Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Risiko Redefinisi Sawit Jadi Pohon di KBBI bagi Lingkungan dan Kebijakan Nasional

Risiko Redefinisi Sawit Jadi Pohon di KBBI bagi Lingkungan dan Kebijakan Nasional

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Definisi kelapa sawit yang kini dicatat sebagai pohon dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi VI memicu kekhawatiran ahli lingkungan dan kehutanan. Menurut para peneliti, perubahan ini tidak berpijak pada landasan ilmiah yang kuat dan berpotensi memengaruhi kebijakan terkait deforestasi dan pengelolaan lahan.

Redefinisi ini disebut-sebut berkaitan dengan dorongan Presiden Prabowo Subianto terhadap perluasan lahan sawit, yang kerap ia sebut sebagai “miracle crop” dalam berbagai kesempatan. Namun, penyebutan sawit sebagai pohon lebih tepat dikategorikan dalam folk taxonomy atau taksonomi rakyat, yang mengelompokkan tanaman berdasarkan kegunaan sehari-hari, bukan kriteria ilmiah.

Kepala Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra BRIN, Obing Katubi, menjelaskan bahwa taksonomi rakyat menggunakan kategori luas dan generik untuk mempermudah identifikasi, tetapi berbeda dengan taksonomi ilmiah yang mempertimbangkan struktur botani.

Dosen Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Hero Marhaento, menegaskan sawit tidak memiliki batang sejati yang berkayu, berbeda dengan pohon pada umumnya. Menurut standar FAO, sawit bukan pohon sejati, sehingga definisi KBBI yang baru dianggap keliru dari perspektif ilmiah.

Perubahan definisi ini berpotensi memengaruhi kebijakan lingkungan. Jika sawit dianggap pohon, maka ekspansi perkebunan sawit bisa diinterpretasikan sebagai penambahan tutupan hutan, meski secara ekologis tidak benar. Narasi ini bisa menimbulkan klaim palsu soal keberhasilan rehabilitasi lahan atau upaya menahan deforestasi.

Dr. Ria Febrina dari Universitas Andalas menyoroti bahwa KBBI seharusnya tetap melibatkan ahli di bidang terkait untuk memastikan akurasi definisi. Kekeliruan dalam kamus dapat mengurangi kredibilitas referensi ilmiah, memengaruhi dunia akademik, dan membingungkan publik mengenai perbedaan antara pengetahuan ilmiah dan lokal.

Obing Katubi menambahkan, pendefinisian kata harus menyeimbangkan pengetahuan ilmiah dan pengetahuan lokal agar masyarakat bisa membedakan penggunaan sehari-hari dari konsep ilmiah.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPS: Pengangguran di Jambi Turun Jadi 4,08 Persen per November 2025

    BPS: Pengangguran di Jambi Turun Jadi 4,08 Persen per November 2025

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Jambi menunjukkan perbaikan pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,08 persen, atau menurun 0,17 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, jumlah angkatan kerja di Jambi mencapai 1,94 juta orang, meningkat 5,26 ribu […]

  • Menaker Yassierli: Daya Saing Rendah Jadi Pemicu Maraknya PHK di Indonesia

    Menaker Yassierli: Daya Saing Rendah Jadi Pemicu Maraknya PHK di Indonesia

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia bukan hanya disebabkan oleh pelemahan ekonomi global, tetapi juga oleh rendahnya daya saing tenaga kerja nasional. Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam peluncuran Master Plan Produktivitas Nasional yang digagas oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Asian Productivity Organization (APO) di Jakarta Pusat, […]

  • Cabai

    Delapan Indeks Kelompok Pengeluaran Picu Inflasi Provinsi Jambi 3,55 Persen

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Delapan kelompok pengeluaran memicu inflasi tahunan (year on year) Provinsi Jambi pada November 2025 sebesar 3,55 persen. Sementara inflasi month to month, pada November 2025 inflasi Provinsi Jambi di angka 0,05 persen. Dalam rilis bulanan BPS Provinsi Jambi pada Senin (1/12), disampaikan bahwa dari delapan kelompok pemngeluaran tersebut, sejumlah komoditas memberi andil tertinggi. […]

  • Telkomsel Gunakan AI untuk Jaringan Efisien dan Layanan Cerdas

    Telkomsel Gunakan AI untuk Jaringan Efisien dan Layanan Cerdas

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Telkomsel kini semakin serius memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional, keamanan siber, dan kualitas layanan pelanggan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital Telkomsel menuju perusahaan telekomunikasi yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Menurut Ronald Limoa, VP Technology Strategy and Consumer Product Development Telkomsel, penerapan AI tidak hanya untuk pelanggan, tetapi juga […]

  • Rekam Jejak Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI

    Rekam Jejak Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi sorotan publik setelah diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Istana Kepresidenan membenarkan bahwa Thomas masuk dalam daftar kandidat yang diajukan pemerintah untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Juda Agung. Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI sebagai dasar pelaksanaan uji kelayakan […]

  • Kementerian PKP Tambah Rumah Subsidi Buat Nakes, Segini Totalnya

    Kementerian PKP Tambah Rumah Subsidi Buat Nakes, Segini Totalnya

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar gembira dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia. Kemeterian PKP menambah kuota rumah subsidi permanen bagi 5.000 unit bagi nakes. Sehingga, totalnya menjadi 35.000 unit. Para nakes tersebut terdiri dari tiga profesi yaitu Tenaga Kesehatan Perawat Anestesi, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), serta Tenaga Kesehatan Terapis […]

expand_less