Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » 5 Taipan Penguasa Industri Susu Indonesia, Kekayaannya Tembus Ratusan Triliun

5 Taipan Penguasa Industri Susu Indonesia, Kekayaannya Tembus Ratusan Triliun

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Industri susu nasional terus menunjukkan pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan nutrisi masyarakat serta perluasan pasar melalui program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Di balik berbagai merek susu yang beredar di Indonesia, terdapat sejumlah taipan yang mengendalikan industri bernilai triliunan rupiah ini.

Berikut adalah lima tokoh penting yang menduduki posisi strategis di balik merek-merek susu lokal.

1. Sabana Prawirawidjaja — Ultra Milk (PT Ultrajaya Milk Industry Tbk/ULTJ)

Sabana Prawirawidjaja dikenal sebagai pelopor teknologi susu UHT di Indonesia. Bisnis Ultra Milk bermula dari usaha rumahan yang ia jalankan bersama ayahnya, Ahmad Prawirawidjaja, di Bandung pada 1958.

Pada 1972, Sabana memperkenalkan susu UHT berteknologi tinggi yang membuat produk lebih tahan lama tanpa mengurangi nilai gizi. Langkah tersebut menempatkan Ultrajaya sebagai pionir industri susu modern.

Menurut Forbes, kekayaan Sabana mencapai US$940 juta atau sekitar Rp14,3 triliun, menempatkannya dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia.

2. Bambang Sutantio — Cimory (Cisarua Mountain Dairy)

Pendiri sekaligus pemimpin Grup Cimory, Bambang Sutantio, memulai bisnis melalui perusahaan pengolahan daging pada 1993. Baru pada 2004 ia masuk ke bisnis susu untuk menggandeng peternak lokal.

Cimory kemudian berkembang pesat dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2021 dengan perolehan dana lebih dari US$200 juta. Kekayaan Bambang kini diperkirakan mencapai US$2,5 miliar atau sekitar Rp42 triliun, menjadikannya salah satu pemain terbesar di industri makanan olahan.

3. Anthony Salim — Indomilk (Indolakto – Indofood Group)

Indomilk berada di bawah Indolakto, anak usaha Indofood CBP yang dipimpin oleh Anthony Salim. Merek ini telah hadir sejak 1969 dan menjadi salah satu pemain terbesar di segmen susu kemasan.

Anthony Salim, dengan kekayaan sekitar US$12,5 miliar atau Rp209 triliun, merupakan salah satu konglomerat paling berpengaruh di Indonesia. Bisnisnya meluas dari makanan dan minuman, ritel, hingga perbankan dan energi.

4. Chen Tsen Nan — Diamond Milk (PT Diamond Food Indonesia Tbk/DMND)

Chen Tsen Nan adalah pendiri Diamond Food Indonesia, perusahaan yang memproduksi susu Diamond Milk dan Susu Sekolah yang menjadi sorotan dalam program MBG.

Perusahaan yang berdiri sejak 1995 ini kemudian berganti nama dan mencatatkan saham perdana pada 2020. Diamond menjadi salah satu pemasok susu terbesar dengan jaringan distribusi nasional yang kuat.

5. Hartono Bersaudara — MilkLife (PT Global Dairi Alami)

Konglomerat Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, dua dari orang terkaya Indonesia, juga terjun ke industri susu melalui PT Global Dairi Alami (GDA).

Produk MilkLife lahir dari pembangunan peternakan modern di Subang sejak 2019. Bisnis ini dijalankan bersama keluarga Kapal Api Group yang telah puluhan tahun mendominasi pasar kopi kemasan. Keterlibatan Hartono bersaudara memperkuat masuknya konglomerat besar ke industri susu, seiring meningkatnya permintaan dan peluang di sektor pangan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reli Saham Grup Bakrie Menguat, Investor Kembali Serbu 7 Samurai

    Reli Saham Grup Bakrie Menguat, Investor Kembali Serbu 7 Samurai

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Saham-saham Grup Bakrie kembali mencuri perhatian sepanjang 2025. Deretan saham warisan “Tujuh Samurai” seperti BUMI, ENRG, DEWA, BRMS, BNBR, hingga ELTY mencatat lonjakan signifikan, meski sejumlah laporan keuangan menunjukkan tren penurunan kinerja. Meningkatnya minat investor terhadap saham Grup Bakrie dipicu sentimen positif dari kenaikan harga komoditas, aksi korporasi sejumlah entitas, serta masuknya beberapa […]

  • Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun, Beras hingga Daging Tetap Stabil

    Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun, Beras hingga Daging Tetap Stabil

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, kembali menunjukkan tren positif. Berdasarkan pembaruan harga dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 28 Juli 2026, sejumlah jenis cabai mengalami penurunan harga, sementara mayoritas kebutuhan pokok lainnya masih bertahan stabil. Penurunan harga terjadi pada empat komoditas cabai. Cabe Merah Besar turun […]

  • Harga Minyak Hari Ini Melemah, Pasar Tak Lagi Harap Damai Rusia-Ukraina

    Harga Minyak Hari Ini Melemah, Pasar Tak Lagi Harap Damai Rusia-Ukraina

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia pada perdagangan Selasa (31/12/2025) atau Rabu pagi waktu Indonesia bergerak melemah tipis. Penurunan terjadi seiring meredupnya harapan tercapainya kesepakatan damai Rusia–Ukraina serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Mengutip laporan CNBC, harga minyak Brent turun 2 sen ke level USD 61,92 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate […]

  • Rupiah Terkoreksi 16 Poin Jadi Rp16.692 per Dolar AS

    Rupiah Terkoreksi 16 Poin Jadi Rp16.692 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (10/12/2025). Rupiah dibuka terkoreksi 16 poin atau 0,10 persen menjadi Rp16.692 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,02 persen ke level 99,24. Pelemahan rupiah ini menjelang keputusan suku bunga The Fed pada hari ini. Sejumlah mata […]

  • NTP Peternakan Jambi Melonjak 3,99 Persen, Hortikultura Justru Tertekan

    NTP Peternakan Jambi Melonjak 3,99 Persen, Hortikultura Justru Tertekan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan daya tukar petani Jambi pada Agustus 2026 tidak seragam. Ketika peternakan mencatat lonjakan hampir 4 persen, subsektor hortikultura justru mengalami penurunan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) meningkat 3,99 persen pada Agustus 2026. Angkanya naik dari 94,94 pada Juli menjadi 98,73. Kenaikan tersebut terutama didorong […]

  • Hashim Ungkap Empat Perusahaan Keberatan Izinnya Dicabut Terkait Banjir Sumatra

    Hashim Ungkap Empat Perusahaan Keberatan Izinnya Dicabut Terkait Banjir Sumatra

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM -Hashim Djojohadikusumo sebut ada 4 dari 28 perusahaan yang izinnya dicabut pemerintah mengajukan keberatan kepada Presiden Prabowo Subianto. Keberatan itu disampaikan lantaran perusahaan menilai pencabutan izin tidak tepat sasaran. Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan keempat perusahaan tersebut menilai aktivitas usaha mereka tidak berada di wilayah terdampak banjir di Aceh, […]

expand_less