Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dekati Rp17.000 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dekati Rp17.000 per Dolar AS

  • account_circle -
  • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah melemah dan hampir mendekati 17.000 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Kamis (19/2/2026). Kurs rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS didukung oleh faktor global dan prospek kebijakan BI pada siang ini.

Dikutip dari Antara, rupiah bergerak melemah 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.933 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.884 per dolar AS.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat cukup besar,” ujar Analis Doo Financial Lukman Leong, Kamis (19/2/2026).

Lukman mengatakan, pelemahan ini terjadi setelah data-data ekonomi seperti perumahan, manufaktur dan penjualan barang tahan lama yang lebih kuat dari perkiraan. Di samping itu ia juga mengatakan, The Fed yang bernada hawkish dalam risalah pertemuan FOMC juga semakin melejitkan dolar AS.

Sedangkan dari sisi domestik, dia menyebut investor justru mengantisipasi kemungkinan sikap dovish dari BI yang akan digelar dalam rapat dewan gubernur sore ini.

Sementara itu, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai pelemahan rupiah dipengaruhi ekspektasi pemotongan suku bunga AS berkurang.

“Serangkaian indikator ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Rilis data menunjukkan ekonomi AS yang lebih resilien yang menyebabkan berkurangnya ekspektasi pemotongan suku bunga agresif tahun ini,” ucapnya.

Tercatat, US Durable Goods Orders mengalami kontraksi sebesar 1,4 persen month to month (MoM) pada Desember 2025, setelah peningkatan 5,4 persen mom pada November 2025. Namun, penurunan tersebut lebih ringan dibandingkan ekspektasi konsensus kontraksi sebesar 2 persen mom.

Di sektor properti, US Housing Starts mencapai 1,32 juta pada November 2025 dan 1,4 juta pada Desember 2025. Kedua data tersebut melebihi ekspektasi pasar masing-masing sebesar 1,31 juta dan 1,30 juta, menunjukkan permintaan perumahan yang solid.

Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia lainnya yang turut melemah adalah Yen Jepang sebesar 0,09%, dolar Hongkong melemah 0,01%, diikuti won Korea turut melemah sebesar 0,21%, Peso Filipina ikut terdepresiasi sebesar 0,12%. Selanjutnya, yuan China ikut melemah sebesar 0,05%.

Penguatan terhadap dolar AS justru terjadi untuk dolar Singapura menguat sebesar 0,03%, baht Thailand menguat 0,24%. Sementara itu rupee India stagnan.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Antara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Stagnan Pagi Ini, Potensi Menguat Terbatas

    Rupiah Stagnan Pagi Ini, Potensi Menguat Terbatas

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tercatat tidak bergerak terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (3/12/2025). Rupiah dibuka stagnan sehingga tetap di angka Rp16.625, sama persis dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp16.625 per dolar AS. Berbeda dengan rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand menguat […]

  • Progres Tender WTE: Danantara Nyatakan Baru 4 Kota yang Siap Ikut Batch Pertama

    Progres Tender WTE: Danantara Nyatakan Baru 4 Kota yang Siap Ikut Batch Pertama

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  PT Danantara Investment Management (Persero) mengungkapkan bahwa dari tujuh kota yang diusulkan Kementerian Lingkungan Hidup, baru empat kota yang dinilai siap mengikuti tender proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste-to-energy (WTE) batch pertama. Managing Director Investment Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menjelaskan bahwa penilaian kesiapan dilakukan setelah pengecekan di lapangan. “Setelah kami […]

  • Menkeu Purbaya Bongkar 4 Modus Penghindaran Bea Keluar, Negara Rugi Besar

    Menkeu Purbaya Bongkar 4 Modus Penghindaran Bea Keluar, Negara Rugi Besar

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap empat modus utama yang selama ini digunakan eksportir untuk menghindari kewajiban pembayaran bea keluar atas sejumlah komoditas. Praktik tersebut dinilai dapat merugikan negara karena berpotensi mengurangi penerimaan dari sektor kepabeanan. Purbaya menjelaskan, modus pertama adalah kesalahan administratif dalam penyampaian dokumen ekspor. Kesalahan tersebut ditemukan pada jenis […]

  • Bulog Sumut Genjot Penyaluran Beras SPHP untuk Jaga Pasokan hingga Akhir 2025

    Bulog Sumut Genjot Penyaluran Beras SPHP untuk Jaga Pasokan hingga Akhir 2025

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mempercepat penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai mitra guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan hingga akhir Desember 2025. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap menurunnya hasil panen gabah di wilayah tersebut. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan bahwa […]

  • Klasemen MotoGP 2026 Usai Bezzecchi Juara GP Amerika, Aprilia Kuasai Puncak

    Klasemen MotoGP 2026 Usai Bezzecchi Juara GP Amerika, Aprilia Kuasai Puncak

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pembalap Italia, Marco Bezzecchi, sukses merebut kemenangan dalam seri MotoGP Amerika 2026 sekaligus kembali ke puncak klasemen sementara MotoGP World Championship 2026. Bezzecchi tampil dominan sepanjang balapan di Austin. Ia bahkan mampu finis dengan keunggulan sekitar dua detik atas rival terdekatnya, Jorge Martin. Hasil ini membuat Bezzecchi kini mengoleksi 81 poin dan unggul […]

  • Tanah Jakarta Turun 10 Cm per Tahun, Seberapa Lama Ibu Kota Bisa Bertahan?

    Tanah Jakarta Turun 10 Cm per Tahun, Seberapa Lama Ibu Kota Bisa Bertahan?

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Laju penurunan muka tanah di Jakarta mencapai lebih dari 10 sentimeter per tahun di sejumlah wilayah. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena berpotensi memperparah banjir, merusak infrastruktur, hingga mengancam keberlanjutan kota. Pengamat tata kota Prof. Putu Rumawan Salain mengatakan, tren tersebut harus segera direspons dengan langkah mitigasi yang terencana dan berkelanjutan. “Dengan penurunan tanah […]

expand_less