Rupiah Stagnan Pagi Ini, Potensi Menguat Terbatas
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month Rab, 3 Des 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Hari ini rupiah dibuka stagnan. Sama persis pada penutupan perdagangan sebelumnya diposisi Rp16.625 per dolar AS.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tercatat tidak bergerak terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (3/12/2025). Rupiah dibuka stagnan sehingga tetap di angka Rp16.625, sama persis dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp16.625 per dolar AS.
Berbeda dengan rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand menguat 0,25%, yen Jepang menguat 0,13%, yuan China menguat 0,07%, ringgit Malaysia menguat 0,05%, dolar Singapura menguat 0,05% dan dolar Hong Kong menguat 0,03% terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini, Peso Filipina melemah 0,27%, won Korea melemah 0,12%, rupiah yang melemah 0,04% dan dolar Taiwan melemah 0,03%.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,23, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,35.
Pengamat pasar uang Lukman Leong menilai rupiah pada perdagangan hari ini berpotensi bergerak konsolidatif. Absennya rilis data ekonomi penting membuat pergerakan rupiah diperkirakan terbatas.
“Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS dengan potensi menguat terbatas di tengah absennya data ekonomi penting,” katanya.
Sentimen pasar global masih dipengaruhi oleh prospek penunjukan Ketua Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) yang baru serta ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
“Indeks dolar AS sendiri masih tertekan seputar prospek kepala the Fed baru dan pemangkasan suku bunga,” ujar Lukman.
Untuk perdagangan sepanjang hari, Lukman memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak dalam rentang Rp16.550 hingga Rp16.700 per dolar AS.
Sementara itu, dalam 52 minggu terakhir dolar diperdagangkan di kisaran Rp15.828–Rp17.224, dengan penguatan tahunan (YTD) sebesar 3,05 persen.(*)
- Penulis: darmanto zebua
- Editor: Darmanto Zebua

Saat ini belum ada komentar