Selasa, 7 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Kembali Masuk Zona Merah, Melemah ke Rp17.685 per Dolar

Rupiah Kembali Masuk Zona Merah, Melemah ke Rp17.685 per Dolar

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa pagi (19/5/2026). Mata uang Garuda turun 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.685 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.668 per dolar AS.

Pelemahan rupiah terjadi seiring penguatan indeks dolar AS yang kembali naik di pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, indeks dolar tercatat menguat 0,14 persen ke posisi 99.052.

Penguatan dolar AS dipicu meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. Selain itu, sentimen global terkait kondisi ekonomi dan geopolitik juga turut memengaruhi pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan rupiah berpotensi menguat seiring Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran pasar setelah Trump menunda serangan ke Iran,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa.

Mengutip Anadolu, Trump memutuskan untuk menunda serangan terhadap Iran karena beberapa negara di kawasan tersebut memberitahu bahwa mereka yakin kesepakatan untuk mengakhiri perang sepenuhnya hampir tercapai.

Trump mengatakan dirinya diminta oleh para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan negara-negara lain yang tak disebutkan namanya untuk menunda serangan karena mereka berpikir hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

“Walau demikian, penguatan mungkin terbatas mengingat sentimen domestik yang masih lemah serta antisipasi investor pada RDG BI (Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga,” ungkap Lukman.

Menurut dia, salah satu penyebab potensi BI memutuskan kenaikan suku bunga ialah meningkatnya imbal hasil obligasi AS. “Kenaikan ini diharapkan bisa membuat rupiah kembali menarik,” kata dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.600-Rp17.700 per dolar AS.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Dibuka Melemah, Imbas Sentimen Royalti Energi dan Geopolitik

    IHSG Dibuka Melemah, Imbas Sentimen Royalti Energi dan Geopolitik

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Senin (!!/5/2026) dibuka melemah 9,46 poin atau sekitar 0,14 persen ke level 6.959,94. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah menilai laju pergerakan IHSG selama tiga hari perdagangan ke depan akan banyak dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global dan kebijakan […]

  • Pasar Modal Indonesia Menguat dan Berintegritas Sepanjang 2025

    Pasar Modal Indonesia Menguat dan Berintegritas Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja Pasar Modal Indonesia yang solid, berintegritas, dan berdaya tahan sepanjang tahun 2025, meskipun dihadapkan pada dinamika global berupa ketidakpastian kebijakan moneter, tensi geopolitik, tekanan dan sentimen perdagangan pada awal tahun. Ketahanan tersebut tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pertumbuhan kapitalisasi pasar, peningkatan aktivitas transaksi dan […]

  • Habis Ngegas, Emas Antam Rem Mendadak! Turun Rp5.000, Cek Disini

    Habis Ngegas, Emas Antam Rem Mendadak! Turun Rp5.000, Cek Disini

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah sempat menguat, harga emas batangan produksi Antam akhirnya berbalik arah. Pada perdagangan hari ini, Selasa (26/5/2026), harga emas Antam tercatat turun tipis sebesar Rp5.000 per gram. Kini, emas Antam dibanderol Rp2.798.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.803.000 per gram. Koreksi ini sekaligus mematahkan tren kenaikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tak hanya […]

  • TNI AL Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Pasir Timah Ilegal di PIK 2, Diduga Akan Diekspor

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Pasir Timah Ilegal di PIK 2, Diduga Akan Diekspor

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggagalkan penyelundupan 16 ton pasir timah ilegal di kawasan pergudangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten. Wakil Komandan Kodaeral III, Dian Suryansyah, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi intelijen terkait pengiriman pasir timah dari Tanjung Balai, Karimun menuju Jakarta menggunakan dua truk. “Pergerakan […]

  • Stagnan! UBS dan Galeri24 Sentuh Rp 2,9 Juta

    Stagnan! UBS dan Galeri24 Sentuh Rp 2,9 Juta

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk Galeri24 dan UBS di Pegadaian tidak mengalami perubahan. Harga masih yang sama pada hari sebelumnya. Seperti tertera di laman resmi Sahabat Pegadaian, Jumat (6/2/2026), harga emas buatan UBS di posisi Rp 2.988.000 per gram. Sedangkan harga emas buatan Galeri24 di posisi Rp 2.974.000 per gram. Angka itu merupakan harga yang […]

  • Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun, Cek  Update-nya

    Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun, Cek Update-nya

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas perhiasan terpantau turun di Hartadinata Abadi, Raja Emas Indonesia, dan Laku Emas  pada Senin siang (2/2/2026). Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas. Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli […]

expand_less