, Kamis (9/10), logam mulia ini sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level Rp2.303.000 per gram. […]

  • PT Agrinas Pangan Nusantara Akan Tanggung Pembayaran Gaji 30 Ribu Manajer Kopdes

    PT Agrinas Pangan Nusantara Akan Tanggung Pembayaran Gaji 30 Ribu Manajer Kopdes

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan akhirnya buka suara terkait sumber dana untuk membayar gaji 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Zulhas memastikan pembayaran gaji para manajer akan dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Namun, ia menegaskan skema pendanaan final masih dalam tahap penyusunan oleh pemerintah. “Sementara skema gaji […]

  • Pangkas Utang Rp 4,5 Triliun, Agung Podomoro Jual Lahan 8 Hektar di Bali

    Pangkas Utang Rp 4,5 Triliun, Agung Podomoro Jual Lahan 8 Hektar di Bali

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Industri properti nasional kembali menunjukkan dinamika penyehatan finansial yang strategis. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melanjutkan strategi efisiensi dan penguatan fundamental dengan melakukan divestasi aset non-produktif di Bali. Pada 11 Desember 2025, APLN menyelesaikan penjualan seluruh kepemilikan saham Perseroan dan entitas anak PT Kencana Unggul Sukses (KUS) di PT Karya Pratama Propertindo […]

  • Rupiah Terpuruk, Perajin Tahu Tempe Khawatir Harga Kedelai Tembus Rp12.000

    Rupiah Terpuruk, Perajin Tahu Tempe Khawatir Harga Kedelai Tembus Rp12.000

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai dirasakan langsung oleh pelaku industri tahu dan tempe. Harga kedelai impor terus mengalami kenaikan dan kini berada di kisaran Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram, memicu kekhawatiran akan keberlangsungan usaha perajin kecil. Berdasarkan pantauan di sentra industri tahu tempe Cibuntu, Kota Bandung, harga kedelai impor naik […]

expand_less