Menguat Tipis, Rupiah Menjadi Rp16.618 per Dolar AS Pagi Ini
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month Sel, 28 Okt 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah menguat tipis pada pembukaan perdagangan Selasa (28/10/2025) dilevel Rp16.618 per dolar AS.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat tipis pada pembukaan perdagangan Selasa (28/10/2025). Rupiah dibuka dilevel Rp16.618 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen dibanding penutupan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.621 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS mengalami depresiasi sebesar 0,11% menuju posisi 98,67.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. Yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,31%. Disusul, dolar Taiwan yang naik 0,26%.
Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang terkerek 0,16% dan baht Thailand terangkat 0,14%. Lalu ada dolar Singapura yang terapresiasi 0,08%.
Berikutnya, yuan China menanjak 0,07% dan dolar Hongkong menguat tipis 0,008% di pagi ini. Sementara itu, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,41%. Kemudian ada won Korea Selatan yang melemah 0,15% terhadap the greenback.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif hari ini, tetapi ditutup melemah di rentang Rp16.620 – Rp16.650 karena dipengaruhi oleh sejumlah sentimen.
Dari eskternal masih berkaitan dengan perang dagang antara AS dan China. Menurut Ibrahim, kerangka kesepakatan perdagangan yang tengah disusun dapat mencegah kenaikan tarif AS hingga 100% atas barang-barang China.
“Presiden Donald Trump optimistis dapat mencapai kesepakatan dengan Beijing dan akan mengadakan pertemuan di China maupun di AS,” ucapnya dalam keterangan tertulis.
Di sisi domestik, dia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2025 sebesar 4,9% secara tahunan (year on year/YoY) atau melambat dibandingkan kuartal II/2025 yang mencapai 5,12%. Pelemahan pertumbuhan terutama berasal dari sisi domestik, tercermin dari turunnya Indeks Kepercayaan Konsumen pada September 2025.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat pada kuartal IV/2025 karena faktor musiman, belanja pemerintah yang lebih tinggi, serta penyaluran Saldo Anggaran Lebih (SAL) dalam paket stimulus ekonomi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 diproyeksikan bakal mencapai 5%. Menurut Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), proyeksi pertumbuhan Indonesia juga dinaikkan menjadi 4,9% atau lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi Juni 2025 sebesar 4,7%.
Ibrahim menuturkan bahwa proyeksi kenaikan tersebut didorong oleh kebijakan pro pertumbuhan Bank Indonesia (BI) dan akselerasi investasi.(*)
- Penulis: darmanto zebua

Saat ini belum ada komentar