Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » DPR Dukung Langkah Menkeu Purbaya Berantas Mafia Impor Tekstil Ilegal untuk Selamatkan Industri Lokal

DPR Dukung Langkah Menkeu Purbaya Berantas Mafia Impor Tekstil Ilegal untuk Selamatkan Industri Lokal

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam memberantas mafia impor tekstil ilegal yang selama ini merugikan industri tekstil nasional dan para pekerja di sektor tersebut. Menurut Chusnunia, kebijakan tegas Menkeu untuk menindak impor ilegal, termasuk pakaian bekas, menjadi langkah penting dalam menyelamatkan masa depan industri tekstil dalam negeri yang tengah tertekan akibat praktik curang perdagangan lintas batas.

“Sudah terlalu lama mafia impor ini dibiarkan dan dampaknya terasa langsung oleh para pekerja dan industri tekstil nasional. Karenanya langkah Menkeu ini harus kita dukung bersama untuk menyelamatkan nasib industri tekstil nasional kita,” ujar Chusnunia di Jakarta, Senin.

Politisi asal Lampung itu menyoroti data dari Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) yang menyebut praktik impor ilegal menyebabkan kerugian negara mencapai Rp54 triliun per tahun. Selain itu, puluhan perusahaan tekstil terpaksa gulung tikar dan terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak 2022 hingga kini.

Chusnunia menegaskan bahwa maraknya impor ilegal mengganggu rantai pasok industri tekstil nasional, yang sejatinya sudah terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Kita terus mendorong Direktorat Jenderal Bea Cukai memperkuat sistem pengawasan dan memperbaiki prosedur penerimaan barang impor dari pelabuhan,” katanya.

Mengacu pada data Kementerian Perindustrian, sektor tekstil masih memberikan kontribusi hampir satu persen terhadap PDB nasional dan menyerap lebih dari tiga juta tenaga kerja. Menurut Chusnunia, sektor ini merupakan tulang punggung reindustrialisasi nasional, sehingga membutuhkan perlindungan dan kebijakan yang berpihak pada produsen dalam negeri.

“Dengan kebijakan yang berpihak, sektor ini dapat menjadi tulang punggung reindustrialisasi nasional yang berdampak pada masa depan industri tekstil nasional kita,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia masih memiliki potensi besar menjadi pusat inovasi dan pertumbuhan global. Namun, selama 15 tahun terakhir, tekanan dari barang impor dumping dan ilegal membuat pelaku industri kehilangan ruang untuk berinovasi.

“Akibatnya, Indonesia tertinggal dalam pengembangan teknologi dan produk baru dibanding Vietnam. Karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengamankan pasar domestik dari hulu hingga hilir agar industri bisa pulih,” kata Chusnunia.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AS Tunda Tarif Baru Chip China Sampai Juni 2027

    AS Tunda Tarif Baru Chip China Sampai Juni 2027

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) akan menunda tarif tambahan produk semikonduktor asal China hingga Juni 2027. Pengumuman tersebut disampaikan setelah berakhirnya investigasi satu tahun oleh kantor perdagangan, dilakukan di tengah meredanya ketegangan antara AS dan China. Kantor tersebut mengatakan tingkat tarif tambahan awal akan dipertahankan pada nol persen selama 18 bulan, meski […]

  • Bapanas: Harga Beras Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

    Bapanas: Harga Beras Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga beras mulai stabil menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Stabilitas harga ini didukung oleh penguatan pasokan, pengawasan distribusi, serta langkah pengendalian yang terus dilakukan pemerintah. “Menjelang Natal dan tahun baru, pemerintah memastikan kestabilan harga pangan pokok strategis, terutama beras. Sampai awal November, sudah ada 214 kabupaten/kota […]

  • Catatan PKP, KUR Perumahan Capai Rp3,5 Triliun per 16 Desember

    Catatan PKP, KUR Perumahan Capai Rp3,5 Triliun per 16 Desember

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sektor perumahan atau kredit program perumahan (KPP) hingga 16 Desember mencapai Rp3,5 triliun. “Per 16 Desember KUR perumahan secara keseluruhan itu di Rp3,5 triliun. Untuk dari sisi suplai ada 892 debitur, sedangkan dari sisi permintaan (demand) ada 3.810 debitur,” ujar Direktur […]

  • Asosiasi Emiten Nilai Pembekuan Rebalancing MSCI Jadi Momentum Perbaikan Pasar Saham

    Asosiasi Emiten Nilai Pembekuan Rebalancing MSCI Jadi Momentum Perbaikan Pasar Saham

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menilai keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan rebalancing indeks saham Indonesia justru berpotensi menjadi katalis perbaikan struktural pasar saham nasional. Evaluasi dari penyedia indeks global tersebut dinilai dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia dalam jangka panjang. Direktur Eksekutif AEI Gilman Pradana mengatakan, pengumuman MSCI […]

  • Singapura Geger PHK Massal: 7 Sektor Terdampak, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    Singapura Geger PHK Massal: 7 Sektor Terdampak, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Singapura saat ini tengah diguncang gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, terutama terjadi di sektor yang bernilai tinggi. Data terbaru Survei Ekonomi Singapura Kuartal III-2025 yang telah dirilis tercatat hampir 20.000 posisi pekerjaan hilang hanya dari tujuh sektor industri. Temuan ini memicu tanda tanya besar, apa yang sebenarnya sedang terjadi di Singapura saat […]

  • Bappenas: Sawit Dorong Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan 2045

    Bappenas: Sawit Dorong Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan 2045

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa minyak sawit memiliki peran sentral dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Indonesia, sebagai salah satu produsen dan pengekspor sawit terbesar dunia, dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan global, transisi energi, dan pengembangan industri hijau. Dalam sambutannya pada Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) […]

expand_less