Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Kebijakan Fiskal Menkeu Purbaya Dinilai Berani tapi Berisiko Guncang Stabilitas Keuangan

Kebijakan Fiskal Menkeu Purbaya Dinilai Berani tapi Berisiko Guncang Stabilitas Keuangan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sejumlah kebijakan fiskal yang dijalankan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai berani dan progresif, namun sebagian kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan nasional. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, langkah Kementerian Keuangan membayar dana kompensasi energi sebesar 70% setiap bulan merupakan kebijakan yang patut diapresiasi. Menurutnya, kebijakan itu mampu menjaga arus kas perusahaan BUMN energi seperti Pertamina dan PLN.

“Kebijakan ini positif karena dengan pencairan rutin, BUMN energi tidak lagi mengalami keterlambatan pembayaran. Mereka bisa mengelola keuangan dengan lebih baik dan menjalankan strategi bisnisnya,” kata Bhima kepada Kontan, Minggu (26/10/2025).

Namun di sisi lain, Bhima menilai keputusan pemerintah menginjeksikan dana likuiditas sebesar Rp200 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke lima bank BUMN berisiko tinggi. Pasalnya, kualitas kredit saat ini sedang menurun dan potensi peningkatan Non-Performing Loan (NPL) bisa menimbulkan kerugian negara.

“Injeksi likuiditas ini berisiko karena banyak koperasi desa belum siap menyalurkan dana dengan tata kelola yang baik. Kalau kualitas kredit turun, risiko gagal bayar meningkat dan berujung kerugian bagi negara,” ujarnya.

Bhima juga menyoroti kebijakan menjadikan Dana Desa sebagai jaminan bagi program Koperasi Desa Merah Putih. Ia khawatir kebijakan ini menambah beban fiskal, terutama jika terjadi kredit macet dalam skala besar.

Menurutnya, dalam waktu bersamaan masih terdapat kredit menganggur di bank-bank BUMN sekitar Rp480 triliun, sementara pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) mencapai lebih dari Rp2.400 triliun. Kondisi ini menunjukkan ruang likuiditas di perbankan sebenarnya masih cukup besar tanpa perlu tambahan dana besar dari APBN.

“Perubahan kebijakan fiskal kali ini bersifat eksperimental. Tapi eksperimen ini sedang bertaruh dengan risiko NPL tinggi dan potensi kerugian negara akibat tata kelola yang belum siap,” jelas Bhima.

Ia memperkirakan dampak risiko tersebut akan mulai terlihat pada kuartal II atau III tahun 2026, dan bisa berpengaruh terhadap pelebaran defisit APBN serta penambahan utang baru pemerintah.

Bhima menyarankan agar arah kebijakan fiskal di bawah Menteri Keuangan Purbaya dikembalikan ke jalur yang lebih ideal, yaitu tetap aktif mendorong pertumbuhan ekonomi namun dengan pengelolaan risiko yang ketat.

“Fiskal harus mendorong ekonomi, tapi pengendalian risiko harus jadi prioritas utama. Selain itu, Kemenkeu sebaiknya fokus pada urusan fiskal dan tidak terlalu jauh masuk ke wilayah kebijakan moneter,” tandasnya.

Kebijakan fiskal agresif yang dijalankan pemerintah memang bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi, namun jika tidak disertai dengan kehati-hatian, justru bisa menimbulkan tekanan baru terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ladang Minyak Abu Dhabi Diserang Drone

    Ladang Minyak Abu Dhabi Diserang Drone

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ladang minyak utama di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dilaporkan diserang drone pada Senin (16/3), memicu kebakaran dan penghentian sementara operasional fasilitas energi tersebut. Serangan terjadi di ladang minyak Shah yang memiliki kapasitas produksi sekitar 70.000 barel per hari. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Pemerintah Uni Emirat […]

  • Tanah Jakarta Turun 10 Cm per Tahun, Seberapa Lama Ibu Kota Bisa Bertahan?

    Tanah Jakarta Turun 10 Cm per Tahun, Seberapa Lama Ibu Kota Bisa Bertahan?

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Laju penurunan muka tanah di Jakarta mencapai lebih dari 10 sentimeter per tahun di sejumlah wilayah. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena berpotensi memperparah banjir, merusak infrastruktur, hingga mengancam keberlanjutan kota. Pengamat tata kota Prof. Putu Rumawan Salain mengatakan, tren tersebut harus segera direspons dengan langkah mitigasi yang terencana dan berkelanjutan. “Dengan penurunan tanah […]

  • BI dan Kemenkeu Lanjutkan Debt Switching Rp173,4 Triliun untuk Jaga Nafas APBN 2026

    BI dan Kemenkeu Lanjutkan Debt Switching Rp173,4 Triliun untuk Jaga Nafas APBN 2026

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) sepakat melanjutkan skema debt switching guna membantu pembiayaan APBN 2026. Nilai pertukaran surat utang yang direncanakan mencapai Rp173,4 triliun. Kebijakan ini diambil di tengah ruang fiskal yang semakin sempit serta tantangan pembiayaan anggaran tahun depan. Skema debt switching dilakukan dengan menukar surat utang negara (SBN) yang jatuh tempo […]

  • Blackout Sumatera Dipastikan Bukan Sabotase, Bareskrim Ungkap Penyebab Utama

    Blackout Sumatera Dipastikan Bukan Sabotase, Bareskrim Ungkap Penyebab Utama

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memastikan pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera bukan disebabkan oleh sabotase. Hasil investigasi sementara menunjukkan gangguan dipicu oleh faktor cuaca ekstrem dan masalah teknis pada sistem transmisi. Wakil Kepala Bareskrim Polri, Nunung Syaifuddin, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan […]

  • Rupiah Loyo Pagi Ini, Diprediksi Bisa Tembus Level Rp17 Ribu

    Rupiah Loyo Pagi Ini, Diprediksi Bisa Tembus Level Rp17 Ribu

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) loyo pada perdagangan awal pekan ini, Senin (19/1/2026). Rupiah dibuka ada di level Rp16.904 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.887 per dolar AS. Mata uang Indonesia ini melemah 17 poin atau 0,10 persen. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak […]

  • Tergelincir dari Level Tertinggi, Harga Perak Jadi Rp57.550 per Gram

    Tergelincir dari Level Tertinggi, Harga Perak Jadi Rp57.550 per Gram

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni PT Antam tergelincir pada Kamis, 22 Januari 2026. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam turun Rp 1.650 ke level Rp 57.550 per gram. Untuk harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 14.787.500, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 16.414.125. Sedangkan yang […]

expand_less