Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Risiko Redefinisi Sawit Jadi Pohon di KBBI bagi Lingkungan dan Kebijakan Nasional

Risiko Redefinisi Sawit Jadi Pohon di KBBI bagi Lingkungan dan Kebijakan Nasional

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Definisi kelapa sawit yang kini dicatat sebagai pohon dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi VI memicu kekhawatiran ahli lingkungan dan kehutanan. Menurut para peneliti, perubahan ini tidak berpijak pada landasan ilmiah yang kuat dan berpotensi memengaruhi kebijakan terkait deforestasi dan pengelolaan lahan.

Redefinisi ini disebut-sebut berkaitan dengan dorongan Presiden Prabowo Subianto terhadap perluasan lahan sawit, yang kerap ia sebut sebagai “miracle crop” dalam berbagai kesempatan. Namun, penyebutan sawit sebagai pohon lebih tepat dikategorikan dalam folk taxonomy atau taksonomi rakyat, yang mengelompokkan tanaman berdasarkan kegunaan sehari-hari, bukan kriteria ilmiah.

Kepala Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra BRIN, Obing Katubi, menjelaskan bahwa taksonomi rakyat menggunakan kategori luas dan generik untuk mempermudah identifikasi, tetapi berbeda dengan taksonomi ilmiah yang mempertimbangkan struktur botani.

Dosen Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Hero Marhaento, menegaskan sawit tidak memiliki batang sejati yang berkayu, berbeda dengan pohon pada umumnya. Menurut standar FAO, sawit bukan pohon sejati, sehingga definisi KBBI yang baru dianggap keliru dari perspektif ilmiah.

Perubahan definisi ini berpotensi memengaruhi kebijakan lingkungan. Jika sawit dianggap pohon, maka ekspansi perkebunan sawit bisa diinterpretasikan sebagai penambahan tutupan hutan, meski secara ekologis tidak benar. Narasi ini bisa menimbulkan klaim palsu soal keberhasilan rehabilitasi lahan atau upaya menahan deforestasi.

Dr. Ria Febrina dari Universitas Andalas menyoroti bahwa KBBI seharusnya tetap melibatkan ahli di bidang terkait untuk memastikan akurasi definisi. Kekeliruan dalam kamus dapat mengurangi kredibilitas referensi ilmiah, memengaruhi dunia akademik, dan membingungkan publik mengenai perbedaan antara pengetahuan ilmiah dan lokal.

Obing Katubi menambahkan, pendefinisian kata harus menyeimbangkan pengetahuan ilmiah dan pengetahuan lokal agar masyarakat bisa membedakan penggunaan sehari-hari dari konsep ilmiah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Beras, Cadangan Bulog Tertinggi Sepanjang Sejarah

    Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Beras, Cadangan Bulog Tertinggi Sepanjang Sejarah

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia resmi mencapai swasembada beras dalam satu tahun masa pemerintahannya. Capaian tersebut ditegaskan melalui panen raya yang akan dihadiri Prabowo di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, swasembada beras ini menjadi tonggak penting ketahanan pangan nasional. Indonesia kini tidak lagi melakukan impor beras, […]

  • Istana dan DPR Gelisah, MK Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan

    Istana dan DPR Gelisah, MK Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan akan melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan pemisahan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) dari anggaran fungsi pendidikan. Kebijakan tersebut mulai diterapkan dalam penyusunan APBN 2028. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan mengikuti putusan MK sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan. Karena proses penyusunan APBN saat ini sudah memasuki […]

  • Emas Antam Melonjak Lagi, Kini Dibanderol Rp2,5 Juta

    Emas Antam Melonjak Lagi, Kini Dibanderol Rp2,5 Juta

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali mengkilau. Hari ini emas Antam melonjak Rp27.000 menjadi Rp2.515.000 per gram setelah sebelumnya sempat turun. Sejalan dengan hal itu, buyback (harga beli kembali) juga melejit ke level Rp 2.371.000 per gram. Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan […]

  • Ombudsman Temukan Maladministrasi, Piutang BLBI Masih Rp 211,98 Triliun

    Ombudsman Temukan Maladministrasi, Piutang BLBI Masih Rp 211,98 Triliun

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyoroti kinerja Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), menyusul masih besarnya piutang negara yang belum tertagih. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2024, piutang negara bukan pajak yang didominasi BLBI tercatat mencapai Rp 211,98 triliun. Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra […]

  • Muaro Jambi Tuan Rumah, Turnamen Catur Non Master ke-10 Digelar di Paviliun JBC

    Muaro Jambi Tuan Rumah, Turnamen Catur Non Master ke-10 Digelar di Paviliun JBC

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persaingan panas di papan catur bakal tersaji di Paviliun JBC pada 17–18 Oktober 2026. Turnamen Catur Non Master ke-10 Pengprov Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jambi dipastikan menjadi ajang penting bagi para atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus mematangkan persiapan menjelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2026 di Banten. Setelah sukses menggelar Turnamen Catur Non […]

  • Perkasa, Rupiah Dibuka Menguat Jadi Rp16.645 per Dolar AS Pagi Ini

    Perkasa, Rupiah Dibuka Menguat Jadi Rp16.645 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah melejit di awal perdagangan hari ini, Rabu (26/11/2025). Rupiah dibuka diposisi Rp16.645 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat 12 poin atau 0,07 persen dari penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp16.657 per dolar AS. Penguatan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia. Mata uang won Korea […]

expand_less