Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » AS Tunda Tarif Baru Chip China Sampai Juni 2027

AS Tunda Tarif Baru Chip China Sampai Juni 2027

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) akan menunda tarif tambahan produk semikonduktor asal China hingga Juni 2027. Pengumuman tersebut disampaikan setelah berakhirnya investigasi satu tahun oleh kantor perdagangan, dilakukan di tengah meredanya ketegangan antara AS dan China.

Kantor tersebut mengatakan tingkat tarif tambahan awal akan dipertahankan pada nol persen selama 18 bulan, meski penyelidikan berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang perdagangan AS tahun 1974 menemukan bahwa “penargetan industri semikonduktor oleh China untuk dominasi tidak masuk akal dan membebani atau membatasi perdagangan AS dan karenanya dapat ditindaklanjuti”.

Dalam pemberitahuan Federal Register disebutkan bahwa tingkat tarif akan dinaikkan pada 23 Juni 2027, “ke tingkat yang akan diumumkan tidak kurang dari 30 hari sebelum tanggal tersebut”.

Investigasi dimulai pada Desember 2024, selama beberapa pekan terakhir pemerintahan Presiden Joe Biden sebelum Trump kembali ke Gedung Putih.

Pejabat AS secara khusus menyelidiki chip “peninggalan” non-canggih yang diproduksi di China, yang digunakan dalam produk harian mulai dari mobil hingga perangkat medis.

Pasal 301 memberi wewenang kepada pemerintah AS untuk menggunakan tarif guna menanggapi praktek-praktek yang diduga tidak adil dari negara asing.

Pasal itu menjadi alat favorit Trump dalam membenarkan pengenaan tarif yang lebih tinggi pada produk impor China ketika ia melancarkan perang dagang dengan Beijing selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden.

Berdasarkan penyelidikan Pasal 301 lainnya, pemerintahan Biden menggandakan tarif pada chip China menjadi 50 persen pada Januari tahun ini.

Pemberitahuan USTR, yang dirilis pada Selasa, menyebutkan rencana tarif baru akan ditambahkan ke bea masuk 50 persen yang sudah ada.

Penundaan tarif baru itu muncul ketika Trump berupaya mempertahankan hubungan kerja yang baik dengan China menyusul pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping pada akhir Oktober di Korea Selatan.

Selama pertemuan tersebut Trump, yang berencana mengunjungi China pada April, menyetujui gencatan senjata selama setahun dalam perang dagang dengan presiden Xi.

Sebagai bagian dari upaya untuk mengembalikan produksi chip ke AS, pemerintahan Trump kembali meluncurkan investigasi pada April berdasarkan Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan tahun 1962.

Pada Agustus Trump mengusulkan tarif sekitar 100 persen untuk impor chip dan tarif pungutan baru yang akan segera diumumkan, namun belum terealisasi.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Antara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta

    Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri di Istana Kepresidenan Jakarta

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat pimpinan (rapim) bersama jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026). Sejumlah perwira tinggi TNI dan Polri terlihat mulai berdatangan sejak pagi hari untuk mengikuti agenda tersebut. Salah satu yang hadir adalah Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal […]

  • Upadate Rupiah Hari Ini: Menguat Tipis Tembus Rp17.941 per Dolar AS

    Upadate Rupiah Hari Ini: Menguat Tipis Tembus Rp17.941 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menguat meski penguatannya tipis pada pembukaan perdagangan Kamis (11/6/2026) pagi. Berdasarkan data dari Antara, rupiah bergerak menguat 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.941 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi ini lebih baik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.944 per dolar AS. Di saat yang sama, […]

  • Budaya Healing Anak Muda: Antara Self-Care Sejati atau Gaya Hidup Konsumtif?

    Budaya Healing Anak Muda: Antara Self-Care Sejati atau Gaya Hidup Konsumtif?

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Belakangan ini, istilah healing semakin akrab di telinga generasi muda. Dari liburan singkat ke Bali, nongkrong di kafe estetik, hingga sekadar rebahan di kamar dengan lilin aromaterapi, semua bisa disebut healing. Namun, di balik tren tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah budaya healing benar-benar menjadi bentuk self-care, atau justru berkembang menjadi gaya hidup konsumtif […]

  • 71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

    71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 71 sekolah di Canberra, Australia, terpaksa ditutup pada Senin (17/11/2025) setelah ditemukannya serat asbes beracun di dalam bak pasir bermain anak-anak. Keputusan ini diambil usai hasil uji laboratorium memastikan pasir hias di area bermain terkontaminasi asbes jenis krisotil. Asbes merupakan mineral berserat yang dulu banyak digunakan sebagai bahan konstruksi karena sifatnya yang […]

  • Menkeu Purbaya Siapkan Legalisasi Rokok Ilegal, Target Berlaku Mei 2026

    Menkeu Purbaya Siapkan Legalisasi Rokok Ilegal, Target Berlaku Mei 2026

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyiapkan kebijakan baru untuk menekan peredaran rokok ilegal sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai. Purbaya mengungkapkan, pemerintah telah merampungkan skema legalisasi rokok ilegal yang bertujuan mendorong pelaku usaha masuk ke dalam sistem resmi dan membayar cukai sesuai ketentuan. “Pelaku usaha harus masuk ke sistem […]

  • Rupiah Melemah Lagi, Tembus Rp16.724 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Lagi, Tembus Rp16.724 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tertekan pada perdagangan hari ini, Kamis (13/11/2025). Rupiah dibuka melemah sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.724 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.717 per dolar AS. Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS pagi ini. Seperti dolar Taiwan melemah 0,09%, baht Thailand melemah 0,07%, […]

expand_less