Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Investor Asing Balik Masuk Saat IHSG Anjlok, OJK Sebut Sinyal Kepercayaan Pasar

Investor Asing Balik Masuk Saat IHSG Anjlok, OJK Sebut Sinyal Kepercayaan Pasar

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kembalinya investor asing ke pasar saham domestik sebagai sinyal positif, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Senin (2/2/2026).

Penjabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK yang juga Wakil Ketua DK OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 654,9 miliar setelah empat hari berturut-turut membukukan penjualan bersih.

“Di balik penurunan IHSG, ada hal yang sangat baik. Hari ini investor asing kembali mencatatkan net buy sebesar Rp 654,9 miliar setelah sebelumnya net sell selama empat hari,” kata Friderica dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup turun 4,88 persen ke level 7.922,73. Pelemahan tersebut sejalan dengan tekanan di bursa kawasan Asia, termasuk Korea Selatan, Hong Kong, India, Singapura, dan Tiongkok. Indeks Kospi Korea Selatan bahkan tercatat terkoreksi lebih dari 5 persen.

Friderica menegaskan, tekanan pasar saham tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan merupakan dampak sentimen global yang memengaruhi pasar negara berkembang. Meski demikian, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) memastikan perdagangan di BEI tetap berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.

OJK juga mengimbau investor agar tidak panik dan tetap berfokus pada investasi jangka panjang dengan mempertimbangkan fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih solid.

“Kami mengimbau investor untuk tetap tenang. Investasi di pasar modal perlu melihat jangka panjang, dengan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat dan prospek ke depan yang baik,” ujar Friderica.

Sementara itu, pengamat pasar modal Reydi Octa menilai koreksi IHSG mencerminkan kombinasi tekanan sentimen global dan faktor domestik, termasuk respons pasar terhadap isu MSCI serta dinamika internal di lembaga pasar modal.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Asia Menguat di Tengah Ketegangan Dagang Baru AS-China

    Pasar Asia Menguat di Tengah Ketegangan Dagang Baru AS-China

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar saham Asia dibuka menguat pada Rabu (15/10/2025), setelah Amerika Serikat (AS) dan China kembali terlibat dalam ketegangan perdagangan. Kenaikan ini berlawanan dengan pelemahan di Wall Street. Presiden AS Donald Trump pada Selasa menuding China tidak membeli kedelai dari negaranya, yang disebutnya sebagai “tindakan bermusuhan secara ekonomi”. Ia juga mengancam akan menerapkan sanksi […]

  • Cabai Merah di Pasar Angso Duo Jambi Turun 12,5 Persen, Mayoritas Sembako Stabil

    Cabai Merah di Pasar Angso Duo Jambi Turun 12,5 Persen, Mayoritas Sembako Stabil

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga komoditas cabai merah di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, mengalami penurunan cukup signifikan pada Kamis (11/6/2026). Berdasarkan data terbaru Sistem Informasi Harga Komoditas (SIHARKO) Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai merah besar dan cabai merah kecil kompak melandai sebesar 12,5 persen dibandingkan hari sebelumnya. Saat ini, kedua jenis komoditas tersebut […]

  • Pendapatan Negara di Jambi Tembus Rp1,64 Triliun pada Triwulan I 2026

    Pendapatan Negara di Jambi Tembus Rp1,64 Triliun pada Triwulan I 2026

    • calendar_month 13 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kinerja pendapatan negara di regional Jambi pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan hasil positif. Realisasi pendapatan negara tercatat mencapai Rp1,64 triliun atau tumbuh 80,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jambi, Tunas Agung Jiwa Brata, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan membaiknya aktivitas ekonomi daerah serta efektivitas upaya pemerintah […]

  • 10 Jenis Pekerjaan yang Paling Cocok untuk Gen Z di Era Digital, Nomor 3 Banyak Diminati!

    10 Jenis Pekerjaan yang Paling Cocok untuk Gen Z di Era Digital, Nomor 3 Banyak Diminati!

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Generasi Z (Gen Z) kini semakin banyak yang memasuki dunia kerja. Namun, tidak sedikit yang merasa kesulitan menemukan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan minat, gaya hidup, dan prinsip work-life balance mereka. Di era digital seperti sekarang, peluang kerja untuk Gen Z sebenarnya sangat luas. Banyak profesi baru bermunculan berkat kemajuan teknologi dan media […]

  • Jejaring dan Kolaborasi Jadi Kunci Dunia Usaha Bertahan di Tengah Gejolak Global

    Jejaring dan Kolaborasi Jadi Kunci Dunia Usaha Bertahan di Tengah Gejolak Global

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dunia usaha nasional menghadapi tekanan yang semakin kompleks seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik. Dalam kondisi tersebut, penguatan jejaring dan kolaborasi antar pelaku usaha dinilai menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga keberlangsungan dan daya tahan bisnis. Business Networking International (BNI) Indonesia National Director Grace Hakim mengatakan, tantangan global dan domestik […]

  • PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

    PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengungkap praktik kredit fiktif di sektor perbankan masih menjadi ancaman serius bagi sistem keuangan nasional. Modus yang digunakan tidak hanya melibatkan manipulasi data, tetapi juga peran orang dalam hingga aliran dana ke luar negeri. Dalam talkshow edukasi publik, PPATK menegaskan bahwa kasus kredit fiktif umumnya baru terdeteksi […]

expand_less