Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » NTT Jadi Pusat Energi Baru dan Terbarukan Nasional

NTT Jadi Pusat Energi Baru dan Terbarukan Nasional

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai siap menjadi salah satu pusat suplai energi baru dan terbarukan (EBT) nasional untuk mendukung agenda Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi. Pakar energi Prof. Fredrik L. Benu mengungkapkan bahwa NTT memiliki dua sumber energi strategis yang berpotensi besar menopang bauran energi nasional, yaitu biomassa serta energi surya dan angin.

“NTT punya potensi besar. Sumba sebagai Sumba Iconic Island dan Timor sebagai Timor Biomass Island,” kata Fredrik di Kupang, Kamis (6/11/2025).

Ia menjelaskan, diversifikasi energi menjadi kunci untuk mencapai target bauran energi 19–23 persen pada 2030, sebagaimana visi transisi energi hijau dalam program Asta Cita Prabowo–Gibran.

Fredrik menilai, Provinsi NTT telah memiliki berbagai diversifikasi energi yang memadai untuk mendukung ketahanan energi nasional.

“Swasembada energi itu artinya kemampuan memasok energi secara mandiri, tanpa bergantung dari luar. Untuk itu, pemanfaatan EBT harus didorong secara serius dan masif,” ujarnya.

Menurutnya, suplai EBT dari NTT tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi dikirim ke wilayah lain seperti Bali, Jawa Timur, hingga Surabaya.

“NTT diharapkan mampu memberi suplai energi baru terbarukan untuk Bali. Bahkan sudah ditawarkan juga untuk Jawa Timur,” tambahnya.

Sejumlah PLTU di Timor kini mulai menjalankan program co-firing biomassa, menggunakan chip kayu dari tanaman lokal seperti lamtoro dan gamal. Kedua jenis tanaman ini memiliki nilai kalor mendekati batu bara namun menghasilkan emisi jauh lebih rendah.

Dengan pasokan biomassa mencapai 20 ton per hari, pemerintah daerah berpotensi meraih pendapatan tambahan hingga Rp 2,8 miliar per bulan melalui perdagangan karbon (carbon trade).

“Dari substitusi batu bara dengan biomassa saja, potensi pendapatan dari perdagangan karbon bisa mencapai Rp 2,8 miliar per bulan. Tinggal diperkuat regulasi daerahnya,” jelas Fredrik.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Minyak Dunia Menguat, Per Barel Brent US,26 dan WTI US,67

    Harga Minyak Dunia Menguat, Per Barel Brent US$63,26 dan WTI US$59,67

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia menguat pada penutupan perdagangan Kamis (5/12/2025) waktu AS, didorong ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga acuannya. Sementara itu, mandeknya pembicaraan damai Ukraina turut menahan harapan pemulihan aliran minyak Rusia ke pasar global. Brent ditutup naik 59 sen atau 0,94% menjadi US$ 63,26 per barel. Adapun West […]

  • Indonesia Punya Cadangan Migas Jumbo, Gas Bumi Jadi Tulang Punggung Energi Nasional

    Indonesia Punya Cadangan Migas Jumbo, Gas Bumi Jadi Tulang Punggung Energi Nasional

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat Indonesia memiliki cadangan minyak dan gas bumi (migas) jumbo yang potensial menjadi penopang utama ketahanan energi nasional. Berdasarkan data per 1 Januari 2025, total cadangan minyak bumi nasional mencapai 4.423,52 miliar barel tangki stok (mmstb), sementara cadangan gas bumi mencapai 55.850,81 miliar kaki kubik (bscf). […]

  • Ketidakpastian Tarif, India Tunda Pembicaraan Dagang dengan AS

    Ketidakpastian Tarif, India Tunda Pembicaraan Dagang dengan AS

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – India dikabarkan menunda rencana untuk mengirim delegasi perdagangan ke Washington minggu ini, menyusul ketidakpastian setelah Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Hal ini sekaligus menyusul langkah Trump untuk mengenakan tarif sementara sebesar 15%, jumlah maksimum yang diizinkan oleh hukum AS pada impor dari semua negara mitra. “Keputusan […]

  • IHSG Anjlok 3,06% ke Level 7.152 Sesi I, Saham DSSA, BBTN, dan AMMN Jadi Top Losers LQ45

    IHSG Anjlok 3,06% ke Level 7.152 Sesi I, Saham DSSA, BBTN, dan AMMN Jadi Top Losers LQ45

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan sesi I Jumat (24/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat anjlok 3,06% ke level 7.152,85 pada perdagangan siang ini. Pelemahan terjadi secara merata di seluruh sektor, mencerminkan tekanan besar di pasar saham domestik. Sektor infrastruktur memimpin penurunan dengan koreksi 4,09%, disusul sektor […]

  • Toba Pulp Bantah Jadi Penyebab Banjir Sumatra, Klaim Patuh Regulasi Lingkungan

    Toba Pulp Bantah Jadi Penyebab Banjir Sumatra, Klaim Patuh Regulasi Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Toba Pulp Lestari menegaskan tidak bertanggung jawab atas banjir dahsyat yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan menewaskan lebih dari 600 orang. Perusahaan menyampaikan bantahan resmi melalui surat kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (1/12/2025). “Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional menjadi penyebab bencana ekologi,” ujar Corporate Secretary Toba Pulp […]

  • 5 Sate Favorit Pejabat Indonesia, dari Jokowi Sampai SBY Doyan Sate Empuk nan Gurih

    5 Sate Favorit Pejabat Indonesia, dari Jokowi Sampai SBY Doyan Sate Empuk nan Gurih

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Siapa sangka, di balik kesibukan para pejabat tinggi negara, mereka juga punya menu kuliner sederhana yang selalu menggoda: sate. Olahan daging bakar yang disiram bumbu kacang atau kecap ini ternyata jadi favorit banyak tokoh penting Tanah Air. Dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), masing-masing punya tempat langganan sate andalan. […]

expand_less