Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kebijakan Fiskal Menkeu Purbaya Dinilai Berani tapi Berisiko Guncang Stabilitas Keuangan

Kebijakan Fiskal Menkeu Purbaya Dinilai Berani tapi Berisiko Guncang Stabilitas Keuangan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Sejumlah kebijakan fiskal yang dijalankan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai berani dan progresif, namun sebagian kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan nasional. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, langkah Kementerian Keuangan membayar dana kompensasi energi sebesar 70% setiap bulan merupakan kebijakan yang patut diapresiasi. Menurutnya, kebijakan itu mampu menjaga arus kas perusahaan BUMN energi seperti Pertamina dan PLN.

“Kebijakan ini positif karena dengan pencairan rutin, BUMN energi tidak lagi mengalami keterlambatan pembayaran. Mereka bisa mengelola keuangan dengan lebih baik dan menjalankan strategi bisnisnya,” kata Bhima kepada Kontan, Minggu (26/10/2025).

Namun di sisi lain, Bhima menilai keputusan pemerintah menginjeksikan dana likuiditas sebesar Rp200 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke lima bank BUMN berisiko tinggi. Pasalnya, kualitas kredit saat ini sedang menurun dan potensi peningkatan Non-Performing Loan (NPL) bisa menimbulkan kerugian negara.

“Injeksi likuiditas ini berisiko karena banyak koperasi desa belum siap menyalurkan dana dengan tata kelola yang baik. Kalau kualitas kredit turun, risiko gagal bayar meningkat dan berujung kerugian bagi negara,” ujarnya.

Bhima juga menyoroti kebijakan menjadikan Dana Desa sebagai jaminan bagi program Koperasi Desa Merah Putih. Ia khawatir kebijakan ini menambah beban fiskal, terutama jika terjadi kredit macet dalam skala besar.

Menurutnya, dalam waktu bersamaan masih terdapat kredit menganggur di bank-bank BUMN sekitar Rp480 triliun, sementara pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) mencapai lebih dari Rp2.400 triliun. Kondisi ini menunjukkan ruang likuiditas di perbankan sebenarnya masih cukup besar tanpa perlu tambahan dana besar dari APBN.

“Perubahan kebijakan fiskal kali ini bersifat eksperimental. Tapi eksperimen ini sedang bertaruh dengan risiko NPL tinggi dan potensi kerugian negara akibat tata kelola yang belum siap,” jelas Bhima.

Ia memperkirakan dampak risiko tersebut akan mulai terlihat pada kuartal II atau III tahun 2026, dan bisa berpengaruh terhadap pelebaran defisit APBN serta penambahan utang baru pemerintah.

Bhima menyarankan agar arah kebijakan fiskal di bawah Menteri Keuangan Purbaya dikembalikan ke jalur yang lebih ideal, yaitu tetap aktif mendorong pertumbuhan ekonomi namun dengan pengelolaan risiko yang ketat.

“Fiskal harus mendorong ekonomi, tapi pengendalian risiko harus jadi prioritas utama. Selain itu, Kemenkeu sebaiknya fokus pada urusan fiskal dan tidak terlalu jauh masuk ke wilayah kebijakan moneter,” tandasnya.

Kebijakan fiskal agresif yang dijalankan pemerintah memang bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi, namun jika tidak disertai dengan kehati-hatian, justru bisa menimbulkan tekanan baru terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina Dorong UMKM Binaan Tembus Pasar Ekspor Lewat Trade Expo Indonesia 2025

    Pertamina Dorong UMKM Binaan Tembus Pasar Ekspor Lewat Trade Expo Indonesia 2025

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina (Persero) memperkuat perannya di sektor ekonomi rakyat dengan membawa 45 pelaku UMKM binaan unggulan berpartisipasi dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 yang digelar di Tangerang, Banten, pada 15–19 Oktober 2025. Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menuturkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses […]

  • Kopdes Merah Putih Incar Bisnis Sawit, CELIOS Peringatkan Risiko Kerugian Besar

    Kopdes Merah Putih Incar Bisnis Sawit, CELIOS Peringatkan Risiko Kerugian Besar

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) untuk merambah bisnis perkebunan kelapa sawit menimbulkan kekhawatiran dari kalangan ekonom. Langkah ekspansi ke industri sawit dinilai berisiko tinggi dan berpotensi menimbulkan kerugian besar jika dilakukan tanpa kesiapan yang matang. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai bahwa setiap […]

  • IHSG Dibuka Hijau, EXCL, PGEO dan EMTK Top Gainers LQ45

    IHSG Dibuka Hijau, EXCL, PGEO dan EMTK Top Gainers LQ45

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan pagi ini, Jumat (5/12/2025), setelah kemarin ditutup dengan rekor tertinggi sepanjang masa. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat 0,14% atau bertambah 12,20 poin ke level 8.652,40. Kenaikan IHSG ditopang menguatnya tujuh indeks sektoral dari total 11 sektor. Sektor yang naik […]

  • Waskita Karya Garap Proyek Sekolah Rakyat Rp 1,23 Triliun di 5 Kabupaten Sulsel

    Waskita Karya Garap Proyek Sekolah Rakyat Rp 1,23 Triliun di 5 Kabupaten Sulsel

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapat kepercayaan untuk mengerjakan proyek Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Nilai proyek tersebut mencapai Rp 1,23 triliun. Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, menjelaskan proyek ini akan dibangun di lima kabupaten, yakni Wajo, Sidrap, Tana Toraja, Soppeng, dan Barru. Seluruh bangunan ditargetkan […]

  • Harga Sembako di Pasar Kasang Jambi Stabil, Daging Sapi Bertahan Rp150.000 per Kg

    Harga Sembako di Pasar Kasang Jambi Stabil, Daging Sapi Bertahan Rp150.000 per Kg

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, terpantau stabil pada Senin (12/1/2026). Tidak tercatat adanya kenaikan maupun penurunan harga signifikan pada sejumlah komoditas utama, berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Komoditas beras masih bertahan di harga yang sama. Berbagai jenis beras seperti beras Naruto, Anggur, Belido, King, Operasi […]

  • Raden Mas Aris Resmi Jadi Komisaris Utama Baru Waskita Beton (WSBP)

    Raden Mas Aris Resmi Jadi Komisaris Utama Baru Waskita Beton (WSBP)

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Raden Mas Aris Santosa resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) dalam RUPSLB yang digelar pada Jumat, 14 November 2025. Penunjukan ini sekaligus menjadi bagian dari perombakan susunan dewan komisaris perusahaan. Selain menetapkan Aris sebagai Komut baru, RUPSLB juga mengangkat dua Komisaris Independen, yakni Indra Utama dan Ahmad Subagya. […]

expand_less