Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » IHSG Ditutup Menguat 0,22 Persen ke Level 8.184

IHSG Ditutup Menguat 0,22 Persen ke Level 8.184

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 17,84 poin atau 0,22% ke level 8.184,06 pada akhir perdagangan Kamis (30/10/2025). Sepanjang hari ini, IHSG bergerak pada level terendahnya 8.145,60 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 8.231,88.

Sebanyak 346 saham naik, 308 saham turun dan 158 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 35,98 miliar saham dengan total nilai Rp 21,71 triliun.

Enam indeks sektoral menguat, mengikuti kenaikan IHSG. Sedangkan lima indeks sektoral masuk zona merah.

Indeks sektoral dengan penguatan terbesar adalah ektor teknologi yang naik 1,87%, sektor energi naik 1,30% dan sektor keuangan yang naik 1,14%. Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor transportasi yang turun 0,88%, sektor properti turun 0,52% dan sektor barang konsumen non siklikal yang turun 0,48%.

Sementara itu, kapitalisasi pasar alias market cap mencapai Rp14.957 triliun. Saham dengan kapitalisasi jumbo yang menguat dipimpin PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menguat 6,14% menjadi Rp86.400. Adapun, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 3,23% ke Rp4.800 per saham.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) turut menguat 6,10% menjadi Rp870 per saham, sementara saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) membukukan kenaikan sebesar 0,51% ke level Rp3.910 per saham. Sebaliknya, saham PT Astra International Tbk. (ASSI) mencatat penurunan sebesar 3,09% menjadi Rp6.275, dan saham milik Toto Sugiri yakni PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) melemah 2,84% ke level Rp258.000 per saham.

Sementara itu, saham top gainers hari ini dihuni saham PT Dwi Guna Laksana Tbk. (DWGL) yang naik 25% ke Rp370, disusul PT Indonesia Tobacco Tbk. (ITIC) dengan pertumbuhan mencapai 24,74% menjadi Rp474 per saham.  Di sisi lain, posisi saham paling boncos atau top losers ditempati oleh PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) yang terkoreksi 11,76% menjadi Rp60, sedangkan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (WAPO) melorot 10,33%.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG sempat ditutup flat ke level 8.172,85 pada sesi pertama perdagangan hari ini. Secara teknikal, histogram negative MACD terlihat mulai menyempit diikuti dengan Indikator Stochastic RSI menunjukkan potensi terjadinya golden cross.

“Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.150–8.200 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ujarnya dalam riset.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekam Jejak Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI

    Rekam Jejak Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi sorotan publik setelah diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Istana Kepresidenan membenarkan bahwa Thomas masuk dalam daftar kandidat yang diajukan pemerintah untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Juda Agung. Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI sebagai dasar pelaksanaan uji kelayakan […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah

    Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa penguatan fondasi ekonomi nasional menjadi strategi utama pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. Menurut Purbaya, stabilitas nilai tukar akan lebih mudah dijaga apabila kondisi fundamental ekonomi tetap kuat. Dengan demikian, gejolak eksternal tidak akan memberikan tekanan yang terlalu besar terhadap rupiah. […]

  • Ini Mobil Listrik Termurah, Harganya Mulai Rp480 Jutaan

    Ini Mobil Listrik Termurah, Harganya Mulai Rp480 Jutaan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kia resmi mengumumkan harga untuk mobil listrik termurahnya, EV2 yang dipasarkan di Eropa. Model bertenaga baterai anyar ini, dibanderol mulai sekitar US$ 31 ribu atau setara Rp 480 jutaan. Sehingga menjadikan kendaraan listrik paling terjangkau dari perusahaan asal Korea Selatan tersebut. Disitat dari Autoblog, Kamis (26/3/2026), kehadiran Kia EV2 menjadi langkah penting dalam […]

  • Jerman Peringatkan Dampak Ekonomi Perang Iran Bisa Lebih Parah dari COVID-19

    Jerman Peringatkan Dampak Ekonomi Perang Iran Bisa Lebih Parah dari COVID-19

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kanselir Jerman, Friedrich Merz, memperingatkan bahwa eskalasi konflik Iran berpotensi menimbulkan dampak ekonomi besar bagi Eropa, bahkan lebih berat dibandingkan krisis saat pandemi COVID-19. Peringatan tersebut disampaikan Merz dalam konferensi pers bersama Presiden Suriah, Ahmed al Sharaa, di Berlin, Selasa (31/3/2026). Menurut Merz, jika konflik berkembang menjadi perang regional berskala besar, dampaknya dapat […]

  • Toyota Tertarik Bangun Pabrik Etanol di Indonesia, Lampung dan Merauke Jadi Kandidat Lokasi

    Toyota Tertarik Bangun Pabrik Etanol di Indonesia, Lampung dan Merauke Jadi Kandidat Lokasi

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengungkapkan bahwa perusahaan otomotif global asal Jepang, Toyota, menunjukkan ketertarikan untuk membangun pabrik etanol di Indonesia. “Ya, bangun pabrik etanol. Toyota salah satu yang tertarik, di luar itu ada beberapa lagi,” ujar Todotua di Jakarta, Selasa (28/10). Todotua menjelaskan, Toyota sudah lama […]

  • RI Naik ke Upper Middle Income, Tapi Lapangan Kerja Formal Menyusut dan Kelas Menengah Tertekan

    RI Naik ke Upper Middle Income, Tapi Lapangan Kerja Formal Menyusut dan Kelas Menengah Tertekan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menyebut Indonesia telah masuk kategori negara berpendapatan menengah atas (upper middle income). Namun, di tengah capaian tersebut, tren lapangan kerja formal justru mengalami penyusutan, terutama di kalangan kelas menengah. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa posisi Indonesia saat ini masih berada di batas bawah kategori upper middle income. Produk […]

expand_less