Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ditutup Melemah, Segini Posisi Rupiah Hari Ini

Ditutup Melemah, Segini Posisi Rupiah Hari Ini

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terus tertekan hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin (22/12/2025). Rupiah ditutup di level Rp 16.777 per dolar Amerika Serikat (AS).
Mata uang Indonesia ini melemah 0,16 persen atau 27 poin dibanding dari sebelumnya Rp16.750 per dolar AS.

Pergerakan rupiah ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia yang menguat. Baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,78%. Disusul, yen Jepang yang melesat 0.18%.

Selanjutnya ada dolar Singapura terkerek 0,13% dan dolar Taiwan yang menanjak 0,07%. Lalu ada yuan China yang terangkat 0,04%.

Berikutnya dolar Hongkong yang naik 0,03% serta peso Filipina yang sudah ditutup stabil dengan kecenderungan menguat tipis pada hari ini.

Sementara itu, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,28%.

Kemudian ada won Korea Selatan yang turun 0,16% dan ringgit Malaysia yang melemah tipis 0,03% terhadap the greenback.

Ekonom dari Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan kurs rupiah seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis lanjutan data ekonomi AS.

“Pelemahan ini sejalan dengan penguatan terbatas dolar AS di pasar global, seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis lanjutan data ekonomi Amerika Serikat serta pergerakan imbal hasil US Treasury yang kembali naik tipis,” ungkapnya dikutip dari Antara, Senin.

Kondisi tersebut dinilai mendorong arus dana cenderung defensif dan membatasi ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Sebelumnya, mengutip Anadolu, tercatat Consumer Price Index (CPI) tahunan AS sebesar 2,7 persen pada bulan November 2025 atau lebih rendah dari proyeksi pasar 3,1 persen dan turun dari 3 persen pada bulan September 2025.

Adapun tingkat inflasi bulanan adalah 0,2 persen pada bulan November, turun dari 0,3 persen pada bulan September. Pada bulan Oktober, data inflasi tidak dirilis karena penutupan pemerintah federal.
Di sisi domestik, sentimen pasar masih relatif netral dengan fokus utama terhadap stabilitas inflasi dan arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

Kendati fundamental rupiah dinilai masih terjaga, lanjutnya, tekanan eksternal membuat pergerakan rupiah cenderung fluktuatif dalam jangka pendek.

“Secara teknikal, selama rupiah masih bergerak di atas area Rp16.800, tekanan dinilai belum mengarah ke pelemahan yang lebih dalam. Namun, apabila sentimen global memburuk dan dolar AS menguat signifikan, rupiah tetap memiliki risiko mendekati level Rp17 ribu dalam beberapa waktu ke depan,” ujar Taufan.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • DJP Akan Audit Coretax Usai Serah Terima dengan Vendor Korea Selatan pada 2026

    DJP Akan Audit Coretax Usai Serah Terima dengan Vendor Korea Selatan pada 2026

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyiapkan proses audit menyeluruh terhadap sistem perpajakan Coretax menjelang serah terima dari vendor asal Korea Selatan, LG CNS Qualysoft Consortium, yang dijadwalkan pada 2026. Saat ini, sistem tersebut tengah memasuki masa latency atau masa penjaminan. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa masa latency merupakan periode jeda […]

  • Indef Nilai Reformasi WTO Penting untuk Perdagangan Multilateral yang Adil

    Indef Nilai Reformasi WTO Penting untuk Perdagangan Multilateral yang Adil

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai keputusan negara-negara anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) terkait reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sangat penting untuk menciptakan sistem perdagangan multilateral yang lebih adil dan berkeadilan. “Menurut saya, WTO masih belum fair. Seharusnya WTO tidak hanya melihat dari kepentingan […]

  • Korban Tewas Banjir Bandang di Sumatera Tembus 604 Jiwa, 464 Masih Hilang di Aceh, Sumut, dan Sumbar

    Korban Tewas Banjir Bandang di Sumatera Tembus 604 Jiwa, 464 Masih Hilang di Aceh, Sumut, dan Sumbar

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jumlah korban bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera terus bertambah. Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (1/12/2025) sore mencatat, total korban meninggal dunia mencapai 604 jiwa, sementara 464 orang masih dinyatakan hilang. Kapusdatin Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, tim gabungan yang terdiri dari BNPB, TNI/Polri, […]

  • Perkuat Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan, InJourney Targetkan Tekan Emisi 4.000 Ton CO₂e

    Perkuat Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan, InJourney Targetkan Tekan Emisi 4.000 Ton CO₂e

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, menegaskan komitmennya terhadap transformasi hijau dengan menargetkan penurunan emisi karbon hingga 4.000 ton CO₂e. Target tersebut sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap agenda Net Zero Emission Pemerintah Indonesia. Memasuki tahun keempat perjalanan bisnisnya, InJourney […]

  • Rupiah Menguat Jadi Rp16.986 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Jadi Rp16.986 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat signifikan pada Rabu (1/4/2026). Penguatan itu ditopang optimisme meredanya konflik Timur Tengah dan melemahnya indeks dolar. Berdasarkan data dari Antara, nilai tukar rupiah menguat 55 poin atau 0,32 persen menjadi Rp16.986 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.041 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun […]

  • Kenapa Banyak Lulusan SMK di Jambi Nganggur? TPT Capai 7,95 Persen, Ini Masalahnya

    Kenapa Banyak Lulusan SMK di Jambi Nganggur? TPT Capai 7,95 Persen, Ini Masalahnya

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dirancang untuk menyiapkan lulusan agar memiliki keterampilan dan lebih mudah masuk dunia kerja. Namun, di Provinsi Jambi, lulusan SMK masih menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan pekerjaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK pada Agustus 2025 mencapai 7,95 persen. Angka tersebut menjadi […]

expand_less