Rosan Ungkap Proyek Hilirisasi Miliaran Dolar yang Mulai Groundbreaking Januari 2026
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026
- comment 0 komentar

Presiden Prabowo menerima Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di Kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu (4/6/2026)/Seskab
JAMBISNIS.COM – Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan sejumlah proyek hilirisasi strategis yang akan memulai tahap groundbreaking pada Januari 2026. Proyek-proyek tersebut mencakup sektor mineral, energi, hingga bioindustri dengan nilai investasi mencapai miliaran dolar Amerika Serikat. Rosan menyampaikan, salah satu fokus utama pemerintah adalah pengembangan hilirisasi bauksit dan aluminium. Proyek ini meliputi pembangunan refinery aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, serta fasilitas serupa di Cilacap, Jawa Tengah, dan Banyuwangi, Jawa Timur.
“Untuk bauksit, ada refinery aluminium di Mempawah, kemudian di Cilacap dan Banyuwangi. Total ada lima proyek yang akan groundbreaking,” ujar Rosan usai menghadiri agenda penyerahan bonus atlet SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Selain sektor mineral, pemerintah juga mendorong pengembangan industri berbasis energi dan bahan baku nasional. Rosan menyebutkan, pembangunan smelter alumina di Mempawah untuk mendukung proyek dimethyl ether (DME) memiliki nilai investasi sekitar 2,4 miliar dollar AS. Sementara fasilitas produksi smelter grade alumina (SGA) dari bauksit diperkirakan menyerap investasi sebesar 890 juta dollar AS.
Di sektor energi terbarukan, pemerintah akan membangun fasilitas produksi bioavtur di kilang Cilacap dengan nilai investasi sekitar 1,1 miliar dollar AS. Adapun proyek fasilitas kelapa terintegrasi di Morowali telah berjalan dengan nilai investasi sekitar 100 juta dollar AS.
“Pengembangan smelter alumina nilainya 2,4 miliar dollar AS di Mempawah, kemudian fasilitas SGA dari bauksit 890 juta dollar AS, dan bioavtur di Cilacap sekitar 1,1 miliar dollar AS,” kata Rosan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan proyek fasilitas bioetanol dengan nilai investasi sekitar 80 juta dollar AS yang masih dalam tahap finalisasi lokasi. Di sektor pangan, Rosan menyebutkan pengembangan lima fasilitas budidaya unggas dari total 12 proyek yang tengah disiapkan sebagai bagian dari hilirisasi industri pangan nasional.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar