Tips Agar Pengajuan KPR Mudah Disetujui, Simak Panduan dari Bank Sinarmas
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 10 Okt 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi solusi utama bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian sendiri. Namun, tidak semua pengajuan KPR disetujui oleh pihak bank. Untuk itu, PT Bank Sinarmas Tbk membagikan sejumlah tips agar permohonan KPR lebih mudah mendapatkan persetujuan.
- Pertama, hitung kemampuan finansial secara realistis. Idealnya, cicilan bulanan tidak melebihi 30–40% dari penghasilan. Misalnya, dengan gaji Rp6 juta, cicilan aman berkisar Rp1,8 juta–Rp2,4 juta per bulan.
- Kedua, pilih rumah sesuai budget. Hindari memaksakan diri membeli rumah di luar kemampuan finansial. Rumah sederhana bisa menjadi langkah awal sebelum melakukan renovasi di masa depan.
- Ketiga, jaga skor kredit tetap baik. Pastikan tidak ada tunggakan cicilan atau tagihan kartu kredit agar bank menilai calon debitur layak menerima pinjaman.
- Keempat, siapkan uang muka (DP) yang cukup. Semakin besar DP, semakin kecil risiko kredit dan peluang disetujui pun lebih tinggi.
- Kelima, manfaatkan program KPR bersubsidi seperti FLPP atau Tapera bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini memiliki bunga tetap dan cicilan terjangkau.
- Keenam, pilih tenor yang sesuai kemampuan. Tenor panjang membuat cicilan ringan, tetapi total bunga lebih besar.
- Ketujuh, ajukan ke bank yang tepat. Setiap bank memiliki kebijakan berbeda dalam menilai penghasilan dan kelayakan kredit.
- Terakhir, lengkapi seluruh dokumen pendukung seperti KTP, KK, slip gaji, NPWP, dan rekening koran 3–6 bulan terakhir agar proses verifikasi lebih cepat.
Sebagai gambaran, untuk rumah senilai Rp400 juta dengan DP 20% (Rp80 juta) dan tenor 15 tahun, cicilan per bulan sekitar Rp3,1 juta dengan bunga 8% per tahun. Artinya, calon debitur idealnya memiliki penghasilan minimal Rp10 juta per bulan agar aman secara finansial. Bank Sinarmas menekankan, kunci utama keberhasilan pengajuan KPR bukan hanya besaran gaji, tetapi juga perencanaan keuangan yang matang, skor kredit yang sehat, dan kedisiplinan finansial.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar