Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » IHSG Anjlok Nyaris 7 Persen Pagi Ini, Kekhawatiran MSCI Bikin Pasar Panik

IHSG Anjlok Nyaris 7 Persen Pagi Ini, Kekhawatiran MSCI Bikin Pasar Panik

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada awal perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG tercatat turun lebih dari 6 persen dan sempat menyentuh level 8.300, dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG melemah 6,82 persen ke level 8.367 pada pukul 09.06 WIB. Tekanan jual mendominasi pasar dengan 500 saham tercatat melemah, hanya 37 saham menguat, sementara 71 saham stagnan.

Corporate Secretary Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi menjelaskan, pelemahan tajam IHSG berkaitan dengan pengumuman MSCI yang dirilis pagi ini. Ia menegaskan, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus berkoordinasi dan berdiskusi dengan MSCI.

“OJK, IDX, dan KSEI akan terus melakukan diskusi dengan MSCI,” ujar Kautsar dalam keterangan resmi.

Kautsar menambahkan, BEI telah meningkatkan transparansi data, termasuk penyampaian informasi free float saham melalui situs resmi BEI. Namun, apabila dinilai belum mencukupi, BEI siap memenuhi kebutuhan data sesuai dengan proposal MSCI.

Sejalan dengan itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai pelemahan IHSG merupakan respons antisipatif investor terhadap kemungkinan hasil terburuk dari keputusan MSCI.

“Pasar bereaksi lebih awal terhadap potensi risiko, termasuk pada saham-saham yang sebelumnya diproyeksikan masuk indeks MSCI,” ujar Ivan.

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menambahkan, tekanan IHSG juga dipengaruhi faktor global. Di antaranya perang mata uang antara Amerika Serikat dan Jepang, melemahnya dolar AS, serta ketegangan dagang antara Eropa dan Amerika Serikat yang mendorong aksi jual aset dolar.

“Ketika dolar melemah, rupiah bisa menguat, sementara IHSG justru tertekan. Pergerakan rupiah dan IHSG memang sering berlawanan,” ujarnya.

Ibrahim menilai koreksi IHSG hingga 6 persen masih tergolong wajar dan tidak menutup kemungkinan pelemahan berlanjut hingga 7–8 persen dalam satu hari perdagangan. Ia juga memperkirakan potensi penghentian sementara perdagangan (trading halt) apabila tekanan jual terus berlanjut.

Sebelumnya, MSCI menyoroti masih terbatasnya transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Meski terdapat perbaikan minor pada data free float BEI, investor global menilai informasi kepemilikan saham belum cukup andal untuk mendukung penilaian investabilitas.

MSCI juga menyampaikan kekhawatiran terkait potensi perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar saham. Oleh karena itu, MSCI menerapkan kebijakan sementara dengan membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham dalam indeks.

Selain itu, MSCI menunda penambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI) serta menahan migrasi saham antarsegmen ukuran. Kebijakan ini membuka peluang penurunan bobot saham Indonesia di indeks MSCI Emerging Markets, bahkan potensi reklasifikasi menjadi Frontier Market.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Purbaya Serahkan Sinkronisasi Data Dana Pemda ke BI, Selisih Capai Rp18,97 Triliun

    Menkeu Purbaya Serahkan Sinkronisasi Data Dana Pemda ke BI, Selisih Capai Rp18,97 Triliun

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Kementerian Keuangan tidak akan ikut campur dalam proses sinkronisasi data dana pemerintah daerah (pemda) yang tersimpan di perbankan. Ia menyebut, tanggung jawab penyelarasan data tersebut sepenuhnya berada di tangan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter yang memiliki akses langsung terhadap sistem perbankan nasional. “Enggak, bukan urusan […]

  • Rupiah Lanjutkan Penguatan Pagi Ini, Jadi Rp 16.674 per Dolar AS

    Rupiah Lanjutkan Penguatan Pagi Ini, Jadi Rp 16.674 per Dolar AS

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah melanjutkan tren penguatannya. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, Senin (10/11/2025), nilai tukar rupiah menguat sebesar 16 poin atau 0,10 persen menjadi Rp16.674 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.690 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS bertahan stabil pada perdagangan awal Asia setelah serangkaian data ekonomi yang lemah memicu kekhawatiran pertumbuhan […]

  • Sudah Dihitung Prabowo, 10.000 masih Bisa Pakai Ayam dan Telur

    Sudah Dihitung Prabowo, 10.000 masih Bisa Pakai Ayam dan Telur

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyiapkan dua jenis lauk dalam hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap harinya. “Selain susu, harus ada dua jenis lauk, bukan satu,” kata Nanik, dalam keterangan resmi, Rabu (15/10/2025). Nanik mengatakan, instruksi tersebut langsung disampaikan oleh Presiden, […]

  • Pendiri Binance Keluar Penjara, Kini Jadi Tulang Punggung Ekonomi Digital Asia

    Pendiri Binance Keluar Penjara, Kini Jadi Tulang Punggung Ekonomi Digital Asia

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pendiri bursa mata uang kripto terbesar di dunia, Binance, yakni Changpeng Zhao (CZ), kini kembali menjadi sorotan dunia. Setelah sempat mendekam di penjara selama empat bulan karena kasus pencucian uang, CZ kini justru tampil sebagai tokoh penting di industri aset digital Asia Tengah. CZ sebelumnya dijatuhi hukuman karena terbukti melanggar undang-undang anti pencucian […]

  • Harga emas UBS dan Galeri24 Hari Ini Kompak Stabil

    Harga emas UBS dan Galeri24 Hari Ini Kompak Stabil

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas dari produk Galeri24 dan UBS di Pegadaian hari ini terpantau stabil. Dilansir dari laman resmi Pegadaian, Senin (9/2/2026), nilai harga emas kedua produk tersebut tak bergerak dari harga yang tertera di laman resmi kemarin pagi. Untuk gramasi 1 gram, harga emas Galeri 24 masih berada di angka Rp2.958.000. Sementara UBS masih […]

  • Ekonomi Indonesia: Diproyeksi Tumbuh 5% pada 2026, Naik 5,2% pada 2027

    Ekonomi Indonesia: Diproyeksi Tumbuh 5% pada 2026, Naik 5,2% pada 2027

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Dunia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mencapai 5% pada 2026, dan 5,2% pada 2027. Pertumbuhan ini lebih rendah dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 5,4%. Meski demikian, Dalam Laporan Bertajuk Fondasi Digital untuk Pertumbuhan oleh Bank Dunia edisi Desember 2025 menyebut, proyeksi pertumbuhan tersebut masih menandakan […]

expand_less