Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Beranda » Regional » 202 Desa di Kerinci Sudah Terima Dana Desa Tahap II 2026, Kota Sungai Penuh Baru 12 Desa

202 Desa di Kerinci Sudah Terima Dana Desa Tahap II 2026, Kota Sungai Penuh Baru 12 Desa

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Penyaluran Dana Desa (DD) Tahap II Tahun Anggaran 2026 di wilayah kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sungai Penuh menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok antara Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Hingga awal Juli 2026, Kabupaten Kerinci telah mencatat realisasi penyaluran Dana Desa Tahap II yang jauh lebih tinggi dibandingkan Kota Sungai Penuh.

Kepala Seksi Bank KPPN Sungai Penuh, Lusi Winanda Restu, mengatakan sebanyak 202 desa di Kabupaten Kerinci telah mencairkan Dana Desa Tahap II dari total 285 desa yang berada di wilayah tersebut.

“Di Kerinci sudah ada 202 desa yang telah melakukan pencairan Dana Desa Tahap II tahun 2026,” kata Lusi.

Capaian tersebut menunjukkan percepatan penyaluran dana ke pemerintah desa yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, realisasi penyaluran di Kota Sungai Penuh masih tergolong rendah. Dari total 65 desa, baru 12 desa yang telah berhasil mencairkan Dana Desa Tahap II.

Meski demikian, KPPN Sungai Penuh memperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah dalam waktu dekat. Saat ini terdapat 10 desa yang telah menyampaikan dokumen pengajuan pencairan dan sedang menjalani proses penelitian serta verifikasi administrasi.

“Sudah ada 10 desa yang memasukkan berkas untuk pencairan Dana Desa, namun saat ini masih dalam proses penelitian dokumen,” ujar Lusi.

Menurut dia, proses verifikasi dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sehingga penyaluran dana dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

KPPN Sungai Penuh juga mengimbau pemerintah desa yang hingga kini belum mengajukan pencairan Dana Desa Tahap II agar segera melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan.

Kelengkapan administrasi dinilai menjadi faktor penting agar proses penyaluran dana dari pemerintah pusat ke rekening kas desa tidak mengalami keterlambatan.

Dana Desa merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk mempercepat pembangunan di tingkat desa. Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi desa, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Karena itu, keterlambatan pencairan dikhawatirkan dapat menghambat pelaksanaan program pembangunan yang telah disusun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

“Bagi desa yang belum melakukan pencairan Dana Desa, segera lengkapi persyaratannya agar tidak merugikan masyarakat,” tegas Lusi.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Udang ke Terasi, Begini Rantai Bisnis Lokal di Kuala Tungkal

    Dari Udang ke Terasi, Begini Rantai Bisnis Lokal di Kuala Tungkal

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tidak semua peluang bisnis lahir dari pusat perdagangan modern. Sebagian tumbuh dari hubungan langsung antara bahan baku, produsen lokal dan konsumen. Tanjung Jabung Barat menjadi contoh menarik. BPS mencatat wilayah ini memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Provinsi Jambi. Pada 2022, kontribusinya terhadap PDRB provinsi mencapai 18,17 persen. Salah satu aktivitas ekonomi lokal yang […]

  • Kompak Melambung, Ini Harga Emas Terbaru di Pegadaian

    Kompak Melambung, Ini Harga Emas Terbaru di Pegadaian

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian hari ini mengalami kenaikan. Hal itu diketahui dari daftar harga emas batangan yang tertera pada laman resmi Pegadaian, Kamis (9/4/2026). Dua produk andalan yang diperjualbelikan Pegadaian, Galeri24 dan UBS kompak naik dan semakin mahal. Untuk emas 1 gram UBS dijual sebesar Rp2,923 juta. Naik Rp44 ribu dari harga kemarin […]

  • 8 Manfaat Madu Saat Puasa untuk Energi, Imun, dan Stamina Tetap Terjaga

    8 Manfaat Madu Saat Puasa untuk Energi, Imun, dan Stamina Tetap Terjaga

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Madu sudah lama dikenal sebagai bahan alami yang kaya manfaat. Cairan manis yang dihasilkan lebah, terutama dari spesies Apis mellifera ini bukan cuma enak, tapi juga menyimpan banyak khasiat untuk kesehatan. Saat bulan puasa tiba, madu sering jadi pilihan untuk menjaga tubuh tetap fit dan bertenaga. Lalu, apa saja sebenarnya manfaat madu saat […]

  • Dinilai Rugikan Petani Sawit, Aspekpir Desak Kaji Ulang PP 45/2025

    Dinilai Rugikan Petani Sawit, Aspekpir Desak Kaji Ulang PP 45/2025

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia (Aspekpir) mendesak pemerintah meninjau ulang Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2025 tentang pengenaan denda administratif di bidang kehutanan. Aturan baru tersebut dinilai sangat memberatkan petani sawit dan dapat mengancam keberlanjutan industri sawit nasional. Ketua Umum Aspekpir Setiyono menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebijakan tersebut. Ia menilai, mayoritas […]

  • Sentuh Level Psikologis Lagi, Rupiah Jebol Rp18.099 per Dolar AS

    Sentuh Level Psikologis Lagi, Rupiah Jebol Rp18.099 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan semakin menjauh dari level aman. Pada perdagangan Rabu (29/7/2026), mata uang Indonesia kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Mengutip Antara, rupiah melemah 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp18.099 per dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan […]

  • Purbaya Klaim Sektor Riil Bisa Dongkrak Rasio Pajak hingga 1% PDB

    Purbaya Klaim Sektor Riil Bisa Dongkrak Rasio Pajak hingga 1% PDB

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bahwa pemulihan sektor riil akan menjadi pendorong utama peningkatan rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 1%. Langkah ini diyakini mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional dan menekan defisit anggaran di tengah lonjakan utang pemerintah. “Kalau sektor riil berjalan dengan bagus seperti yang saya desain, beberapa bulan […]

expand_less