Prabowo–Jepang Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi Rp 401 Triliun, Fokus Hilirisasi dan Energi Bersih
- account_circle say say
- calendar_month 50 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi di Akasaka Palac (Biro Pers, Media /Dok.)
JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sepakat memperkuat kerja sama ekonomi strategis antara Indonesia dan Jepang. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral di Istana Akasaka, Tokyo, Selasa (31/3/2026), dengan dukungan komitmen investasi yang mencapai sekitar Rp 401,71 triliun.
Dalam pertemuan itu, kedua negara menegaskan fokus kerja sama pada sektor bernilai tambah tinggi, seperti hilirisasi mineral, pengembangan energi bersih, hingga investasi industri.
Prabowo menyatakan Indonesia membuka peluang luas bagi Jepang untuk terlibat dalam transformasi ekonomi nasional, termasuk pengembangan mineral kritis dan rare earth.
“Kami membuka partisipasi Jepang dalam ekonomi Indonesia, termasuk kerja sama mineral kritis, rare earth, dan hilirisasi industri,” ujar Prabowo dalam keterangan resminya.
Selain itu, Indonesia juga mendorong kolaborasi dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk opsi energi nuklir sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih.
Kerja sama ini turut mencakup penguatan inisiatif Asia Zero Emission Community serta percepatan sejumlah proyek strategis yang masih tertunda, seperti proyek Legok Nangka dan Sarulla.
Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pengembangan Blok Masela yang melibatkan Inpex Corporation. Pemerintah berharap proyek tersebut segera terealisasi setelah mengalami penundaan.
Dari pihak Jepang, Takaichi menyampaikan apresiasi atas kemajuan hubungan ekonomi kedua negara. Ia menegaskan komitmen Jepang untuk terus memperkuat kemitraan dengan Indonesia, termasuk dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan kawasan Indo-Pasifik.
“Saya bersyukur atas kemajuan kerja sama, terutama di bidang ekonomi, dan ingin bersama memperkuat kemakmuran kawasan Indo-Pasifik,” kata Takaichi.
Selain kerja sama pemerintah, komitmen juga datang dari sektor swasta. Sebanyak 11 nota kesepahaman (MoU) ditandatangani dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo dengan total nilai mencapai 23,63 miliar dollar AS atau setara Rp 401,71 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut sebagian besar investasi tersebut mengalir ke sektor energi, termasuk proyek yang melibatkan Pertamina.
Menurut dia, investasi juga menyasar sektor lain seperti pembiayaan, aviasi, hingga industri kesehatan dan kecantikan.
“Kepercayaan Jepang terhadap Indonesia tetap besar dan mereka berkomitmen melanjutkan investasi ke depan,” ujar Rosan.
Dengan penguatan kerja sama ini, hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang dinilai memasuki fase baru yang lebih strategis, dengan fokus pada hilirisasi industri dan transisi energi guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
- Penulis: say say

Saat ini belum ada komentar